Hal-Hal yang Diperlukan Untuk Menjual Sebuah Produk

Setelah memutuskan untuk menjadi pengusaha, hal berikutnya yang harus dimiliki adalah produk. Produk yang dimaksud adalah bisa berupa barang nyata, seperti misalnya produk makanan, souvenir, tas dan aksesoris, produk fashion, gadget dan lain-lain. Bisa juga produk berupa jasa seperti jasa pertukangan, cleaning service, perbaikan alat-alat elektronik dan lain-lain. Atau bisa juga produk yang akan dijual berupa barang yang tidak nyata seperti jual website, tools untuk berjualan online, ebook dan lain-lain.

yang Diperlukan Untuk Menjual Sebuah Produk

Untuk mengkonversi produk yang dimiliki menjadi uang, diperlukan proses yang dinamakan penjualan. Menjual produk bisa dibilang gampang-gampang-susah, ada produk yang gampang sekali dijual, laris manis di pasaran. Ada pula produk yang alot banget buat dijual, semua tergantung dari bagaimana bentuk dan fungsional produk tersebut beserta strategi penjualannya.

Produk dan pemasaran, adalah dua hal yang haruslah berjalan seiringan. Tidak bisa hanya mengutamakan salah satunya saja, karena pasti akan berimbas pada menurunnya penjualan.

Semisal kita hanya memperhatikan kualitas produk saja, pembuatan produk mulai dari nol sampai selesai menggunakan metode serta bahan-bahan yang berkualitas tinggi. Sehingga menghasilkan produk yang super luar biasa. Namun ketika sisi pemasaran tidak bisa jalan, atau tidak bisa menemukan pasar yang pas, ujung-ujungnya hanya akan buang-buang modal dan tenaga tanpa adanya impact manis dari produk tersebut.

Pun begitu apabila kita hanya memperkuat sektor pemasaran, namun menomor-duakan kualitas produk. Pada awalnya memang kita akan panen orderan, namun seiring berjalan waktu setelah banyak pelanggan yang kecewa karena kurangnya kualitas dari produk tersebut, sehingga mengakibatkan pelanggan menjadi kapok dan tidak ada yang repeat order. Cepat atau lambat, penjualan akan terus menurun dan brand yang kita punya akan mendapat reputasi buruk karena kualitas yang kurang baik.

Setiap pengusaha pasti ingin kalau produk yang dia jual laris manis di pasaran, untuk itu diperlukan beberapa hal penting untuk menjual produk.

Hal-Hal Penting yang Diperlukan Untuk Menjual Sebuah Produk

yang Diperlukan Untuk Menjual sebuah Produk

Produk Tersebut Harus Memiliki Fungsi Guna dan Target Pasar

Membuat sebuah produk untuk dipasarkan, haruslah produk tersebut memiliki fungsi guna yang bisa bermanfaat bagi orang. Kemudian target pasarnya juga harus jelas. Seperti misalnya membuat produk tas kanvas, yang fungsinya untuk pengganti kantong kresek saat belanja, target pasarnya adalah ibu-ibu rumah tangga.

Sebuah produk yang memiliki nilai guna tinggi dan pasar yang luas, bisa menjadi salah satu untuk mendapatkan pundi-pundi rejeki baik untuk sekarang ataupun  masa depan.

Membuat Produk yang Unik dan Memiliki Nilai Lebih

Unik berarti produk yang kita buat, bukan merupakan hasil tiruan dari produk yang sudah beredar di pasaran. Seperti misalnya produk yang sedang ramai saat ini adalah sarung polkadot, kemudian kita membuat produk yang serupa dengan pasaran. Itu artinya kita akan bersaing dengan produsen yang sudah melambung duluan, akan menjadi percuma kalau kita tidak bisa menawarkan nilai lebih, pasar akan lebih memilih produk yang sudah memiliki nama duluan.

Untuk menciptakan sebuah produk yang unik, bisa juga kita menggunakan metode ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). Kalau yang sedang ramai di pasaran adalah sarung polkadot, kita bisa membuat produk baru misalnya sarung belang glowing in the dark. Dengan memberikan nilai lebih pada produk kita, masyarakat juga pasti akan melihat produk kita sebagai opsi lain sebelum mereka memutuskan untuk membeli sebuah sarung.

Kemasan Sebagai Daya Tarik dan Prestige

Packaging atau kemasan adalah hal pertama yang dilihat oleh calon konsumen. Dengan kemasan yang menarik, akan mampu meningkatkan daya jual dari produk yang kita punya. Selain itu, packaging juga bisa menentukan prestige dari sebuah produk. Dengan produk yang sama, bisa memiliki harga dan pasar yang berbeda sesuai dengan kemasan yang digunakan.

Sebut saja misalnya produk makanan ringan. Produk yang dikemas dengan plastik transparan, akan memiliki harga yang lebih rendah bila dibandingkan dengan kemasan alumunium atau boks karton. Pasarnya pun beda. Kemasan dengan plastik transparan biasanya dijual di warung atau kantin, sedangkan kemasan alumunium bisa dipasarkan di mall, atau kafe dengan harga yang lebih tinggi.

Nama dan Logo Produk Sebagai Branding

Agar produk kita mudah diingat oleh masyarakat, maka perlu dibuat nama dan logo yang unik. Untuk menentukan nama dan logo, salah satu trik agar mudah diingat orang adalah kesederhanaan. Less is more, sebut saja beberapa nama brand besar di dunia. Semakin simpel dan unik nama dan logo mereka, maka akan lebih mudah nyantol di kepala.

Atau untuk opsi lain, memuat nama dan logo produk bisa juga yang menggelitik. Seperti misalnya Kentanglicious, logonya sebuah kentang yang mengeluarkan lidah. Dengan memainkan kreasi kita, akan dapat menambah nilai lebih bagi produk yang kita jual.

Pemasaran

Terakhir yang penting untuk diperhatikan adalah jenis pemasaran yang akan kita lakukan. Ada pengusaha yang menjual langsung produknya melalui ritel, lapak kaki lima, atau langsung mendatangi konsumen di suatu keramaian. Atau bisa juga menjualnya melalui media online seperti sosial media, membuat sebuah blog/website, atau melalui e-marketplace seperti Tokopedia yang belakangan sedang marak.

Cara kedua adalah dengan membentuk sebuah jaringan, dimana kita sebagai produsen merekrut beberapa agen untuk memasarkan produk kita. Dengan cara ini, produsen tidak perlu terlalu repot memikirkan pemasaran, karena semua sudah di-handle oleh para agen. Agen lah yang turun langsung ke lapangan, dengan ketentuan akan mendapat komisi dari setiap produk yang laku terjual.

Metode seperti ini bisa dibilang cukup efektif, karena belakangan mulai banyak bermunculan pengusaha muda yang memakai metode ini untuk berjualan. Cara ini juga bisa banget digunakan untuk mereka yang mempunyai produk, namun kurang  dalam hal marketing. Sehingga pemilik produk kemudian bisa lebih konsentrasi untuk meningkatkan kualitas produk mereka.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *