Hal-Hal yang Harus Dipersiapkan Oleh Wirausahawan Untuk Mencapai Financial Freedom

Salah satu hal yang membuat orang tertarik untuk menjadi pengusaha adalah, adanya peluang untuk mencapai financial freedom atau kebebasan dalam finansial. Artinya seseorang tidak perlu terikat dengan pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan besar, sembari duduk sambil menikmati kopi di pagi haripun kita tetap bisa mendapatkan penghasilan yang terus mengalir (passive income). Atau ada yang menyebut dengan istilah, pengangguran premium!

Menjadi seseorang dengan kebebasan finansial memang tidak bisa diraih begitu saja, ada perjuangan dan kerja keras di balik itu semua. Memang untuk mencapai ke sana, peluang paling besar yang bisa dilakukan adalah menjadi seorang pengusaha. Namun tidak semua pengusaha sukses bisa mencapai financial freedom, ada banyak yang sukses menjadi wirausaha namun justru terikat dengan pekerjaannya. Masih harus taat dengan working hour, masih harus berangkat ke lokasi kerja dan lain-lain. Biasanya wirausaha yang terjebak dengan kebiasaan ini adalah seorang pedagang.

Apapun usahanya, bahkan untuk seorang pedagang sekalipun tetap bisa kok mencapai kebebasan finansial. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan seorang pengusaha agar bisa mencapai financial freedom atau kebebasan dalam finansial.

Hal-Hal yang Harus Dipersiapkan Oleh Wirausahawan Untuk Mencapai Financial Freedom

mencapai financial freedom
Financial Freedom, bekerja bisa dimana saja, kapan saja!

Harus Mempunyai Mindset Untuk Menjadi Seseorang yang Mempunyai Kebebasan Finansial

Hal pertama yang harus dimiliki seseorang sebelum mencapai financial freedom adalah harus mempunyai mindset atau cara berpikir ke sana. Banyak orang yang berusaha menjadi pengusaha, tapi apakah semua yang ingin jadi pengusaha bercita-cita untuk mencapai kebebasan finansial? Jawabannya bisa jadi iya, tapi tidak semua orang mempunyai mindset untuk ke sana. Seseorang yang memiliki mindset ini, sejak dari awal memulai usahanya akan mempersiapkan beberapa strategi. Memang bisa dibilang prosesnya akan lebih rumit ketimbang kebanyakan yang orang pikirkan: membangun sebuah usaha -> kerja keras -> berpenghasilan besar. Proses ini disebut juga active income, dimana seorang pengusaha menghabiskan waktu dan tenaganya untuk mendapatkan uang.

Sedangkan seseorang yang berpikir untuk mencapai kebebasan finansial, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mendapatkan passive income. Artinya dimana uang/aset/jaringan yang bekerja untuk kita.

Mengatur Strategi dan Langkah yang Harus Diambil Untuk Mendapatkan Passive Income

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan passive income, seperti beberapa contoh berikut:

  • Investasi Uang. Dimana kita bekerja untuk mendapatkan uang, kemudian memasukkan uang kita untuk investasi jangka panjang. Seseorang yang mempunyai mindset: freedom financial, tidak akan menyisihkan sebagian uangnya untuk berinvestasi, namun memprioritaskan uangnya untuk investasi. Seperti misalnya menanam modal/saham pada suatu usaha yang traffic-nya bagus. Dengan mencari yang tepat, kita bisa mendapatkan penghasilan yang bagus juga.
  • Investasi Aset/Fisik. Investasi yang kedua adalah berupa aset atau fisik, dimana aset yang kita punyai ini mampu memberikan kita pendapatan bahkan tanpa perlu bekerja. Seperti misalnya investasi dalam bentuk bangunan/properti, kantor, mesin-mesin produksi, kendaraan, emas dan lain-lain. Dimana investasi bentuk ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan untuk mengisi pundi-pundi ke kantong kita.
  • Investasi Jaringan. Beberapa pengusaha menerapkan sistem ini, dan berhasil mencapai freedom financial. Seperti misalnya yang dilakukan oleh Maicih atau Zanana. Dimana founder menciptakan produk dan market brand, kemudian mencari orang-orang yang mau bekerja untuk memasarkan produk tersebut. Sekumpulan orang-orang yang memasarkan produk dengan profit yang jelas, kemudian bertransformasi menjadi sebuah jaringan. Dengan memiliki jaringan dan birokrasi yang kuat, seorang pengusaha bisa mencapai freeedom finansial. Tugas dia selanjutnya adalah, bagaimana produk yang dia buat bisa stabil di pasaran. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan inovasi.

Memiliki Kemampuan Dalam Mengatur Keuangan, Pembukuan dan Manajemen

Mencapai freedom financial, bukan berarti bebas dalam segala-galanya. Ada beberapa hal penting yang harus teap dalam kendali. Seperti misalnya mengatur keuangan pribadi dan perusahaan, pembukuan dan neraca keuangan, serta bagaimana agar sistem yang kita buat bisa bekerja dengan stabil atau bahkan meningkat. Tanpa kontrol di beberapa aspek tersebut, usaha yang kita bangun dengan susah payah, bisa saja jatuh dalam sekejap. Aset berharga yang kita punya bisa hilang, dan mengalami kebangkrutan. Kita bisa meng-hire ahli di bidang pembukuan untuk mengatur manajemen perusahaan, asalkan orang tersebut harus expert di bidangnya. Karena apabila manajemen ditangani oleh orang yang salah, hasilnya akan jadi buruk.

Mempersiapkan Tabungan, Emergency Fund dan Proteksi

Di dalam menjalankan usaha, tidak ada yang tahu bagaimana kondisi keuangan kita di masa depan. Ada yang sukses dan mencapai peningkatan yang signifikan, ada yang naik turun, ada pula yang mengalami kebangkrutan. Sebagai seseorang yang menjalankan usaha, hal-hal semacam ini mau tidak mau pasti akan kita alami. Untuk itu, diperlukan persiapan yang matang untuk menghadapi kemungkinan yang terburuk. Seperti misalnya mempersiapkan tabungan untuk biaya hidup keluarga selama dua tahun, hal ini dilakukan untuk mempersiapkan diri apabila terjadi kolaps. Atau dana darurat (emergency fund) apabila terjadi musibah, bencana alam atau sakit. Ada juga yang mempersiapkan proteksi seperti misalnya ikut asuransi jiwa dan lain-lain. Hal ini penting untuk diperhatikan, agar tidak koleng saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Pun juga penting agar kita bisa cepat bangkit saat mengalami jatuh dalam usaha.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *