Usaha Jamur Crispy FCK, Hanya Melalui Online Dalam Dua Bulan Terjual Hingga Ribuan Produk

Seringkali saat seseorang akan memulai suatu usaha, salah satu hal yang kerap menjadi kendala ataupun alasan yang akhirnya membuat stuck di tempat adalah bingung menentukan produk apa yang laku di pasaran. Padahal produk apapun, sesimpel apapun asalkan produk tersebut dibutuhkan oleh orang dan dengan branding yang menarik mampu mengangkat produk tersebut dari simpel menjadi sesuatu yang besar.

Seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu peserta dalam LDII Trade Fair 2015 yang sempat menarik perhatian saya, adalah sebuah usaha jamur crispy dalam kemasan. Kenapa menarik perhatian? Lihat saja penampakannya!

jamur crispy
Jamur Crispy FCK, nikmatnya berasa selingkuh!

Nah, selain  kemasannya yang mencolok banget dengan warna merah menyala, tulisan ‘FCK’ besar yang notabene bakal membuat orang langsung berpikir ke satu kata makian. Juga tagline di bawah yang bertuliskan ‘Nikmatnya Berasa Selingkuh’, brand yang dikemas sedemikian rupa ini yang seketika mampu menarik perhatian orang. Baru kemudian orang akan tahu bahwa ini adalah sebuah produk cemilan jamur crispy.

FCK adalah usaha jamur crispy rumahan yang lokasi produksi mereka di kota Kediri, owner-nya adalah seseorang yang hanya lulusan SMA. Meskipun dengan penjualan melalui online, mereka mampu menjual ribuan produk mereka hanya dalam waktu sekitar dua bulanan.

usaha jamur crispy fck, ldii trade fair 2015
Stand Jamur Crispy FCK di LDII Trade Fair 2015

Ketika saya di stand mereka, saya bertemu dengan Rifa Anna. Dia adalah salah satu marketing dari jamur crispy FCK ini. Pertanyaan yang pertama kali saya lontarkan adalah, apa sih kepanjangan dari FCK tersebut. Dan dia menjawab, “Nggak ada mas,”. #gubrak

Karena sebenarnya FCK sendiri adalah plesetan dari salah satu produk fast food ayam goreng yang sudah populer banget ‘kaefci’, dia hanya memutar huruf-hurufnya sehingga saat seseorang melihat sekilas, akan merangsang otak kanan orang tersebut seolah melihat brand dari kaefci. Baru kemudian orang akan membaca FCK, yang notabene adalah plesetan dari satu kata makian. What the……

Hal tersebutlah yang sukses menjadi trigger dalam memperkenalkan produk mereka.

“Selama ini kami hanya menjual melalui BBM, dan kemudian baru Facebook. Dari dua kali broadcast di BBM saja kami berhasil menjual lebih dari enam ribu produk kami ke seluruh Indonesia,” Kata Rifa.

Rifa menambahkan, dia nggak hanya ujug-ujug menawarkan dagangan dan meminta orang orang untuk membeli. Strategi pertama yang dilakukannya adalah dia share berbagai artikel tentang jamur, apa manfaat jamur dan sebagainya. Saat mendapat respon yang cukup baik, baru dia memperkenalkan produknya tersebut. Selain itu, Rifa juga mengajak orang-orang dari berbagai kota di Indonesia untuk ikut memasarkan produk jamur ini dengan menjadi reseller. “Alhamdulillah, kami sudah ada reseller di beberapa kota,” lanjut Rifa.

Keren ya, hanya dengan jamur sudah mampu merambah pasar sampai ke seluruh pelosok negeri dengan memanfaatkan internet. Jamur Crispy FCK aja bisa, kamu kapan? 😀 😀

You may also like...

8 comments

  1. Mantep bener, kapan bisa begitu yah 🙂
    dulu sy pernah jualan kaos online juga & memang hasilnya lumayan asal bisa promosinya tapi sayang produknya kurang bagus jadi sy stop padahal pelanggan udah lumayan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *