Untungnya Menjadi Pengusaha yang Mencapai Financial Freedom

Menjadi seseorang pengusaha dengan kebebasan finansial, pastilah diimpikan oleh kebanyakan orang. Karena dimana di titik ini seorang pengusaha telah bisa mendapat penghasilan yang tidak terbatas jumlahnya, namun tanpa harus setiap hari bekerja. Dia bisa bekerja kapanpun atau dimanapun dia berada.

pengusaha yang mencapai financial freedom

BACA JUGA: Hal-Hal yang Harus Dipersiapkan Oleh Wirausahawan Untuk Mencapai Financial Freedom

Kenapa kebebasan finansial ini menjadi impian dari banyak orang, jawabannya tentu karena ada banyak keuntungan yang bisa didapat dari sana. Seorang pengusaha yang sudah berkebebasan dalam finansial, dia bisa dengan mudah menentukan jadwal kegiatannya sehari-hari. Sehingga untuk mengerjakan hal-hal penting yang bersifat di luar pekerjaannya, bisa dia kerjakan sendiri.

Sebut saja misalnya saat seseorang mempunyai kewajiban untuk mengurus perpanjangan KTP, SIM atau keperluan lainnya di luar urusan pekerjaan. Di bisa saja mengerjakan hal tersebut sendiri tanpa harus bingung meninggalkan pekerjaan, tidak harus bingung sampai mengutus orang lain untuk mengerjakan urusannya. Padahal mengutus orang lain juga harus memberi imbalan, harus membuat surat kuasa dan lain-lain. Akan lebih mudah bila dikerjakan sendiri, tentunya kemudahan ini bisa diperoleh kalau seseorang sudah mencapai financial freedom.

Keuntungan berikutnya dengan menjadi seorang berkebebasan finansial adalah, akan ada lebih banyak waktu untuk keluarga. Salah satu kunci untuk membangun di rumah adalah, banyaknya waktu yang bisa diluangkan untuk keluarga. Entah itu untuk berkomunikasi sambil menonton televisi, makan malam sambil bercerita tentang kesehariannya masing-masing, atau berencana untuk liburan bersama, tentu akan terasa sangat menyenangkan.

Bila orang lain yang terikat akan pekerjaannya, untuk bisa berlibur ke tempat wisata yang diinginkan, biasanya harus menunggu hari libur panjang. Entah itu saat hari raya, atau mungkin saat  tahun baru. Dimana hari-hari tersebut kalau digunakan untuk berwisata, resikonya adalah tempat-tempat wisata tersebut biasanya akan selalu ramai orang. Karena pada waktu-waktu libur tersebutlah, orang-orang yang bekerja bisa meluangkan waktunya. Kalau memaksa cuti panjang pada hari kerja, resikonya akan dinilai buruk di mata atasan, atau mungkin bisa saja dipecat dari pekerjannya.

Akan jadi beda ceritanya kalau kita adalah seseorang dengan freedom financial, kita bebas menentukan kapan ingin berwisata, bahkan di saat hari kerja sekalipun. Karena di hari kerja biasanya tempat wisata kan cenderung lebih sepi, sehingga kita bisa lebih leluasa menikmati setiap hiburan yang ada di tempat wisata tersebut. Tidak harus berdesak-desakan, lebih banyak tempat luang untuk duduk atau bersantai, bahkan biasanya harga-harga souvenir, aneka kuliner dan lain-lain bisa lebih murah ketimbang saat weekend atau hari libur.

You may also like...

One comment

  1. Betapa beruntungnya ya, Mas, bila sudah mencapai financial freedom, meski ketika menjalani proses (semoga menuju ke FF) juga beruntung juga sih jika dijalani penuh dengan syukur.

    Elang: Harus diakui, penuh perjuangan mas!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *