Udara Dingin dan Air Panas

Dari beberapa perjalanan yang saya lakukan, hampir semua tempat dengan pemandangan yang indah banget itu pasti udaranya dingin. Sebut saja Kawah Putih di Ciwidey, Bandung, Telaga Sarangan di Magetan, Air Terjun Cuban Canggu di Pacet, pantai Goa Cina atau berwisata di kota Batu, Malang. Semua lokasi yang pernah saya kunjungi hampir seluruhnya bersuhu dingin. Maklum saja, saya berasal dari kota Surabaya yang terkenal dengan suhu udaranya yang panas. Berada di lokasi yang dingin seringkali membuat saya gusar, terlebih kalau sudah berurusan dengan air. Entah itu buang air, wudhu ataupun mandi. Brrr…. serasa tulang-tulang rontok. 😀

Kalau sudah berada di lokasi yang dingin biasanya saya mulai alergi, tangan dan kaki gatel-gatel dan muncul bentol-bentol merah. Kondisi yang bener-bener nggak mengenakkan. Dimana saya demen banget traveling ke tempat yang keren-keren, tapi tubuh seperti nggak mendukung hobi saya.

Yang paling asyik pas lagi menginap di lokasi yang dingin itu kalau ada fasilitas kamar mandi dengan air panasnya, yes serasa nemu jodoh yang lama terpisah. Paling demen pas sehabis jalan-jalan, kaki dan tangan mulai gatel-gatel, sampai di penginapan berendem di air panas. Seperti lepas semua derita. Habis gitu, selesai berendem makan mie instan sama minum teh manis panas, sadis! 😀

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *