Trik Mengajak Kenalan Era 90-an

Zainul sudah lama memperhatikan Lilis, temen dari temennya yang sering wara-wiri di kelasnya setiap istirahat sekolah. Lilis adalah sahabat dari Maimunah, temen sekelas Zainul dan Lilis sudah lama menarik hati Zainul. Namun sayang sampe sekarang Zainul tidak berani untuk mengajak Lilis berkenalan. Padahal jika diperhatikan sepertinya Lilis masih belum mempunyai tambatan hati.

Pasti teman-teman ada yang mengalami hal yang serupa dengan Zainul, tertarik dengan seseorang tapi tidak berani untuk memulai berkenalan. Atau mungkin tidak tahu bagaimana cara memulai untuk mengajak kenalan. Jika berkenalan via dunia digital sudah terlalu mainstream, bagaimana jika kita flashback ke era 90-an. Dimana jaman itu yang namanya media benar-benar terbatas. Namun trik-trik dalam memulai untuk mengajak berkenalan bisa dibilang cukuplah kreatif, apa salahnya jika teman-teman mencobanya di era sekarang. Siapa tahu teman-teman mendapat kesan positif atas usahanya. Check this out deh cara-cara berkenalan di era 90-an.

1. Tanya jam

Seperti yang kita tahu, era 90-an adalah jaman dimana teknologi belum terlalu berkembang seperti saat ini. Terutama dalam teknologi komunikasi, handphone belum populer. Bahkan untuk mengetahui jam berapa saja harus melirik di jam dinding atau dengan menanyakan pada orang yang kebetulan memakai jam tangan. Hal inilah yang membuat ABG jaman dulu kreatif dan memanfaatkan hal tersebut untuk mengajak berkenalan. Jadi kira-kira gambarannya seperti ini.

Zainul karena sudah lama menjomblo dan berencana untuk mencari pasangan hidup nya, maka di Minggu pagi dia memutuskan untuk pergi ke mall dengan harapan bertemu dengan cewek yang cetar membahana untuk diajak kenalan. Betul saja, sewaktu Zainul sedang makan di Mekdi dia melihat sesosok cewek yang aduhai sedang makan sendirian di pojokan. Dengan tingkat kepedean yang sedang high, Zainul lalu menghampiri cewek itu.

“Mbak, boleh tahu sekarang jam berapa?” Tanya Zainul.

“Oh, sekarang jam sebelas lewat sembilan menit mas,” Jawab si cewek tadi.

“Ehm, sendirian aja nih mbak?”

“Iya nih mas,”

“Boleh kenalan ngga?” Zainul lalu menyodorkan tangannya. “Nama saya Zain,”

“Oh, saya Lilis”

Dan mereka kemudian menikah dan hidup bahagia selamanya.

trik mengajak kenalan era 90-an

2. Berlagak pernah ketemu

Cara yang kedua selain menanyakan jam adalah dengan berpura-pura pernah kenal atau pernah ketemu di suatu tempat. Gambarannya seperti ini.

Saat sedang asik makan di Mekdi, Zainul melihat seorang cewek duduk sendirian di pojokan. Karena insting jomblonya, Zainul lalu menghampiri si cewek dan mengajak kenalan.

“ehm, maap. Kayaknya kita pernah ketemu tapi dimana ya?” Tanya Zainul.

“Oiya, saya juga lupa mas.” Jawab si cewek.

“Kamu Agnes Monica bukan, temen esde dulu!”

“Oh bukan mas, masnya salah orang.”

“Ehm, terus kalo bukan Agnes Monica, siapa dong namanya?”

“Saya Lilis mas,”

“Oh, saya Zain. Lilis sendirian aja?”

“Ngga mas, tuh suami sama anak saya lagi pesen makanan”

Kemudian Zainul melipir kabur.

3. Menjatuhkan sapu tangan

Cara berikutnya adalah terinspirasi dari iklan parfum pada jaman dulu yang ber-tagline “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda.” Mungkin teman-teman yang hidup pada era itu tahu iklan tersebut. Jadi ceritanya si cewek sedang berpapasan dengan cowok, lalu karena tertarik, si cewek menjatuhkan sapu tangannya dan berpura-pura tidak tahu. Sapu tangan tersebut diambil oleh si cowok, lalu merekapun berkenalan.

4. Pura-pura nabrak

Cara yang berikut mungkin sedikit ekstrim, saat sedang berpapasan berpura-pura menabrak lalu minta maaf dan mengajak kenalan. Cara ini mungkin kurang efektif untuk target yang pemarah. Jadi sebelum melakukan aksi ini sebaiknya lihat dulu apakah target termasuk orang yang jutek atau bukan. Salah-salah bukannya mau diajak kenalan, malah dapat tuntutan di kantor polisi. Oiya satu lagi, usahakan jangan terlalu keras menabraknya, seperlunya saja untuk menarik perhatian si target. jika terlalu keras apalagi sampe terjadi patah tulang, repot kan kalau harus disuruh tanggung jawab. Biaya rumah sakit mahal bos!

5. Kirim surat kaleng

Cara yang terakhir adalah dengan mengirim surat kaleng, atau surat tanpa nama. Cara ini biasanya dilakukan di sekolah sekolah. Bermacam cara untuk melakukan aksi ini. Mulai dari menulis di kertas lalu diselipkan di kolong meja si target, atau yang lebih ekstrim lagi mengukir di atas meja si target. Cara paling aman adalah dengan mendekati teman si target, menitipkan surat tersebut kepada si teman untuk diberikan kepada target. Cara ini selain lebih efektif karena to the point, juga lebih cepat prosesnya. Jangan lupa untuk mempermulus, berikan jamuan kepada teman yang kita titipi. Dengan mentraktir makan di kantin atau mengerjakan pe-er nya. Dijamin cara ini bisa terlaksana tanpa hambatan.

Mungkin masih banyak cara-cara untuk mengajak berkenalan, namun segini saja yang bisa saya share. Keterbatasan memang selalu melahirkan hal-hal baru yang kreatif. Justru kadang dengan fasilitas yang selalu ada, akan mematikan kreativitas kita. Jangan menyerah dengan keterbatasan, selalu ada jalan untuk menggapai apa yang kita cita-citakan. Terima kasih sudah berkunjung.

*Ini adalah tulisan di blog lama yang sudah dihapus 😀

You may also like...

One comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *