Traveling Bersama Wanita Hamil

Belakangan di sosial media saya kerap menulis status jalan-jalan ke beberapa daerah, mungkin ada yang penasaran, kok semingguan kemarin kerjaannya jalan-jalan terus, pada nggak kerja apa gimana?

Hehe, enak kan, yang lain pada sibuk kerja, kita mah woles jalan-jalan terus. 😀

Aslinya sih bukan nggak ada alasan kenapa seminggu kemarin saya bersama keluarga mudik ke Bekasi, dan selama seminggu dihabiskan untuk muter-muter ke beberapa tempat di jawa Barat. Mumpung lagi bisa liburan aja sih.

traveling bersama wanita hamil, floating market
Istri sedang hamil 5 bulan, jalan-jalan ke Floating Market-Lembang

Ceritanya, lebaran 2016 lalu, saya dan istri terpaksa tidak bisa mudik dikarenakan istri sedang hamil besar anak kami yang ke-2. Ya sudahlah, waktu itu di pikiran kami nggak apa-apa mudik di-pending setahun, biar kehamilan dan anak ke-2 kami tetap dalam kondisi yang baik. Dan Alhamdulillah anak ke-2 kami lahir di bulan Juli 2016 kemarin.

Ternyata rencana kami untuk bisa mudik di lebaran 2017, kayaknya harus kandas juga. Ndilalah tiga bulan setelah kelahiran anak ke-2 kami, kami kembali diberi calon momongan. Ada janin lagi yang hidup di perut istri saya. Harus diakui, ini adalah kehamilan yang nggak direncanakan sama sekali, malah sejujurnya ini terlalu cepat. Di saat anak ke-2 kami baru berusia tiga bulan, dia sudah mau punya adik lagi. Kami shock waktu tahu hal ini.

Tidak ada kata lain, kami pasrah. Positif thinking aja, kami dipercaya untuk meramut anak-anak yang dititipkan oleh yang Maha Kuasa, dimana banyak pasangan yang berharap bisa memiliki anak namun tidak kunjung jua diberi. Kami bersyukur dan berdoa agar bisa meramut anak-anak kami kelak menjadi anak-anak yang solih-solihah, wish all the best lah pokoknya.

Kembali ke topik, akhirnya daripada dua tahun (2016-2017) nggak bisa mudik sama sekali, kami memutuskan untuk mudik duluan ke rumah mertua saya di Bekasi.

Selama seminggu mudik, istri saya meskipun lagi hamil, namun tidak menyurutkan semangatnya untuk traveling. Kami sampai di Bekasi pada hari Minggu, seharian penuh itu kami habiskan untuk bercengkrama bersama keluarga, kebetulan juga dua orang kakak ipar saya yang tinggal di Bandung juga datang pada hari itu, malah kakak ipar yang nomer tiga membawa istri dan anak-anaknya ke Bekasi. Jadinya rumah mertua saat itu rame banget.

Hari ke-2 mudik, kami jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah. Karena hari Senin, di TMII nggak seberapa ramai. Paling sering melihat bule-bule yang dipandu sama guide mereka. Kebetulan kami bawa mobil sendiri, jadi lebih enak mau muter-muter kemanapun. Sore hari, kami melanjutkan perjalanan, mampir ke masjid di Pondok Gede untuk sholat dan istirahat. Menjelang Magrib kami pun pulang.

Hari Selasa kami pergi ke tempat kelahiran istri saya, Karawang. Karena berangkatnya agak siangan, sampai di karawang menjelang Magrib. Malam itu Karawang hujan deras, jadi malam  nggak bisa keliling. Akhirnya kami pun menginap. Karawang adalah kota kelahiran istri saya, dia tinggal di kota yang dijuluki ‘lumbung padi’ ini hingga lulus SMA. Jadi di kota ini masih banyak teman-teman kecil istri saya, Rabu pagi selain berkunjung ke beberapa teman, kami juga menyempatkan untuk jalan-jalan ke Kampung Budaya. Malamnya kami balik lagi ke Bekasi.

Kamis, kami memutuskan untuk beristirahat dulu. Jadi seharian di rumah Bekasi, malam harinya kami mencoba mengunjungi sebuah restoran mie yang cukup populer, namanya Mie Odos di Rawalumbu, Bekasi. Rasanya sih biasa, malah terkesan seperti mie instan yang diberi toping. Tapi tempatnya cukup kekinian walaupun nggak seberapa luas, dan menu pendamping mie maupun dessert cukup banyak pilihannya. Saat itu saya memesan Mie Odos Chicken Katsu dan Chocoreo. Kepedasan mie-nya juga ada beberapa level, paling tinggi level 5.

mie odos rawalumbu bekasi
Menu-menu di Mie Odos

Hari Jumat, setelah sholat Jumat, kami berangkat ke Bandung. Sampai di rumah kakak ipar sekitar jam 9 malam. Kami menginap semalam, baru besoknya hari Sabtu kami muter-muter ke beberapa rumah saudara dulu, kemudian bablas ke Lembang. Sempet galau mau ke Farm House atau ke Floating Market saja. kalau dua-duanya waktunya yang terlalu mepet. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Floating Market, Lembang. Tempatnya keren, banyak pilihan wahana rekreasi yang bisa dipilih di sana. Malamnya kami langsung tolak ke rumah Bekasi. Minggu siang, saya bersama istri dan anak-anak kembali ke Surabaya.

traveling bersama wanita hamil, floating market lembang

Wih, minggu yang padat selama mudik. Padahal istri saya dalam kondisi hamil loh, tapi alhamdulillah sih, selama perjalanan kesana-kemari istri jarang mengeluh. Paling kalau lagi kecapekan, dia istirahat dulu sampai kondisi fit kembali. Paling penting , harus mau makan yang banyak, minum susu serta vitamin yang diberikan dokter/bidan. Kalau sudah begitu, hamil atau tidak, traveling mah bisa jalan terus! 🙂

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *