Tips Traveling Aman Bagi Wanita Hamil

Saya dan istri termasuk orang yang lumayan gila traveling, banyak tempat yang sudah kami singgahi, meskipun masih banyak batasan yang membuat kita hanya bisa traveling di beberapa tempat saja. Salah satu kendala yang membuat kita mengurungkan niat buat traveling tahun kemarin adalah istri sedang hamil. Fix akhirnya kita memutuskan untuk traveling setelah si kecil lahir dan sudah bisa duduk sendiri.

Ternyata kenyataan berkata lain, setelah si kecil lahir dan berusia empat bulan, Tuhan kembali meniupkan nyawa ke dalam perut istri saya. Di saat anak kedua kami masih berusia empat bulan, istri hamil lagi. sedikit shock sih, karena hal ini tentu saja terlalu cepat bagi kami. Apalagi saat periksa bidan bertanya apakah istri saya ada saudara yang kembar, karena bisa terjadi apabila seseorang tersebut memiliki gen kembar. Kebetulan tantenya istri ada yang kembar. Widiih.. Tapi bagaimanapun ini adalah pemberian dari Tuhan, anugerah yang pasti akan kami terima dengan bahagia. Mengingat tidak semua pasangan menikah diberi momongan dengan mudah, ada yang harus berusaha cukup keras untuk bisa mendapat momongan.

Dengan hadirnya calon keluarga baru di perut istri, hal ini tentu saja kembali membuat kami harus me-reschedule jadwal traveling.

Tetapi, setelah membaca dan konsultasi dengan beberapa pakar kesehatan, wanita hamil sah-sah aja kok kalau mau traveling. Asalkan ada beberapa hal yang mesti diperhatikan agar tetap aman dan tidak membahayakan kehamilannya.

tips traveling aman bagi wanita hamil

Tips Traveling Aman Bagi Wanita Hamil

Perhatikan Timing

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah soal timing, usia kandungan seseorang dibagi menjadi tiga trimester. Ada yang bilang trimester pertama rawan untuk bepergian, ada juga yang bilang trimester kedua atau ketiga diharuskan lebih banyak istirahat karena mendekati waktu kelahiran. Namun bagaimanapun masing-masing perempuan pasti tahu kapan dia merasa fit untuk bepergian. Akan lebih baik lagi kalau berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter tentang kondisi ibu dan bayi.

Pilih Moda Transportasi yang Paling Nyaman

Apapun transportasi yang akan digunakan untuk traveling sebenarnya sah-sah saja, yang penting ibu tahu mana yang paling nyaman baginya. Menggunakan transportasi pribadi seperti mobil untuk perjalanan yang tidak terlalu jauh mungkin akan lebih menguntungkan, karena bisa berhenti kapan saja ketika ibu mulai merasa tidak nyaman, ataupun bisa digunakan untuk keperluan darurat seperti misalnya ke dokter saat merasa kandungannya sakit. Kalaupun akan menggunakan transportasi umum, lebih baik memperhitungkan segala kemungkinan. Seperti misalnya menggunakan kapal laut, biasanya menggunakan transportasi laut cenderung lebih mudah mengalami mual.

Bawa Obat-Obatan dan Vitamin Ibu Hamil

Ibu hamil pasti membutuhkan banyak asupan seperti vitamin dan obat-obatan yang biasanya diberi dokter atau bidan saat melakukan pemeriksaan kehamilan. Saat traveling sebaiknya obat-obatan tersebut selalu dibawa dan tetap dikonsumsi. Untuk menjaga kebutuhan vitamin ibu dan anak agar tetap terpenuhi.

Selain obat-obatan, makan-makanan yang bergizi juga harus tetap teratur. Serta banyak minum air putih agar ibu dan bayi selalu dan kondisi yang baik.

Jangan Traveling Sendirian

Ibu hamil sebaiknya jangan traveling sendirian, setidaknya bawa partner untuk membantu membawakan barang, membantu saat sedang kurang fit atau setidaknya ada orang yang mengerti keadaan ibu saat sedang dalam kondisi darurat. Partner yang terbaik untuk teman perjalanan adalah suami.

Jangan lupa bawa juga buku pemeriksaan kehamilan apabila disaat traveling harus ke dokter, dokter jadi bisa lebih tahu tentang kondisi si ibu agar penanganan bisa lebih cepat.

Persiapkan Juga Tempat Menginap yang Nyaman Bagi Ibu Hamil

Bila sebelum hamil, backpacker-an bisa tidur dimana saja. kalau traveling saat hamil sebaiknya mempersiapkan tempat menginap yang nyaman. Seperti meenyewa hotel atau kamar sendiri. Selain menjaga agar istirahat ibu hamil bisa lebih nyaman, juga lebih mudah untuk keperluan pribadi ibu hamil.

You may also like...

One comment

  1. Pilih tujuan yang tepat
    Walau di awal sempat dibilang ibu hamil boleh berkelana, bukan berarti bisa kemana saja. Ada beberapa tujuan dan jenis wisata yang sebaiknya dihindari untuk mengurangi resiko bagi calon bayi. Tujuan-tujuan yang sebaiknya dihindari adalah:
    Tempat yang tinggi: patokan berapa tinggi maksimal yang boleh dikunjungi ibu hamil masih samar-samar, namun ahli medis menemukan ketinggian 2.268 mdpl sudah beresiko.
    Menyelam terlalu dalam: hal-hal berbau penyelaman seperti scuba diving memiliki resiko yang besar.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *