Tips Sederhana Sebelum Memutuskan Untuk Memulai Berdagang

Bosan menjadi pegawai? Atau bercita-cita menjadi pengusaha sukses, salah satu usaha yang berpotensi untuk menjadi sukses adalah dengan berdagang. Seperti yang dikatakan oleh Erick Thohir, salah seorang pengusaha sukses di Indonesia saat diwawancarai di stasiun TV swasta. Ketika dia ditanya apakah mau terjun di dunia politik, Erick menjawab, “Saya dagang sajalah!”. Hal ini membuktikan bahwa, ketika seseorang sudah merasakan betapa menyenangkan berdagang, dan mampu sukses di bidang yang ditekuninya, bahkan tawaran untuk menjadi pejabat pemerintah pun akan ditolaknya.

Namun menjadi pengusaha tidaklah segampang membalikkan telapak tangan, perlu banyak perjuangan, doa serta kesabaran. Dan yang paling penting adalah strategi untuk memasarkan dagangannya, agar dikenal banyak orang dan mampu menembus angka penjualan yang tinggi.

Berikut ini saya akan membagikan beberapa tips sederhana sebelum kalian memutuskan untuk memulai berdagang.

tips berdagang
Berdagang alat-alat listrik dll

1. Menjual Barang yang Dibutuhkan Orang dan Sirkulasinya Cepat

Salah satu trik penjualan yang pernah saya baca, agar penjualan ramai, berdaganglah barang-barang yang dibutuhkan orang dan perputarannya cepat. Seperti misalnya yang paling sederhana contohnya adalah sabun mandi. Sabun mandi adalah salah satu contoh barang yang perputarannya cepat, karena setiap hari orang mandi dan membutuhkan sabun mandi. Contoh lainnya seperti berdagang barang-barang kebutuhan pokok dan lain-lain.

2. Kalau Menjual Barang yang Unik, Kuasai Kemampuan Marketing

Kalau Tidak suka berjualan barang-barang yang sirkulasinya cepat, dan lebih tertarik menjual barang-barang unik yang mempunyai nilai seni misalnya. Bisa juga kok, asalkan harus menguasai pasar dan pemasaran. Prinsip marketing sebenarnya sederhana, kalau kalian menjual kacamata hitam, carilah orang yang ingin membeli kacamata hitam. Namun mugkin dalam prakteknya tidak semudah teori.

Cara lain untuk memasarkan barang dagangan kita adalah dengan meng-influence orang lain agar membeli produk yang kita jual. Caranya adalah dengan menjelaskan berbagai manfaat produk kita, apa saja keuntungan yang akan konsumen dapatkan setelah membeli produk kita Sehingga orang yang kita tawarkan tertarik untuk membeli dan juga produk yang kita jual mampu memberi manfaat bagi konsumen. Jangan pernah menjual janji tanpa bukti.

3. Mencari Distributor Dengan Harga Paling Miring

Setelah kita tahu produk apa yang ingin kita jual, carilah distributor dengan harga paling miring. Di dalam perjalanan usaha berdagang, terkadang kita tidak langsung menemukan distributor dengan harga termiring. Seperti misalnya toko yang saya kelola saat ini, distributor yang sekarang adalah distributor yang ke-sekian sejak dari pertama kali membuka usaha. Dulu ambil barang di distributor A, kemudian pindah ke distributor B, C, D dan seterusnya sampai menemukan distributor yang benar-benar cocok.

Networking bisa menjadi sangat berguna bagi seorang pengusaha, ada baiknya memperbanyak pertemanan terutama dengan para pengusaha yang sudah sukses. Bisa dengan mengikuti berbagai gathering yang diadakan pengusaha UKM, mengikuti berbagai pameran, launching produk, dan lain-lain. Jangan lupa berkenalan, bertukar nomer HP, kartu nama dan sebagainya. Jangan menutup diri, semakin banyak teman pengusaha semakin bagus.

Di jaman serba internet saat ini, mencari networking bisa juga dengan mengikuti berbagai komunitas/grup di Facebook, Whatsapp, BBM dan lain-lain. Keuntungan memiliki banyak networking selain bisa tahu mana distributor yang paling miring harganya, juga bisa mengetahui produk terbaru yang lagi digemari masyarakat, atau bisa juga untuk menciptakan suatu project baru yang menguntungkan

4. Persiapkan Etalase dan Segala Kebutuhan Display

Beberapa jenis display etalase yang bisa digunakan:

  • Toko Fisik. Toko fisik adalah yang biasanya digunakan pedagang untuk men-display barang dagangannya. Umumnya berbentuk bangunan, dengan etalase kaca ataupun rak bufet untuk menata sehingga barang dagangannya terlihat jelas. Biasanya pembeli menyebutkan barang apa yang ingin dibeli, kemudian penjual mengambikannya.
  • Toko Temporer. Toko temporer adalah toko yang dibangun dari bahan-bahan yang mudah dibongkar, maupun hanya berupa tenda saja. Umumnya pedagang menyewa sebidang tanah di lokasi yang cukup ramai, kemudian dibangun tenda atau bangunan dari kayu triplek untuk menata barang dagangannya. Toko temporer ini biasanya digunakan oleh pedagang buah, warung nasi (warteg), pedagang sayur dan lain-lain.
  • Toko di Atas Kendaraan. Ada juga pedagang yang men-display barang dagangannya di atas kendaraan seperti sepeda, motor, mobil/pick up, motor roda tiga, sampai yang berjualan di atas perahu juga ada. Biasanya toko jenis ini untuk pedagang makanan, sayur, jajanan anak kecil, dan lain-lain. Bahkan yang sedang populer adalah berjualan kuliner di atas food truck.
  • Kantor. Ada beberapa juga yang menata tokonya sedemikian rupa sehingga menyerupai kantor, untuk display biasanya hanya menggunakan buku katalog dan kode seri produk. Untuk toko jenis ini biasanya untuk distributor resmi seperti peralatan elektronik, jenis kendaraan dan lain-lain.
  • Toko Online. Saat ini, internet sudah menjadi bagian dari hidup setiap orang. Bahkan untuk urusan jual-beli bisa banget dilakukan hanya melalui internet. Kalau nggak mau ribet menata barang dagangan di display fisik, berjualan online bisa menjadi pilihan yang sangat mudah. Tinggal foto barang yang ingin dijual, unggah lewat internet, share ke sosial media dan tunggu pembeli menghubungi kalian. Saat ini ada banyak platform yang bisa digunakan untuk berjualan online. Bisa dengan menggunakan sosial media (Facebook, Instagram dll), BBM/Whatsapp/Line, website/blog, atau memanfaatkan jasa platform toko online gratisan seperti toko saya di Tokopedia, ada juga Bukalapak, OLX dan lain sebagainya.

5. Menguasai Fungsi Barang Dagangan Kita

Alangkah baiknya kalau berjualan selain sesuai dengan passion kita, juga kita menguasai atau minimal tahu fungsi dari produk yang kita jual. Seperti halnya saya yang saat ini mempunyai toko alat-alat listrik, minimal saya tahu fungsi dan kegunaan dari alat-alat yang saya jual. Seperti misalnya saya menjual stop kontak dengan switch merk Uticon, setidaknya saya harus tahu kegunaan alat tersebut, bagaimana cara pemasangan dan batasan yang berlaku seperti maksimal ampere yang boleh digunakan dan sebagainya. Hal ini penting adalah untuk menjelaskan kepada pembeli, sehingga kita tidak terkesan hanya asal jual tapi tidak bisa menggunakannya.

Itulah beberapa tips sederhana sebelum memutuskan untuk berdagang dari saya, semoga bermanfaat!

You may also like...

11 comments

  1. Terima kasih tipsnya, dulu saya pernah dagang onlen jg tapi skrng off dulu krn ngurusin bayi hehehe. Kalau emak2 mah ribet klo gak ada bala bantuan buat jualan, meskipun itu “sekedar” jualan onlen 😀

  2. hmm, kayaknya selain jago jadi blogger, sampean jago juga berdagang ya om hehe. berdagang emang seru, tapi harus tahu teknik-tekniknya dan nggak sembarangan gitu aja.

    sudah enak ya om, sudah terlepas dari dunia kerja dan mulai berwirausaha sendiri. aku kedepannya ada rencana gitu seh, cuman untuk sekarang bekerja dulu saja lah, belajar soft skillnya dulu aja.

    Elang: Masih dalam tahap belajar juga kok Za, sharing pengalaman aja siapa tahu bisa bermanfaat buat yang lain. 😀

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *