Tips Sederhana Memilih Susu Pendamping Bagi Anak

Hak bagi anak setelah lahir adalah mendapatkan ASI (air susu ibu) dari ibunya, pemberian ASI eksklusif ini setidaknya sampai bayi berusia dua tahun. ini sangat penting, karena merupakan makanan utama sebelum anak bisa mengkonsumsi makanan kasar seperti halnya orang dewasa pada umumnya. Di dalam program pemberian ASI eksklusif bagi anak, biasanya didampingi dengan pemberian MPASI (makanan pendamping air susu ibu) ataupun susu formula.

Di dalam memilih susu pendamping ASI bagi bayi, ataupun pendamping makanan bagi anak seharusnya tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam meilih susu anak, agar anak dapat menyerap manfaat kandungan dalam susu dengan optimal sehingga pertumbuhan anak bisa baik.

Adapun beberapa tips memilih susu bagi anak:

1. Sesuaikan Susu Dengan Usia Anak

Sebelum membeli susu anak, sesuaikan peruntukkan susu bagi usia berapa. Saat ini banyak sekali beredar susu formula yang dikategorikan bagi anak usia tertentu. Ada susu yang diperuntukkan bagi anak usia 0-6 bulan, 6-12 bulan, ada juga yang diperuntukkan bagi anak usia di atas dua tahun.

Pengkategorian usia tersebut bertujuan untuk memilah kebutuhan nutrisi yang tepat bagi anak. Kebutuhan nutrisi anak usia tiga bulan tentu berbeda dengan kebutuhan nutrisi anak usia satu tahun. Jika pemberian susu formula tidak sesuai dengan usia anak, dikuatirkan anak tidak mendapat nutrisi yang pas sehingga pertumbuhannya tidak optimal. Selain itu anak jika pemberian susu yang tidak sesuai dapat berpengaruh pada usus bayi, seperti terjadi mencret, muntah-muntah dan sebagainya.

2. Beli Susu Dalam Kemasan Terkecil Dahulu

Terkadang anak tidak cocok dengan kandungan yang ada dalam susu dari suatu jenis. Sebelum kita tahu apakah susu yang akan dibeli cocok atau tidak dengan anak. sebaiknya belilah susu dalam kemasan terkecil. Apabila dalam pemberian susu, anak dapat berkembang optimal. Untuk pembelian berikutnya bisa dalam jumlah atau ukuran yang besar, karena susu terseut cocok dengan si anak.

Namun apabila susu tersebut tidak cocok, seperti timbul gejala muntah, mencret, atau bintik-bintik karena alergi. Maka sebaiknya tidak kembali menggunakan susu tersebut. Sehingga karena pembelian pertama dalam ukuran terkecil, kita tidak rugi terlalu banyak. Susu sisa yang tidak cocok tersebut bisa dihibahkan ke anak lain yang lebih cocok.

3. Perhatikan kandungan nutrisinya

Sebelum ibu memutuskan untuk membeli suatu produk susu, alangkah baiknya jika mencari informasi terlebih dahulu kandungan nutrisi yang ada di dalam susu tersebut. Bisa membacanya melalui kemasan susu, buku, atau website resmi dari produk susu yang dimaksud.

Seperti misalnya S-26 Procal GOLD dan S-26 Promise GOLD yang dilengkapi dengan new improved formula MULTIEXCEL™, rangkaian nutrisi penting untuk membantu proses belajar si kecil. Kandungan DHA, AA, vitamin A, omega 3, omega 6, kolin, dan zat besi di dalam susu bermanfaat dalam mendukung proses mengamati dan berpikir si kecil. Sementara, kandungan protein, alfa laktalbumin, kalsium, vitamin D, dan fosfor, berperan dalam mendukung si kecil tumbuh aktif. Terdapat juga kandungan 5 nukleotida, oligofruktosa (prebiotik), vitamin C, selenium, zinc, vitamin E, dan vitamin B kompleks yang akan mendukung tubuh kuat si kecil.

4. Perhatikan Tanggal Kadaluarsanya

Sebelum membawa susu ke kasir untuk dibayar, selalu cek kembali tanggal kadaluarsa dari susu tersebut. Jangan sampai membeli susu, yang nantinya bukan membuat anak menjadi sehat, malah sakit gara-gara keracunan susu basi.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *