Tips Menjaga Komunikasi Ayah dan Anak Agar Tetap Harmonis

Hubungan ayah dan anak bagi kebanyakan keluarga, cenderung kurang harmonis ketimbang hubungan anak dengan ibunya. Hal ini dikarenakan seringkali ayah menjadi sosok yang ‘killer’  di mata anak. Karena ayah sebagai kepala rumah tangga dituntut untuk tegas bahkan tidak jarang jika anak melakukan kesalahan, ayahnyalah yang menghukumnya. Sebenarnya seorang ayah tidak perlu menjadi seseorang yang ditakuti anaknya jika bisa menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Mungkin beberapa ayah dengan anak berikut ini bisa menjadi solusi agar hubungan ayah dan anak tetap harmonis.

Tips Menjaga Komunikasi Ayah dan Anak Agar Tetap Harmonis

tips menjaga  komunikasi

1. Sesekali Dengarkan Apa yang Ingin Disampaikan Anak

Seharusnya, sebagai orang tua khususnya ayah, jangan hanya meminta anak untuk mendengar apa yang diinginkan orang tuanya. Berikan juga hak anak untuk berbicara, dan menyampaikan pendapat mereka.

Orang tua bukanlah orang yang paling tahu atau paling benar, ada kalanya orang tua juga harus belajar kepada anak.

Seperti halnya saat ini, dimana anak-anak generasi milenial mempunyai kebiasaan/kegemaran yang jelas berbeda dengan jaman orang tuanya. Seperti misalnya anak lebih banyak menghabiskan waktunya di depan gadget ketimbang bergaul dengan teman-temannya. Sementara orang tua ingin anaknya lebih banyak berkegiatan di luar, berkenalan dengan orang banyak, dan mencari koneksi yang banyak agar mudah dalam mencari pekerjaan.

Padahal yang tidak diketahui orang tuanya, anaknya bahkan sangat aktif di banyak grup sosial, melakukan banyak  campaign di sosial media, sekalinya keluar rumah melakukan sesuatu hal besar yang berdampak positif bagi orang lain. Bahkan dari sana dia mempunyai koneksi lebih luas sampai ke luar negeri.

Sebagai orang tua haruslah lebih fleksibel dalam mengikuti perkembangan jaman, masa kalah sama ojek online. Sekali muncul, langsung bikin kebakaran jenggot banyak orang.

Biarkan anak berani mencoba banyak hal, asalkan selama itu positif dan tidak berbahaya baginya.

Tugas utama seorang ayah di sini adalah, belajar dan memahami apa yang diinginkan oleh anak. Memfilter mana yang baik dan mana yang kurang baik, serta menjadi rambu jika anak salah dalam mengambil langkah.

2. Jadikan Anak Sebagai Sahabat

Orang tua sebaiknya jangan memperlakukan anak hanya sebagai anak semata, namun perlakukan mereka juga seperti teman atau sahabat.

Orang tua yang menganggap anak hanya sebagai anak semata, cenderung kerap menggurui, menganggap bahwa orang tuanyalah yang paling tahu yang terbaik bagi anaknya, bahkan tidak jarang memarahi anak hanya karena tidak nurut dengan orang tuanya. Padahal belum tentu apa yang orang tua arahkan kepada anak, akan jadi baik bagi anaknya.

Orang tua juga harus sabar menghadapi anak, ketika berbeda pendapat, atau bahkan ketika si anak mulai memberontak. Biasakan untuk tidak terbawa emosi ketika anak mulai memberontak, akan tetapi lebih ke mengarahkan secara halus agar anak tidak salah dalam mengambil langkah.

3. Fokus Pada Perkembangan Anak

Sebuah quote dari video motivasinya Deddy Corbuzier mengatakan:

“You can’t control the sea, but you can control your own ship”

Saat ini, terlebih di jaman milenial ini, konsumsi anak atas banyaknya informasi bahkan tidak terbendung. Dengan kemudahan mengakses melalui internet, mulai dari artikel, foto/gambar, bahkan video apapun bisa kita temukan di dunia daring. Termasuk di antaranya konten-konten yang negatif.

Sebut saja salah satunya, Youtube. Banyak sekali hal-hal yang sifatnya positif atau negatif bisa diakses melalui Youtube.

Deddy Corbuzier mencontohkan salah satunya adalah channel milik Reza ‘Arap’ Oktovian, yang banyak orang tahu Arap di setiap videonya selalu mengucapkan kata-kata kasar.

Mau kita ngotot kayak bagaimanapun, kalau Arap tidak mau mengentikan kebiasannya ngomong kasar di video-videonya, kita bisa apa? Toh akan masih ada banyak sekali Arap-Arap yang lain, yang mungkin bahkan lebih gila dari Arap sendiri.

kalau Arap sendiri bilang, “tanpa saya ngomong kasar di video saya pun, anak-anak anda akan tetap nonton video b*k3p.” Ujarnya.

The point is, daripada susah payah, koar-koar agar orang berhenti membuat konten-konten negatif. Kenapa tidak fokus pada ‘kapal anda’ sendiri.

Seorang nahkoda tidak bisa menghentikan ombak di lautan agar kapalnya tidak terbalik, itu perbuatan bodoh. Karena tugas utama nahkoda adalah, mengendalikan kapalnya agar bisa menerjang ombak dan sampai di tujuan dengan selamat.. Itu!

Jadi sebagai seorang ayah, hal utama yang harus dilakukan adalah fokus pada perkembangan anak. Serta terus belajar, dan tidak malu mengakui jika salah. Proses pembelajaran adalah proses yang tidak pernah berhenti hingga seseorang menghembuskan napas terakhirnya.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *