Tips Menjadi Suami Siaga Saat Istri Baru Melahirkan

Tips Menjadi Suami Siaga Saat Istri Baru Melahirkan – Hai-hai, buat yang belum tahu, kebetulan banget istri saya baru melahirkan hampir sebulan yang lalu. Tepatnya pada tanggal 15 Juli 2016, anak kedua kami lahir. Jadi selama hampir sebulan belakangan ini, kami disibukkan kembali dengan aktifitas mengurus bayi. Setelah hampir lima tahun tidak mengurus bayi, karena anak pertama kami sudah berusia 4 tahun 10 bulan. Namun karena ini bukan pertama kalinya kami memiliki bayi, jadi ya kami nggak terlalu kaget.

Mempunyai bayi, terutama bayi yang baru lahir, tentu akan ada kerepotan-kerepotan yang diakibatkannya. Untuk itu diperlukan perhatian khusus bukan hanya dari ibunya saja, namun seorang ayah juga harus berperan penting. Agar ibu tidak terlalu kelelahan, atau juga agar tidak  berpengaruh terhadap psikologis si ibu, seperti misalnya menjadi stres. Karena ibu yang terlalu lelah dan stres, dapat mempengaruhi lancar atau tidaknya ASI. Untuk itu, dalam mengurus bayi, stamina ibu harus selalu dalam kondisi baik.

Untuk itu, kali ini saya akan membagikan sedikit tips bagi para suami agar menjadi Suami Siaga di saat istri baru melahirkan.

Tips Menjadi Suami Siaga Saat Istri Baru Melahirkan

tips menjadi suami siaga Fokus Kepada Kesehatan Ibu dan Bayi

Istri yang baru melahirkan, baik itu yang melalui proses kelahiran normal maupun sectio casaria atau caesar, pasti  akan merasa sakit. Karena bagaimanapun, yang namanya melahirkan pasti akan menimbulkan luka. Dan nggak jarang seorang perempuan setelah melahirkan akan mendapatkan jahitan akibat robek pada saat melahirkan bayinya. Biasanya istri tidak akan bisa beraktifitas dengan normal sampai beberapa waktu. Sementara bayi yang baru dilahirkannya membutuhkan perhatian khusus, baik itu dalam memenuhi asupan makanan sepert ASI, atau saat bayi sedang menangis ingin digendong atau sedang merasa tidak nyaman akibat dari sesuatu hal.

Di sinilah peran suami harus lebih siaga, memperhatikan kesehatan ibu dan bayi adalah hal pertama yang terpenting yang harus dilakukan. Ketika istri sedang merasa sakit pada bekas jahitan, atau saat kelelahan akibat menggendong bayi, sebaiknya seorang suami mau membantu menyiapkan obat, atau melakukan apa yang diperlukan seorang istri agar sakitnya bisa berkurang. Pun demikian saat baby sedang menangis, agar para suami lebih peka terhadap hal-hal menyangkut kesehatan bayinya. Apakah itu dia sedang lapar, atau popoknya sedang basah. Terlebih saat bayi menangis terus padahal sudah diberi ASI atau popoknya sudah diganti, segera bawa ke bidan atau klinik terdekat untuk mengetahui apabila ada kelainan yang dialami oleh bayi.

Membantu Pekerjaan Rumah

Saat istri baru melahirkan, dia tidak akan bisa beraktifitas dengan normal sampai beberapa waktu. Termasuk salah satunya adalah melakukan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih, cuci pakaian, memasak dan lain-lain. Sebagai suami siaga sebaiknya jangan gengsi untuk menggantikan tugas istri, termasuk harus mau mencuci popok bayi bekas pipis atau pup si bayi. Memiliki bayi tentunya akan menambah volume cucian daripada biasanya. Entah itu popok atau pakaian bayi, atau juga selimut dan sprei bekas muntah dan pipis bayi. Jadi kalau punya bayi, frekuensi mencuci bisa jadi setiap hari. juga penting untuk diperhatikan, jangan asal-asalan agar bayi bisa tetap steril dan jauh dari kuman.

Begitu juga pekerjaan rumah yang lain seperti bersih-bersih, cuci piring dan lain-lain. Agar suami siaga mau membantu tugas istri, agar bayi tenang, istri pun senang. Rumah tangga jadi lebih harmonis kan!

Siap Begadang Setiap Hari

Bayi yang baru lahir, belum bisa membedakan siang dan malam. Itulah kenapa, bayi yang baru lahir memiliki siklus tidur yang tidak teratur. Termasuk yang paling sering terjadi adalah, bayi suka mengajak orangtuanya begadang. Jangan terus mengandalkan istri saat bayi rewl di malam hari, karena bayi yang menangis tidak selalu sedang meminta ASI. Bisa juga karena popoknya basah, gerah atau posisi tidurnya yang tidak nyaman. Saat bayi menangis karena tidak meminta ASI, seorang suami sebaiknya mau menggantikan istri menggendong atau mengganti popoknya, agar istri tidak terlalu capek dan stres. Sebisa mungkin atur waktu tidur agar tidak terlalu capek juga, terlebih kalau keesokan paginya anda harus bekerja. Kerjasama antara suami dan istri harus seimbang disini.

Mau Mengantar Istri dan Bayi Untuk Periksa Atau Imunisasi

Istri dan bayi yang baru mengalami proses kelahiran, membutuhkan pemeriksaan ataupun pembeerian imunisasi. Istri melakukan pemeriksaan atas bekas kelahiran, apakah jahitannya sudah baik atau ada kelainan. Begitu juga si bayi harus mendapatkan beberapa imunisasi untuk kekebalan tubuhnya. Alangkah baiknya kalau suami mau mengantarkan ke klinik atau bidan tempat dilakukannya pemeriksaan, karena peran suami dalam tumbuh kembang anak, akan memberikan pengaruh yang positif bagi si anak tersebut. Bahkan ada penelitian yang mengatakan, anak yang banyak memiliki waktu bersama orangtuanya, akan meningkatkan IQ dan kekebalan tubuh bagi si anak. Pasti dong semua orangtua pengen kalau anaknya tumbuh sehat dan cerdas.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *