Tipe-Tipe Pembeli Berlabel Teman

tipe tipe teman pembeli

Sejak saya berwiraswasta dan memutuskan untuk berjualan alat-alat listrik, selain men-display barang dagangan saya di toko fisik, saya juga sering mempromosikan jualan saya di internet dan sosial media. Karena sosial media kebanyakan adalah orang-orang yang sudah saya kenal, maka mereka pun saya beri label ‘teman’. Dan dari situ, beberapa teman pun kemudian tertarik untuk membeli dagangan saya, baik yang order lewat sosmed maupun datang langsung ke toko saya.

Bicara soal teman di dalam urusan jual-beli, pasti ada istilah yang namanya ‘harga teman’. Artinya pembeli memberikan harga khusus atau semacam diskon bagi teman yang membeli, karena mereka teman, sudah kenal, dekat atau apapun. Tidak terkecuali saya, kalau ada teman yang membeli dagangan saya, akan dengan senang hati saya beri ‘harga teman’ meskipun potongannya tidak banyak. Tapi, ada tiga tipe teman yang berbeda dalam menyikapi ‘harga teman’ ini.

1. Teman yang Tidak Mau ‘Harga Teman’

Tipe teman yang pertama adalah, dia yang menolak diberi harga teman. Saat dia membeli, saya biasanya memberi harga yang berbeda dari harga yang tertera di banderol barang. Akan saya usahakan memberi potongan meskipun sedikit, namun dia pasti akan menolak harga tersebut. Dia akan memaksa saya untuk tetap meberi harga normal, dengan alasan dia nggak mau beli di tempat saya lagi kalau diberi ‘harga teman’. Ya sudahlah, kalau dia memaksa, saya juga akan memberi dia harga normal. Padahal saya nggak masalah kalau toh dia mau menerima ‘harga teman’, yang terpenting dia sebagai pembeli senang, saya sebagai penjual juga senang.

2. Teman yang Menolak ‘Harga Teman’, Tapi Akhirnya Menerima Juga

Tipe teman yang kedua adalah teman yang menolak ‘harga teman’, tapi akhirnya menerima juga. Tipe teman yang seperti ini, saat pertama saya beri ‘harga teman’, dia menolak. Tetapi kemudian setelah saya agak memaksa, dia pun menerima ‘harga teman’ tersebut. Seperti yang sudah saya bilang tadi, saya nggak masalah memberi ‘harga teman’ kepada teman, meskipun potongannya pun nggak seberapa banyak, dan ada beberapa barang yang terpaksa tidak saya beri ‘harga teman’. Maklumlah, kalau keuntungannya terlalu mepet, ‘harga teman’ nggak akan saya berlakukan. 😀

3. Teman yang Langsung Meminta ‘Harga Teman’ di Awal

Tipe teman yang ketiga adalah yang langsung meminta ‘harga teman’ bahkan sebelum saya menyebut harga barang tersebut.  Padahal tanpa diminta pun biasanya saya beri ‘harga teman’, 😀

Siapapun dia, saya senang melayani orang yang membeli di toko saya. Sekalipun ada tipe pembeli yang kurang menyenangkan, tapi berdagang sudah menjadi passion saya yang baru. Seperti yang saya lakukan pagi ini, mengerjakan passion sekaligus menjadi sumber pendapatan. Menjaga toko dan melayani pembeli, sambil mengecek orderan di toko online, sekaligus sambil ngeblog. What a great life! 😀

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *