Tingkatkan Pelayanan Kepada Customer, Pertamina Luncurkan “Pasti Prima” di GIIAS 2017 Surabaya

Kamis (21/09) kemarin, ada event yang rame banget di Grand City Surabaya. Event yang diberi nama GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2017 ini sebenarnya bukan yang pertama kali digelar, karena di tahun sebelumnya juga sudah ada event serupa. Surabaya merupakan salah satu kota yang menjadi tuan rumahnya.

GIIAS 2017 di Surabaya sendiri digelar mulai tanggal 21 hingga 24 September, dengan menampilkan banyak booth baik dari pabrikan otomotif maupun dari berbagai aksesoris pendukungnya. Salah satu booth yang menarik perhatian saya saat itu adalah dari booth-nya Pertamina.

Sore itu di booth Pertamina menggelar acara SPBU Talk, semacam talkshow untuk memperkenalkan layanan mereka. Dari yang sebelumnya “Pasti Pas”, menjadi “Pasti Prima”.

Tidak semua SPBU sudah lolos audit Pasti Prima, mereka yang lolos Pasti Prima memiliki beberapa ciri seperti warna papan yang semula berwarna merah menjadi biru, logo Pasti Prima yang semula jempol berubah menjadi tiga jari, dan seragam petugas yang sebelumnya merah-merah menjadi abu-merah.

Beberapa faktor yang diperhatikan oleh SPBU agar bisa lolos Pasti Prima ada 5, yakni:

1. Integrated Energy Offering (pelayanan energi terpadu, seperti pelumas, LPG, nitrogen, air dll)
2. Non Fuel Retail (layanan retail seperti minimarket, ATM, rumah makan dll)
3. Better Customer Service
4. Digital Engagement (terintegrasi
5. Ensuring Customer Loyalti

Tidak hanya itu, Pertamina juga mulai menggencarkan layanan pembayaran cashless di SPBU-SPBU mereka. Selain untuk mengatasi masalah kembalian yang kadang menyulitkan, juga untuk mengantisipasi mendapatkan uang palsu saat pembelian bahan bakar.

Salah satu peserta SPBU Talk sore itu bertanya mengenai legalitas Pertamini yang belakangan marak beredar, khususnya di Surabaya. Dijelaskan bahwa stasiun pengisian bahan bakar selain SPBU baik yang berupa botolan, maupun mesin pengisian otomatis yang menggunakan nozle bukanlah tanggung jawab Pertamina. Jadi mengenai harga maupun takaran tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Pertamina.

Di booth Pertamina pada GIIAS 2017 Surabaya, dipamerkan juga berbagai produk Pertamina. Dari jenis bahan bakar yang biasa kita gunakan, sampai beberapa jenis pelumas. Namun yang menarik perhatian saya adalah produk Pertamax Turbo dan Pertamax yang kini tersedia dalam kemasan kaleng 10 liter.

Hal ini cukup menguntungkan mengingat terkadang saat membawa kendaraan dengan bahan bakar yang menipis, namun belum juga menemukan SPBU dapat memanfaatkan Pertamax kemasan kaleng ini. Asalkan penyimpanan dilakukan sesuai prosedur, insa Allah bahan bakar dalam kemasan kaleng masih aman.

Kemasan kaleng bawaan Pertamina sudah teruji dengan baik untuk menyimpan Pertamax, jadi sebaiknya jika membeli bahan bakar dalam kemasan kaleng tidak perlu memindah tempat lagi. Saat ini yang tersedia dalam kemasan kaleng adalah jenis Pertamax Turbo, sedangkan untuk jenis Pertamax biasanya dikeluarkan saat ada momentum seperti musim mudik lebaran dan sebagainya.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *