Tentang Rasa di Malam Pergantian Tahun Bersama The Look

Selamat tahun baru… *krik.. krikk.. krik..

Iya, tahu kok udah kelewat jauh perayaan tahun barunya. Tapi malam tahun baru 2015 ada yang keren loh. Sebelum lanjut, cek dulu deh video berikut ini!

 

Udah lihat? Udah tahu kerennya di mana? Bener sekali, kerennya ada di bintang video klipnya! *disawat genteng*

Oke, serius nih ya! Jadi malam pergantian tahun 2014-2015 kemarin saya mendapat kesempatan mengikuti event yang diadakan di sebuah warung kopi bernama Angkringan Banyu Anget Surabaya. Event yang diberi tajuk “Parade Waktu – Tentang Rasa Tentang Cinta” ini sengaja membawa kita untuk mengingat kembali tentang rasa dan cinta yang pernah kita rasakan, kita alami selama tahun-tahun sebelumnya.

tentang rasa tentang cinta

Acara yang dimulai jam sebelas malam ini dibuka oleh satu penampilan unik dari seorang musisi asli Surabaya, namanya Seket. Kalo dalam bahasa Jawa ‘seket’ itu berarti lima puluh. Yah, bisa dibilang setengah lah. Setengah waras, setengah sinting, hahaha. Kenapa saya bilang unik? Karena ternyata Seket ini kalo dilihat-lihat setengah musisi, setengahnya lagi stand up comedian. Lah wong nyanyi sama melucunya itu banyak lucunya.

Selain joke-joke bahasa Jawa yang dia lempar sukses membuat hampir semua yang nonton ngakak, tiga lagu yang dia bawakan, dua diantaranya berbahasa Jawa khas Suroboyoan yang merupakan ciptaanya sendiri juga berbalut komedi. Liriknya pun bercerita tentang realita kehidupan seperti bagaimana susahnya mencari uang. Senin sampai Sabtu kerja, Sabtu gajian, Minggu bayar hutang, Senin gak keduman (nggak kebagian).

Hahaha, keren sumpah! Kita diajak untuk mentertawakan kesusahan kita sendiri. Bukankah hidup sekali ini memang kita harusnya nggak boleh cuman bersusah diri, pusing mikirin ini dan itu. Sesekali tertawakan kesusahanmu, biar kita bisa bangkit lagi untuk maju. Tsaaah….

Seket

Menjelang jam dua belas malam, The Look sebagai band utama mulai naik ke stage dan memainkan lagu-lagu jagoan mereka. Band yang mengusung aliran rock-alternative ini juga membawakan lagu-lagu ciptaan mereka yang berjudul Tak Ada Rasa, Acuhkan, Tentang Rasa, Kamu Untukku, Terlelap, Terima Aku, dan beberapa lagu seperti ‘Buka Semangat Baru’ dari Ipang, Ello, Berry dan Lala, serta ‘Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki’ nya Sheila On 7 yang dikemas berbeda dengan aransemen versi The Look. Kerenlah pokoknya.

Pergantian malam tahun baru ditandai dengan menyalakan lilin.

the look
The Look
the look
Brenda, vokalis The Look

Di sela permainan mereka, The Look juga mengajak para pengunjung malam itu untuk sejenak berdoa bagi mereka korban jatuhnya pesawat AirAsia serta keluarga korban yang ditinggalkannya. Selain itu pembacaan puisi diiringi musik dari The Look juga sukses membuat saya jatuh hati, terlebih kepada pembacanya. *Loh*

the look

Jujur ini keren, perpaduan antara musik dan puisi, mengingatkan saya pada film Ada Apa Dengan Cinta beberapa tahun lalu.

Malam itu band yang beranggotakan tiga orang, Brenda (vokal, gitar), Ivan (gitar, vokal), Fitra (bass) tampil full band dibantu oleh additional drum, Dino sukses membuat rame Banyu Anget. Tempatnya aja sampe penuh sesak.

 

Ada interview juga loh sama salah satu personil The Look, Ivan sebagai gitaris pun menjelaskan kenapa tema yang diusung malam itu Tentang Rasa.

the look
“Tentang rasa itu.. ehm, anu ituloh mbak…”

Yass, dan acara kemudian ditutup dengan game dengan hadiah merchandise dari salah satu sponsor, Sinom Mbokde tepat jam satu pagi. Hati senang, semua pun riang!

Kalo pengen tahu lebih banyak tentang The Look, kalian bisa cek twitter mereka @TheLook_ID atau Instagram mereka @THELOOKBAND.

Terima kasih sudah mampir ke elangg.com 😀

You may also like...

3 comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *