Tata Cara Taaruf Yang Sebaiknya Dilakukan

Menginjak usia remaja, tentu akan ada banyak perubahan yang dirasakan. Termasuk salah satunya adalah timbulnya rasa ketertarikan terhadap lawan jenis, rasa ingin mencintai dan dicintai, tentunya dengan berbagai penasaran bagaimana sih rasanya berumah tangga, terlebih terhadap hubungan lebih intim yang hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami-istri yang telah sah menurut agama. Tentunya inilah yang dikuatirkan, para remaja dengan segudang rasa penasarannya akan nekat melakukan apa yang ingin mereka lakukan.

Di dalam Islam, pacaran tentunya tidak dibenarkan. Selain hal tersebut akan mengganggu psikis dari remaja tersebut, juga untuk menghindari hal-hal yang menjurus kepada perbuatan dosa yang akan berdampak pada penyesalan di kemudian harinya. Bagi mereka yang sudah siap, dan telah mencapai umur yang cukup sangat dianjurkan untuk langsung melaksanakan pernikahan.

tata cara taaruf

Tapi Om, pacaran itukan untuk lebih mengenal pasangan kita!

Weits, jangan kuatir. Meskipun di dalam Islam dilarang pacaran sebelum nikah, namun bukan berarti kita diharuskan membeli kucing dalam karung. Artinya, kita masih diperbolehkan dan diberi kesempatan untuk lebih mengenal calon pasangan kita loh, caranya yaitu dengan melaksanakan yang namanya taaruf.

Taaruf artinya silaturahmi, yang dilakukan oleh (biasanya) keluarga calon suami kepada keluarga calon istri. Dengan tujuan untuk saling mengenal satu sama lain, bisa juga untuk membicarakan hubungan lebih lanjut tentang kedua insan yang berniat ingin menjalin rumah tangga.

Lalu bagaimanakah tata cara taaruf yang dianjurkan?

1. Melaksanakan Sholat Istikharah

Setelah menemukan calon pujaan hati, hal pertama yang dilakukan adalah melakukan shalat Istikharah. Dengan tujuan meminta petunjuk kepada Allah perihal calon pasangan yang kita pilih. Karena menikah itu adalah merupakan salah satu amalan ibadah, maka sebaiknya dalam prosesnya pun melibatkan Allah sebagai ‘sutradara’ dalam hidup kita. Insya Allah dengan niat yang baik dan cara yang baik, akan didapatkan hasil yang baik pula. Luruskan niat kita, minta petunjuk dan doa agar kita mendapatkan berkah dalam hidup.

2. Melayangkan Surat Lamaran

Setelah mantap dengan pilihan kita, hal berikutnya yang sebaiknya dilakukan adalah melaporkannya kepada pihak keimaman / pengurus masjid / tim yang dibentuk khusus mengurusi perjodohan. Yang kemudian pihak pengurus akan melayangkan surat lamaran kepada keluarga calon pasangan, biasanya gadis yang ditembak pun akan dianjurkan untuk melakukan shalat Istikharah, untuk mendapat petunjuk perihal calon laki-laki yang akan meminangnya tersebut. Jawaban dari sang gadis pun dilaporkan kembali kepada pengurus masjid ke laki-laki yang melamar.

3. Perkenalan

Proses selanjutnya setelah sang gadis menerima lamaran dari laki-laki pelamar, kemudian kedua calon pasangan diperbolehkan untuk saling mengenal dengan cara masing-masing mengajukan pertanyaan. Proses ini sebaiknya didampingi oleh pihak keluarga atau pengurus masjid, sebaiknya tidak didampingi oleh teman masing-masing agar tidak timbul godaan dari setan untuk melakukan dosa ataupun fitnah.

4. Menentukan Tanggal pernikahan

Setelah kedua belah pihak sudah saling sreg untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius, pihak keluarga wajib untuk segera menentukan tanggal pernikahan. Sebaiknya pelaksanaan pernikahan tidak terlalu lama, karena kedua calon pasangan sudah saling klop yang artinya mulai timbul perasaan sayang dan saling memiliki. Hal ini jika dibiarkan terlalu lama akan menimbulkan godaan dari setan untuk melakukan pelanggaran dosa seperti mengajak ketemuan berduaan, jalan bareng. Terlebih lagi jika sampai terjadi perzinaan, padahal tanggal pernikahan sudah ditentukan. Naudzubillahi min dzalik!

5. Melangsungkan  Ijab Qabul

Dan yang terakhir setelah semua proses dijalani adalah acara inti, yaitu melakukan prosesi ijab qabul di depan wali nikah dan saksi. Setelah ijab qabul selesai dan disahkan menurut agama, kedua pasangan sudah diperbolehkan untuk pacaran, jalan berduaan, atau langsung punya anak, silakan! 😀

Satu yang perlu diingat adalah, luruskan niat kita untuk ibadah. Di dalam setiap pasangan, tidak ada dua orang yang bisa cocok 100%. Untuk itu kita harus siap menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan kita. Seberat apapun cobaan dalam hidup, yakinlah bahwa itu adalah ujian dari Allah SWT untuk kita bisa naik ke kelas yang lebih tinggi. Insya Alah!

Semoga bermanfaat! 🙂

You may also like...

3 comments

  1. Bagaimana bila taaruf dilakukan pada usia SMP/SMA?
    Sedangkan dalam ajaran agama islam bahwa kita tidak boleh pacaran?

    1. Bagaimana bila taaruf dilakukan pada usia SMP/SMA?
      -Boleh saja

      Sedangkan dalam ajaran agama islam bahwa kita tidak boleh pacaran?
      -Emang nggak boleh pacaran, taaruf sama pacaran kan beda mas. 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *