Susu Kematian

susu kematian, fiksi, flash fiction

Dody seketika terkejut mendapati temannya telah menghabiskan segelas susu yang ditinggalkannya di meja tadi.

“Kamu minum susu yang di meja tadi Son?”

“Iya, punya kamu?”

“Ya Tuhan! Itu susu kematian, siapa yang meminum susu itu pasti akan menemui ajalnya.” Ujar Dody dengan mata yang melotot.

Sonny yang mendengar hal itupun kemudian berlari menuju kamar mandi dan berupaya untuk memuntahkan susu yang sudah dia minum barusan. Namun apa daya, susu yang sudah dinikmatinya sembari membaca status Facebook di smartphone miliknya itupun tidak mampu dimuntahkannya. Sonny semakin gemetar mengingat ajal yang akan menjemputnya, padahal dia merasa masih banyak melakukan dosa, masih kurang dalam beribadah. Dia mendadak takut masuk neraka.

Tanpa berpikir panjang, Sonny mengambil wudlu, berpakaian rapi kemudian berlari menuju pintu.

“Mau kemana kamu Son?” Tanya Dodit penasaran.

“Mau ke masjid, pengen beribadah, mudah-mudahan kalau aku meninggal bisa masuk surga.”

“Son…”

Tanpa menghiraukan panggilan Dodit, Sonny berlari keluar kamar. Reno yang sedari tadi memperhatikan tingkah kedua temannya, memegang perutnya sambil tertawa.

“Jangan ketawa kamu Ren, kematian nggak hanya akan menjemput si Sonny saja, tapi juga kamu dan aku!”

“Iya iya..”

Sayup sayup terdengan adzan Dhuhur dari depan kos-kosan mereka, Dodit dan Reno kemudian mengambil sarung dan bergegas menuju masjid. Reno masih saja menahan tawanya.

You may also like...

One comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *