Solusi Perlindungan Kondisi Kritis, Prudential Indonesia Luncurkan PRUTotal Critical Protection dan PRUTotal Critical Protection Syariah

Surabaya, 15 Januari 2020. Pada acara konferensi pers yang diadakan oleh Prudential Indonesia, salah satu dokter terbaik dari Siloam Hospitals Surabaya, dr. Chandra Wijaya memaparkan tentang penyakit-penyakit yang ada di dunia, khususnya di Jawa Timur dan Surabaya.

Dibuka dengan data yang didapat dari World Health Organization (WHO), bahwa secara global jenis penyakit yang ada di dunia saat ini mencapai angka hingga lebih dari 68ribu jenis. Tidak terkecuali di Indonesia pun tak lepas dari bahaya kesehatan tersebut. Namun sayangnya, hanya sedikit yang masyarakat tahu tentang penyakit-penyakit tersebut.

dr. Chandra Wijaya dari Siloam Hospitals Surabaya

Tercatat hampir 70% tren penyakit di Indonesia didominasi oleh penyakit tidak menular (PTM). Sebut saja penyakit jantung, stroke dan kanker yang jumlah penderitanya di Jawa Timur merupakan yang terbanyak di Indonesia. Sedangkan Surabaya menduduki peringkat 3 sebagai penduduk dengan penderita diabetes terbanyak di Jawa Timur. Jika diperhatikan, jenis-jenis penyakit tersebut disebabkan oleh makanan. Salah satunya adalah kebiasaan makan yang kurang baik, seperti dicontohkan oleh dr. Chandra Wijaya dalam kemudahan kita memesan makanan lewat aplikasi online.

“Jika orang dulu malam-malam lapar, paling cuma minum air putih. Sekarang tinggal buka aplikasi, pilih makanan yang diinginkan, tinggal tunggu dianter ke rumah.” Ujar dr. Chandra. Tidak terkecuali jenis-jenis makanan yang kurang sehat pun jadi mudah kita dapatkan. Kebiasaan kurangnya menjaga asupan ini yang kerap memicu untuk timbulnya penyakit pada tubuh.

Selain beberapa penyakit yang disebut di atas, para ahli kesehatan di dunia memperkirakan ada sekitar lima jenis penyakit baru muncul pada manusia setiap tahunnya, dan tiga diantaranya disebabkan oleh binatang.

“Penyakit kritis dapat menyerang siapa saja, kapan saja, sehingga sebaiknya masyarakat tidak terpaku hanya menghindari satu penyakit tertentu saja. Berbagai permasalahan kesehatan dapat terus bertambah akibat banyak faktor, seperti lifestyle, globalisasi hingga perubahan iklim. Masyarakat perlu mengantisipasi ancaman penyakit kritis ini dengan mengubah gaya hidup mereka dan lebih menyadari mahalnya kesehatan. Penyakit kritis dapat berimplikasi pada aspek psikologis, sosial hingga finansial yang dapat menggoyahkan stabilitas ekonomi dan masa depan keluarga,” seru dr. Chandra.

PRUTop dan PRUTop Syariah, Produk Inovatif Untuk Perlindungan Kondisi Kritis Tanpa Batasan Jumlah Penyakit

Berbekal pada fakta-fakta di atas, Prudential Indonesia sebagai layanan asuransi kesehatan terbaik di Indonesia, meluncurkan dua produk baru sebagai sarana untuk melengkapi perlindungan masyarakat Indonesia khususnya.

Dua produk yang dimaksud adalah PRUTotal Critical Protection (PRUTop), dan PRUTotal Critical Protection Syariah (PRUTop Syariah).

Jika yang kita tahu selama ini, perlindungan asuransi terhadap kondisi kritis terbatas pada diagnosis jenis penyakit tertentu saja. dan PRUTop Syariah menawarkan konsep baru yang pastinya lebih baik. Dimana manfaat asuransi bisa langsung dirasakan jika mengalami beberapa kondisi seperti:

1. Perawatan

Apabila masuk ICU selama 6 hari berturut-turut (contoh: infeksi serius, komplikasi). Ataupun telah melakukan terapi Imunosupresif sistemik (contoh: autoimun).

2. Tindakan

Pasien telah dilakukan pembedahan terbuka, ataupun pembedahan invasif minimum, contohnya adalah pembedahan tumor.

3. Ketidakmampuan

Apabila sudah tidak bisa melakukan 2 dari 6 kegiatan sehari-hari, contohnya seperti apabila sudah tidak bisa mandi sendiri dan memakai baju sendiri secara permanen. Jika sudah mengalami hal ini, maka akan langsung mendapat manfaat asuransi dari PRUTop atau PRUTop Syariah.

4. Meninggal Dunia

Dan kondisi yang terakhir yang akan langsung mendapat manfaat asuransi adalah ketika pasien meninggal dunia.

Seperti yang kita tahu, ketika seseorang mengalami kondisi kritis, terutama bagi kepala keluarga, mereka akan mengalami kondisi keuangan yang tidak stabil. Beberapa biaya tambahan akan dikeluarkan, seperti biaya perawatan/pengobatan, maupun biaya akomodasi bagi keluarga yang menjaga pasien selama dirawat. Sedangkan kebutuhan pokok seperti makan, bayar listrik, air, bayar sekolah dan lain-lain tidak bisa ditunda. Dan khususnya bagi kepala keluarga, ketika meninggal dunia, maka pendapatan keluarga akan terputus.

Pada kondisi seperti ini, manfaat dari asuransi akan sangat bisa dirasakan. Himawan Purnama, Head of Product Development Prudential Indonesia menjelaskan, “PRUTop dan PRUTop Syariah dari Prudential Indonesia merupakan yang unggul di kelasnya, karena kedua produk ini mampu melindungi kesehatan dan finansial masyarakat Indonesia secara meyeluruh dan memastikan mereka hidup lebih tenang.”

PRUTop dan sendiri bisa didapatkan apabila nasabah Prudential Indonesia telah memiliki produk asuransi dasar PRULink Generasi Baru, atau PRULink Syariah Generasi Baru.

Pilihan lainnya, sebagai asuransi tambahan pelengkap, masyarakat yang berusia 6 sampai 65 tahun dapat menikmati ganda jangka panjang secara total ini dengan menambahkan, atau membeli paket PRUTop dan PRUTop Syariah yang ditambahkan PRUCrisis Cover Benefit Plus 61 (Syariah) yang memberikan perlindungan kondisi kritis tahap akhir. Atau paket PRUTop dan PRUTop Syariah dengan asuransi tambahan PRUEarly Stage Crisis Cover Plus (Syariah) yang memberikan perlindungan kondisi kritis sejak tahap awal.

Akhir acara, President Director Prudential Indonesia, Jens Reisch menjelaskan bahwa kehadiran Prudential Indonesia hingga 25 tahun ini, ingin selalu senantiasa meningkatkan komitmennya untuk menjadikan masyarakat Indonesia lebih sehat dan lebih lama melalu beragam solusi perlindungan kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang. “Kami menyadari kebutuhan masyarakat Indonesia akan perlindungan yang makin dinamis. Oleh karena itu, dengan optimisme kampanye ‘WE DO’ Prudential, kami terus berinovasi dengan meluncurkan PRUTop dan PRUTop Syariah, rangkaian solusi asuransi yang melindungi masyarakat dari kondisi kritis secara total.” Terangnya.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *