Sinom Mbokde : Bisnis Minuman Sinom Dalam Kemasan

Mengangkat resep tradisional Indonesia untuk dijadikan semacam trendsetter bagi kalangan anak muda saat ini adalah harapan dari seorang pengusaha minuman sinom asal Gresik, M Fahni. Dengan berbekal resep asli dari orang tuanya, Fahni ingin mengangkat sinom yang merupakan minuman asli dari Indonesia, bahwa sinom bukan hanya bisa diminum sebagai jamu, tapi juga bisa menjadi minuman yang bisa dinikmati kapan saja dan oleh siapa saja.

sinom mbokde
M. Fahni

Sebut saja saat ini setiap kali nongkrong di restoran-restoran cepat saji maupun di tempat-tempat hangout bagi kebanyakan orang, kerap kali kita lihat menu minuman mereka adalah minuman bersoda dalam kemasan. Keadaan inilah yang membuat Fahni berpikir bahwa ada peluang di dalamnya, walaupun dengan sedikit pengetahuan tentang minuman kemasan, dia berani mengambil resiko untuk memulai usahanya.

“Awalnya belum seberapa tahu tentang bagaimana mengemas minuman sinom dalam botol, bahkan di awal menjalankan usaha ini, banyak sinom yang dikembalikan oleh distributor karena cepat kadaluarsa,” ungkapnya mengenang saat pertama kali menjalankan usaha sinom ini.

Bukan berarti lantas Fahni lalu menambahkan bahan pengawet ke dalam sinomnya, berbagai riset mulai dari pemilihan bahan, komposisi bahkan sampai menyewa jasa seorang konsultan dia lakoni untuk mendapatkan hasil produk yang berkualitas namun tidak berbahaya bagi konsumennya.

“Ini bisnis minuman yang kita tidak boleh hanya memikirkan keuntungan semata, tetapi juga bagaimana produk yang kita buat bisa memberikan manfaat maksimal bagi yang mengkonsumsinya, seperti manfaat sinom sebagai jamu kesehatan,”paparnya.

Memulai usahanya sejak tahun 2011, yang awalnya adalah menu minuman untuk usaha warung pecel milik orang tuanya, Fahni melihat antusias pengunjung terhadap sinom yang disuguhkan sangat bagus. Dengan modal sebesar Rp1,5 juta, berbagai keperluan untuk pembuatan sinom dibelinya. Diakuinya beberapa resep pembuatan sinom telah dicobanya untuk medapatkan rasa yang paling disukai, dia meminta beberapa teman dan kerabat mencicipi sinom buatannya untuk mendapatkan sinom yang terbaik sebelum dipasarkan. Sedangkan untuk kemasannya sendiri dia mensurvei beberapa tempat untuk mendapatkan botol yang berkualitas. Pencucian botol dan sterilisasi juga sangat diperhatikannya, agar sinom yang dikemasnya tidak mengalami penurunan kualitas karena adanya bakteri yang merugikan. Kini sinom Mbokde tersedia dalam kemasan 500ml yang dijual dengan harga Rp6.000 hingga Rp8.000.

sinom mbokde
Sinom Mbokde

Soal pendistribusiannya sendiri Fahni mengaku baru mensuplai untuk di daerah Jawa Timur saja, namun begitu untuk distribusi di daerah Jawa Barat seperti Tangerang dan Bekasi juga sudah ada walaupun belum begitu ramai. “Permintaan untuk daerah Indonesia Timur juga ada, tapi karena tidak begitu banyak sementara biaya pengirimannya mahal, akhirnya ditunda dulu,” katanya. Di Surabaya sendiri sinom Mbokde bisa didapatkan di beberapa depot, restoran, apotek maupun minimarket.

Untuk menjalankan usahanya Fahni dibantu oleh tujuh orang karyawannya. empat orang di dapur produksi, satu orang di bagian pengiriman, satu orang pemasaran dan satu orang lagi mengurusi administrasi. Setiap harinya dia harus memproduksi sebanyak 200 hingga 300 botol untuk memenuhi permintaan pasar, omzet yang didapatkannya pun mencapai angka Rp45 juta sebulan. Sedangkan bahan baku untuk pembuatan sinom sendiri dia mengaku tidak begitu kesulitan untuk mendapatkannya, selain dua pohon asem besar ditanamnya di halaman rumah, dia juga mendapat suplai daun asem dari Mojokerto.

Selain dikemas dalam botol 500ml, Sinom Mbokde juga dibuat dalam bentuk es lilin/es potong dengan menargetkan pasar anak-anak. Meskipun tidak seramai kemasan botol, namun Sinom Mbokde dalam bentuk es potong ini cukup mendapat respon baik dari konsumen.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *