Selfie dan Fenomenanya

Kalau kalian sering membaca berita, akhir-akhir ini ada beberapa kejadian konyol yang terjadi karena akibat daripada selfie.

Sebut saja bulan Maret kemarin. Dua orang pelajar, Reza Ardyansyah dan Syarif Hidayat asal Malang, jatuh dan tenggelam di air terjun Baung, Purwodadi, Pasuruan gara-gara keasyikan berfoto selfie. Keduanya tewas dan jenazahnya ditemukan nggak jauh dari lokasi kejadian.

Kemudian bulan Mei 2015. Seorang mahasiswa Universitas Negeri Malang, Yanuru Aksanu Laila tewas terjatuh di tebing Cuban Sewu, Lumajang akibat berfoto selfie.

Lalu berita yang masih sangat baru, seorang mahasiswa bernama Erri Yunanto harus meninggal dunia gara-gara sehabis selfie di tebing yang cukup curam, yang akhirnya membuat dia terjatuh dan meninggal dunia di kawah Gunung Merapi.

Kejadian serupa juga saya alami beberapa waktu lalu saat touring ke pantai Ungapan Bajulmati, Malang. Perjalanan kami saat itupun harus diwarnai dengan berita tragedi akibat selfie. Jadi ceritanya pas saya dan teman-teman touring lagi bermain di sekitaran pantai, tiba-tiba datang beberapa mobil, motor dan beberapa tim SAR dan penjaga pantai. Seketika itu pantai Ungapan langsung ramai. Usut punya usut ternyata ada rombongan yang baru saja kehilangan salah satu kerabat mereka yang terseret ombak laut. Dan kebetulan jenazahnya baru saja ditemukan, dan akan dibawa oleh sebuah kapal penyelamat menepi di Sendang Biru.

Korban yang terseret ombak tersebut seorang perempuan, baru berusia 20 tahun asal Mojokerto. Menurut saksi yang sempat saya tanya-tanya, saat itu rombongan baru sampai di lokasi Pantai Bajulmati sekitar Subuh. Pagi itu juga mereka pun selfie-selfie di pinggir pantai. Kejadian apes itu terjadi saat tiga orang diantara mereka sedang asyik foto-foto selfie di pinggir pantai, tiba-tiba ada ombak besar yang menyeret ketiganya. Dua diantaranya selamat, dan yang satu lagi harus menemui ajalnya di pantai yang indah itu.

Berita yang paling baru, yang paling konyol adalah gagalnya seorang mahasiswa memperoleh gelarnya hanya karena nggak tahan pengen selfie pada saat wisuda. What a ridiculous! Kejadian ini dialami oleh seorang mahasiswa asal Malaysia, Muh. Hasrul Haris Mohd Radzi. Pihak universitas memberikan sanksi atas tindakan selfie-nya tersebut, kelulusannya ditunda hingga dua tahun. Dua tahun men! Apa nggak jamuran tuh nungguin selama itu. Karena menurut wakil rektor, tindakan tersebut dianggap kasar dan tidak sopan serta dirasa mempermalukan perguruan tinggi. *mentokin kepala ke tembok*

Jangan menyalahkan selfie, siapapun pasti suka selfie, nggak terkecuali saya. Seperti foto selfie saya beberapa hari lalu di Pantai Goa Cina, Malang.

selfie, pantai goa cina malang
Selfie di Pantai Goa Cina, Malang

Atau Selfie bareng keluarga di Air Terjun Cuban Canggu, Pacet, Jawa Timur.

air terjun cuban canggu pacet, selfie
Selfie di Air Terjun Cuban Canggu, Pacet

Bagaimanapun gaya selfie-mu, dimanapun, dengan siapapun, yang perlu diingat adalah perhatikan apakah selfie tersebut boleh ataukah terlalu beresiko untuk dilakukan. Melakukan hal ekstrim sah sah saja, asalkan tidak melupakan keamanan atas diri sendiri. Seperti kejadian-kejadian yang sudah saya sebut di atas. Alangkah baiknya kalau kita nggak mempertaruhkan hidup atau bahkan nyawa kita untuk sebuah foto selfie. 🙂 ✌️

You may also like...

3 comments

  1. Dua foto terakhir itu mah bukan selfie namanya. Entah definisi konkrit selfie sampai sekarang apa ya? Kalo kata Google sih “a photograph that one has taken of oneself, typically one taken with a smartphone or webcam and shared via social media”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *