Sales VS Marketing, Beda Nggak Sih?

Ada satu pertanyaan yang kerap muncul ketika mendengar kata sales dan marketing, dua profesi ini selalu ada di perusahaan yang memiliki struktur. Terutama di perusahaan besar. Lalu apa sih beda dari kedua profesi tersebut, kenapa harus dibedakan divisinya, padahal fungsi keduanya sama. Sama-sama cari pembeli.

sales marketing, entrepreneur

Kalau boleh jujur, saya juga pernah ada di posisi tersebut. Bingung dengan profesi keduanya.

Dan kemudian saya menjadi tertarik untuk mendalami ilmu marketing (yang saat itu masih saya anggap sama saja dengan sales), lambat laun terjawab sudah pertanyaan tersebut.

Ternyata memang fungsi dari sales dan marketing itu benar-benar beda, meskipun kadang di suatu perusahaan keduanya dimasukkan di divisi yang sama. Namun tugas keduanya tidak bisa dicampur aduk. Tim sales mempunyai konsentrasi yang beda, begitu pula tim marketing mempunyai konsentrasi yang berbeda pula.

Saya akan mengumpamakan tugas dari marketing dan sales ini, di dalam sebuah proses bertani. Alur dalam bertani adalah: memilih bibit, menanam, merawat, dan kemudian memetik hasilnya yang berupa buah atau sayuran.

Di dalam sebuah perusahaan, tugas dari tim marketing adalah mulai dari memilih bibit hingga merawat tanaman agar subur. Sedangkan tim sales tugasnya adalah memetik hasil dari proses pertanian tersebut.

Masih bingung? Kalau begitu mari kita kupas satu persatu.

Proses pertama adalah memilih bibit. Jika diaplikasikan pada sebuah perusahaan, memilih bibit ini bisa diasumsikan sebagai proses branding. Mulai dari pembuatan nama, logo, tagline, hingga warna brand sehingga mudah diingat oleh masyarakat.

Kemudian proses yang kedua adalah penanaman bibit tersebut, artinya adalah bagaimana brand yang akan kita bangun ini bisa memberi dampak positif dan bisa diterima oleh masyarakat dengan baik.

Ketiga, merawat tanaman. Sebagaimana brand yang kita bangun sudah dikenal oleh masyarakat, dan memiliki image yang baik. Maka tugas tim marketing selanjutnya adalah menjaga agar nama brand yang dibangunnya bisa tetap baik, atau bahkan bisa meningkat. Seperti misalnya meningkatkan engagement dengan follower Instagram, melakukan analisa terkait user experience dan sebagainya. Dalam hal ini biasanya berkaitan dengan produk, public relationship dan pelayanan.

Nah baru proses selanjutnya adalah tugas untuk tim sales, yakni memetik hasil dari apa yang tim marketing sudah kerjakan.

Secara kasarnya, tim sales itu tugasnya mencari uang, sedangkan tim marketing itu tugasnya buang-buang uang.

Kita ambil studi kasus sederhana, katakanlah sebuah produk minuman tradisional berupa jamu sinom. Image dari minuman sinom ini adalah jamu yang biasanya diminum oleh orang-orang tua, terutama setelah minum jamu pahit. Rasa sinom yang manis kerap digunakan sebagai penawar dari jamu pahit tersebut.

Namun yang kurang menjadi perhatian adalah sinom ini ternyata juga bisa diminum sebagai minuman ringan saat santai atau sedang dahaga. Maka dibuatlah produk es sinom dalam kemasan yang target marketnya anak-anak muda.

Bagaimana Es Sinom yang memiliki image minuman kesehatan, dan identik dengan minumannya orang tua ini bisa diterima oleh anak-anak muda, bahkan menjadi bagian dari lifestyle mereka?

Tim marketing bertugas untuk membangun branding, mulai dari pemilihan nama, logo, hingga tagline yang kekinian dan anak muda banget. Kemudian menyiarkan brand tersebut baik melalui offline seperti event, pameran, lomba dan lain-lain. Atau melalui online seperti pembuatan sosial media, website berita seputar anak muda, pembuatan konten video (vlog/series dll), hingga iklan yang mewakili anak muda banget. Sehingga masyarakat menangkap bahwa produk sinom ini adalah produknya anak muda.

Rentetan pekerjaan oleh tim marketing tersebut, kemudian menjadi value yang akan menjadi senjata bagi tim sales untuk menjual produk mereka. Tim sales tinggal mencari pembeli yang sudah “teracuni” oleh tim marketing, dan mendistribusikan produk hingga ke tangan konsumen.

Kemudian muncul pertanyaan, manakah yang lebih penting. Marketing atau sales?

Jawabannya adalah sama-sama penting, masing-masing memiliki peranannya, yang tidak bisa tergantikan satu sama lain. Orang marketing belum tentu bisa jualan, begitu pula sales belum tentu bisa mengerjakan pekerjaan marketing.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *