Rafting di Songa Adventure, Sungai Pekalen, Probolinggo

Beberapa kali membaca, melihat gambar ataupun video tentang rafting di beberapa lokasi di Indonesia, sontak membuat saya dan istri menjadi mupeng banget pengen nyobain. Pasti seru, pasti menantang dan sebagainya. Membayangkan berada di atas perahu karet, bermain dengan arus deras dan bebatuan besar saja mendadak membuat adrenalin kami meningkat. Pertanyaannya adalah, kapan dong kita bisa nyobain rafting? Hehe,

Setelah beberapa kali hunting di internet, lokasi rafting yang paling seru dan lokasinya dekat dengan tempat tinggal kami di Surabaya adalah di sungai Pekalen, Probolinggo. Songa Adventure adalah perusahaan penyedia rafting paling terkenal, ada dua lokasi rafting yang bisa dipilih, yakni Songa bawah dan Songa atas. Harga dan tantangannya pun beda, rafting di sungai Pekalen atas adalah lokasi paling menantang dan pasti harganya lebih mahal daripada di Songa bawah. Lokasinya ada di desa Ranu Gedang, Probolinggo, Jawa Timur.

Untuk menuju ke lokasi rafting, saya dan rombongan dari Surabaya menuju kota Probolinggo, melewati lokasi wisata pantai Bentar, kemudian nggak jauh ada papan petunjuk menuju ke lokasi Rafting. Berhenti di SPBU, kemudian naik mobil umum menuju ke basecamp Songa Adventure.

Di Basecamp kita registrasi, mendapat petunjuk dari petugas kemudian dibagi kelompok per perahu dan ada satu guide yang memang sudah terlatih mengendalikan perahu rafting. Di basecamp ada satu spot yang penting banget dan nggak boleh dilewatkan untuk berfoto, yakni di depan tulisan “Songa Adventure” gede banget di depan. Hehe,

Setelah dibagi per kelompok dan mendapat guide masing masing, kami masih harus naik mobil pick up lagi menuju ke lokasi sekitar 15-20 menit. Dan setelah mobil berhenti, ternyata kita masih harus jalan kaki lagi sodara-sodara, menuruni jalanan setapak sekitar 15 menit, dan di sinilah fisik kita benar-benar diuji. Capek beuttt!

Finally, sampai juga di sungai. Perahu-perahu karet rupanya sudah siap. Sebelum berangkat kami mendapat instruksi dari guide, apa saja yang harus dilakukan saat di arus atau bebatuan. Sebelum berangkat, kamipun kemudian berdoa bersama sama.

SIAAAP… BERANGKAAAAT……!!!!

Pertama kali meluncur rasanya deg-degan banget, tapi lama kelamaan terbiasa juga kok. Jadi di sepanjang track rafting di sungai Pekalen ini, di setiap jeram yang kita lewati ada namanya masing masing, agak-agak lupa sih namanya apa saja. Paling inget itu ada salah satu yang namanya “Jeram Inul”, diberi nama Inul karena memang ketika kita sampai di sini, perahu karet biasanya tersangkut batu besar, dan kita diharuskan goyang-goyang agar bisa jalan lagi. Rupanya pengelola Songa Rafting juga memperhatikan keselamatan para raftingers, karena di setiap beberapa meter, terutama di titik-titik yang lumayan berbahaya terdapat beberapa petugas. Mereka stand by bila sewaktu-waktu ada raftingers yang tenggelam atau mengalami kesulitan.

Beberapa kali juga melewati sarang kelelawar, ditandai dengan bau yang menyengat. Ribuan kelelawar terlihat menggantung di langit-langit semacam goa, agak serem tapi menarik, baunya aja sih yang nggak enak banget. Berasa hidung ditusuk tusuk.

Kalau ditanya capek atau nggak, pasti capek lah. Kami berhenti di dua titik. Titik pertama ada spot untuk foto-fotoan, kalian bisa membawa kamera sendiri asalkan benar-benar terlindungi dari air/water proof. Atau membayar foto dari petugas yang ada di sana, mereka biasanya membawa kamera SLR. Dan titik yang kedua adalah rest area, ini adalah titik pemberhentian paling ditunggu. Di rest area kita beristirahat sambil disuguhkan pisang goreng dan teh jahe hangat. Pas banget buat mengembalikan tenaga yang terkuras.

Lepas dari rest area, kami pun melanjutkan perjalanan sekitar 30 menit sampai ke titik akhir. Total estimasi rafting di atas air saja sekitar 3 jam. Belum termasuk perjalanan dari basecamp ke sungai PP yang ditempuh sekitar 30 menit. Total perjalanan rafting dari basecamp sampai balik ke basecamp lagi sekitar 3,5-4 jam. Hosh, dijamin puaaassss!

Sampai di basecamp kita disuguhi makan dengan aneka menu tradisional seperti sambel korek, tahu-tempe, ikan goreng, dan lain-lain. Mantapnyaaa!

Jadi, masih nggak mupeng nih buat nyobain rafting di sungai Pekalen, Probolinggo. Jangan mati dulu deh sebelum kesini! 😀

You may also like...

5 comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *