Pesan Bagi Para Suami Saat Istrinya Sedang Hamil

Pesan Bagi Para Suami Saat Istrinya Sedang Hamil – Kehamilan bagi pasangan suami-istri tentunya adalah hal yang sangat membahagiakan, terlebih bagi mereka yang telah lama mengidam-idamkan hadirnya seorang anak. Merawat kehamilan adalah hal yang sangat penting baik dari segi kesehatan maupun dari segi psikologis. Dari segi kesehatan misalnya dengan memeriksakan kandungan ke dokter atau bidan setiap sebulan sekali, scan USG juga kadang diperlukan untuk mengontrol posisi tubuh maupun keadaan bayi dalam rahim. Selain itu biasanya oleh dokter atau bidan, ibu hamil akan diberikan beberapa vitamin, kalsium maupun rekomendasi asupan apa saja yang sebaiknya dikonsumsi ataupun dihindari. Semua hal tersebut dilakukan semata-mata untuk kesehatan bayi.

Selain dari segi kesehatan, ada juga beberapa peramutan kehamilan dalam bentuk psikologi. Seperti misalnya sering mengajak bicara si bayi dalam perut, memutarkan musik-musik klasik atau bacaan Al Quran yang kabarnya bisa meningkatkan IQ si anak. Ataupun menjaga perasaan si ibu agar tetap stabil. Untuk itu, penting bagi para suami untuk memperhatikan dan melakukan hal-hal berikut saat istrinya sedang hamil.

pesan bagi para suami saat istrinya sedang hamil
Foto kehamilan anak kami yang ke-dua

Menjadi Suami Siaga

Menjadi suami siaga, bukan berarti hanya siap, antar dan jaga. Tetapi harus benar-benar siaga atas segala kemungkinan yang bisa terjadi. Mengawasi setiap perubahan yang terjadi pada istri, misalkan istri terlihat menjadi lebih kurus, barangkali makannya mulai tidak teratur. Suami haruslah siaga akan hal seperti ini, apakah itu dengan menyuapi istrinya atau memberikan makanan yang disukai oleh istri. Asalkan makanan tersebut bukan makanan yang dilarang oleh dokter. Mengingatkan istri untuk selalu minum vitamin, susu dan sebagainya. Kalau istri lagi lemas, tugas suamilah yang melayani istrinya dengan menyiapkan obat atau membuatkan susu. Usahakan agar hal-hal sekecil apapun tidak luput dari kesiagaan suami.

Sabar Ketika Istri Suka Marah-Marah

Penting diketahui oleh para suami bahwa wanita hamil itu cenderung lebih suka marah, hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang kadang kurang stabil, sehingga istri jadi lebih peka dan sensitif. Bahkan kadang bau badan suaminya saja bisa bikin marah, padahal bagi orang yang tidak hamil bau badan tersebut tidak begitu menyengat. Bersikaplah selalu sabar, jangan ikut marah apalagi membentak. Kondisi istri yang down seperti itu bisa membawa efek buruk bagi bayi yang dikandungnya. Upayakan agar istri selalu dalam keadaan senang dan terhibur, misalnya dengan mengajaknya ngobrol atau jalan-jalan.

Mengambil Alih Pekerjaan Rumah yang Berat

Kalau biasanya istri banyak mengerjakan pekerjaan rumah yang lumayan berat, saat hamil sebaiknya para suami mengambil alih pekerjaan tersebut. Seeperti misalnya mencuci baju, cuci piring, beres-beres rumah dan sebagainya. Karena kondisi istri yang sedang hamil, tidak boleh terlalu capek, atau mengangkat beban-beban yang terlalu berat. Istri yang sedang hamil haruslah banyak beristirahat. Tapi bukan berarti menyuruh istri hanya tidur seharian saja, hal ini justru akan membawa efek tidak baik bagi kehamilan. Biarlah istri tetap melakukan kegiatan sehari-hari, hanya mungkin porsinya yang dikurangi.

Menemani Istri Jalan Kaki

Baik dokter maupun bidan, biasanya menganjurkan seorang wanita hamil untuk banyak berjalan kaki. Hal ini bertujuan melatih dan memperkuat otot-otot pinggul, sehingga saat proses melahirkan nantinya jadi lebih kuat. Karena apabila seorang wanita tidak kuat ketika melahirkan, maka proses kelahiran terpaksa harus melalui operasi (Cesar). Untuk itu, sebaiknya para suami rutin menemani istrinya jalan kaki setiap pagi atau sore hari. Tidak perlu jalan terlalu jauh, cukup semampunya aja, asalkan dilakukan dengan rutin akan membantu menguatkan otot-otot pinggul. Istri nggak akan malas jalan kaki kalau suami mau menemani sambil mengajak ngobrol atau menikmati lingkungan sekitar.

Memberi Pijatan Saat Malam

Istri yang sedang hamil, itu artinya dia sedang membawa beban yang lebih berat daripada ketika saat tidak hamil. Hal inilah yang membuat istri menjadi lebih sering merasa pegal-pegal. Sebagai seorang suami sebaiknya jangan malas memberi pijatan kepada istri di sekitar kaki, punggung maupun pundak. Selain agar capek-capek istri hilang, istri juga merasa lebih tenang dan terlindungi.

Tidak Berkata Atau Berperilaku Buruk

Hal ini sebenarnya mitos, di Jawa suami yang istrinya sedang hamil tidak boleh berkata atau berperilaku buruk. Konon katanya akan membawa karma bagi anaknya. Pun juga seorang suami tidak boleh menyembelih hewan atau memancing ikan, yang katanya bisa berakibat buruk bagi anak yang ada di dalam kandungan. Kalau tidak percaya dengan mitos tersebut sih ya nggak apa-apa, kita ambil positifnya saja. Mau istri hamil atau tidak, berkata atau berperilaku buruk sebaiknya jangan dilakukan. Karena hal itu bisa membawa dampak buruk juga bagi kita.

Semoga dengan perlakuan yang baik kepada istri hamil, bisa memberi dampak yang baik pula bagi istri dan anak yang dikandungnya. Dan semoga anak kita bisa menjadi anak yang bisa dibanggakan, serta bisa mendoakan kita dan sama sama menjadi orang-orang yang khusnul khotimah. Amin!

You may also like...

3 comments

  1. setuju bngt dengan ulasan diatas mas, apalagi kalok istri sudah marah, solusinya diam ajaa, 🙂

    Elangg: Iya diamin dulu sebentar, habis gitu dirayu lagi pake gombalan maut! 😀

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *