Pencairan Dana JHT 100% di BPJS

tips cara mengurus pencairan dana jht bpjs 2016, pencairan dana jht 100

Kalau kemarin saya share tentang mengurus perpanjangan SIM di Colombo, Surabaya, kali ini saya mau sharing lagi cerita tentang proses pencairan dana JHT (jaminan hari tua) dari BPJS 2016. Buat yang sudah resign dari pekerjaannya dan pernah mengikuti program BPJS ketenaga kerjaan, sejak September 2015 kemarin ada perubahan prosedur pencairan dana JHT.

Saya sejak Januari 2016 kemarin, mundur dari perusahaan tempat saya bekerja dan memutuskan untuk berwiraswasta. Sesuai dengan informasi yang saya terima saat resign kemarin, dana JHT bisa diambil 100% dua bulan setelah terhitung mundur dari perusahaan. Jadi saya baru bisa mencairkan dana JHT saya di bulan Maret ini. Namun yang jadi masalah adalah, ternyata prosedur pencairan dana JHTΒ  sekarang beda banget dari jaman waktu masih JAMSOSTEK kemarin, agak sedikit ribet dan ada persyaratan yang ditambah.

Kalau dulu jaman masih JAMSOSTEK, pencairan dana JHT cukup membawa kartu keanggotaan, kartu keluarga dan KTP, satu jam sudah bisa cair tunai. Kalau sekarang beda.

Untuk yang berniat mencairkan dana JHT-nya, saya beri contekan persyaratannya.

  1. Kartu keanggotaan BPJS ketenaga kerjaan kalian
  2. KTP dan fotokopian 1 lembar
  3. Kartu keluarga dan fotokopian 1 lembar
  4. Buku rekening bank atas nama sendiri, tidak boleh atas nama orang lain. Jadi kalau kalian nggak punya buku tabungan atas nama sendiri, wajib membuat di bank mana saja terserah. Kemudian halaman muka di fotokopi.
  5. Referensi/surat pengalaman kerja dari perusahaan tempat kalian dulu. Bagi yang resign terhitung sejak bulan September 2015, surat pengalaman kerja harus dilegalisir di DISNAKER. Bagi yang resign sebelum bulan September, tidak perlu.
  6. Mengisi formulir pencairan JHT di kantor BPJS ketenaga kerjaan.

Tips Mengurus Pencairan Dana JHT BPJS

Sebelum mengurus pencairan dana JHT, ada baiknya kalian datang dulu ke kantor BPJS ketenaga kerjaan untuk menanyakan persyaratannya, barangkali persyaratan yang saya tulis di atas sudah berubah lagi. INGAT, bertanyalah pada petugas, bukan kepada orang yang sama-sama mengurus. Karena belum tentu informasi yang kalian dapatkan itu akurat. Kalau ternyata prosedur dan persyaratannya masih tetap sama, ada baiknya kalian membaca tips-tips yang akan saya bagikan agar lebih cepat dan nggak perlu bolak-balik karena ada hal yang masih belum beres.

Persiapkan Buku Tabungan Atas Nama Kalian

Hal ini sifatnya wajib, artinya kalau kalian belum mempunyai buku tabungan, sebaiknya buat rekening tabungan di bank mana saja, terserah. Karena persyaratan dari BPJS sendiri tidak meengharuskan mempunyai tabungan di bank tertentu, dari yang saya lihat waktu mengurus JHT kemarin, buku tabungan yang dibawa orang-orang bervariasi kok. Karena buku tabungan tersebut digunakan untuk mentransfer dana JHT kalian. Jadi kalian nggak bisa mencairkannya tunai seperti saat JAMSOSTEK dulu.

Legalisir Surat Pengalaman Kerja/Referensi di DISNAKER

Kalau kalian resign lebih dari bulan Sepetember 2015, surat referensi tersebut harus dilegalisir di DISNAKER. Datang saja ke DISNAKER di kota kalian, siapkan surat pengalaman kerja/referensi beserta fotokopian dua lembar. Untuk fotokopian tersebut, satu lembar untuk dokumen DISNAKER, dan satu lembar lagi dikembalikan ke kalian beserta tanda tangan dan stempel. Gratis alias tidak dipungut biaya apapun, kecuali mungkin biaya parkir motor Rp 2000. πŸ˜€

Fotokopi Semua Persyaratan

Semua persyaratan seperti KTP, kartu keluarga dan buku tabungan harus di fotokopi satu lembar. Kemudian sebelum berangkat ke kantor BPJS, pastikan semua peryaratan dibawa baik yang asli maupun yang fotokopian. Karena kalau kalian hanya membawa fotokopian saja, tetap tidak akan diterima. Hukumnya WAJIB!

Datang ke Kantor BPJS Jam 6 Pagi

Kemarin saya datang jam 11 siang, dan langsung ditolak oleh petugas. Tapi untungnya bapak petugas tersebut menjelaskan dengan ramah dan gamblang. Kantor BPJS memang buka mulai jam 8 pagi, tapi karena antrian yang membludak, maka formulir dibatasi untuk setiap harinya.

Ketika saya datang ke kantor BPJS jam 6 pagi, ternyata sudah ada beberapa orang yang sudah mengantri bahkan dari jam 5 pagi. Gila! Datang sepagi itu memang tidak akan langsung diproses, kita hanya diminta KTP untuk mengantri, kemudian bisa ditinggal dan kembali lagi sebelum jam 8. Jumlah orang yang mengumpukan KTP dibatasi sebanyak formulir yang akan dibagi. Pengalaman saya kemarin, pengumpulan KTP sudah ditutup dari jam 06.30, itu artinya jatah formulir untuk hari itu sudah habis. GILA!

Setelah mengumpulkan KTP, kalian bisa pulang atau kemana dulu, dan kembali lagi sebelum jam 8 untuk dipanggil satu persatu. Setelah dipanggil, petugas akan memeriksa kelengkapan dokumen. Bagi yang persyaratannya sudah lengkap, akan mendapat formulir untuk diisi dan dikembalikan lagi untuk mendapat nomer urutan. Bagi yang belum lengkap, silakan dilengkapi dulu! Itulah pentingnya melengkapi semua persyaratan agar tidak bolak balik antri. Kebanyakan dari orang yang saya temui, mereka sudah beberapa kali datang dan kembali hanya karena persyaratannya kurang.

Setelah mengisi formulir dan mendapat nomer antrian, tinggal menunggu dipanggil. Sebenarnya prosesnya cepat banget kok, jadi lama hanya karena antrian yang segitu banyak. Setelah dipanggil kita disuruh memeriksa data kembali, mengecek jumlah saldo, foto dan tanda tangan. Dana JHT akan ditransfer ke rekening bank kita sekitar 7-10 hari, sekali lagi DANA AKAN DITRANSFER KE REKENING BANK KITA SEKITAR 7-10 HARI. Dan kelar sudah, tinggal menunggu uang kita masuk.

nb: Tips di kantor BPJS ini atas pengalaman saya mengurus di kantor BPJS Rungkut, Surabaya. Bisa jadi di tempat lain berbeda, untuk itu jangan pernah ragu untuk bertanya kepada petugas sedetil-detilnya.

Terima kasih sudah membaca! πŸ™‚

You may also like...

4 comments

  1. El, kalo saya pengen nyairin dana itu gimana ya, bingung. Selama ini blm pernah punya atau ikut bpjs πŸ˜€

    Elang: Hahaha, tunggu job nulis aja mabak Yul, nanti juga cair sendiri πŸ˜€

  2. Kalau mengikuti prosedur sepertinya nggak rumit ya, Mas πŸ™‚

    Elang: Gampang-gampang susah sih, masalahnya ada perubahan prosedur yang sosialisasinya belum merata aja.. πŸ˜€

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *