Naik Motor Dari Surabaya Ke Balekambang Cuman Empat Jam

Kalau cuma pergi ke Malang dari Surabaya sih saya paling sering menggunakan motor untuk transportasinya. Secara saya kan biker independent alias pecinta mengendarai motor, touring dan sebagainya yang nggak pernah terikat sama klub/komunitas manapun. Dulu sih kepengen sebenernya ikut komunitas motor, tapi entah rasanya kurang sreg aja sih. Lagian pasti saya nggak bakalan sempat buat ngikutin kegiatan-kegiatan yang diadakan di komunitas seperti kumpul tiap weekend, bakti sosial ataupun touring bareng mereka. Palingan biasanya saya ngajakin sahabat atau saudara buat touring kalau pas lagi ada waktu luang.

balekambang malang

Dulu, perjalanan ke Balekambang, Malang dengan motor pertama kali itu aslinya bermodalkan nekat. Hanya bermodalkan peta yang saya dapat dari internet, diprint terus berangkat deh. Sempet nyasar beberapa kali, terus nanya-nanya ke penduduk setempat. Destinasi yang saya tanyakan waktu itu adalah Gondanglegi. Karena setelah menemukan lokasi Gondanglegi akan ada papan-papan penunjuk jalan menuju lokasi wisata Balekambang, jadi bakalan lebih mudah tanpa harus bertanya-tanya.

Dari lokasi Gondang legi ke Balekambang masih sekitar belasan kilometer lagi, nggak akan bosen sih kalau naik motor rame-rame. Lagian pas mendekati lokasi Balekambang kita bakal disuguhi oleh pemandangan alam yang cukup asoy, di kiri kanan akan didominasi oleh pepohonan beserta kali yang bening dan mengalir deras. Jadi jangan kaget saja kalau kadang terlihat ada orang yang mandi di kali sana. 🙂

Ada satu tanjakan yang cukup ekstrim, sebelum menaiki tanjakan tersebut ada papan penunjuk yang bertuliskan “Tanjakan curam, gunakan gigi satu”. Kira-kira tulisannya seperti itu, hehehe. Maksudnya adalah untuk kendaraan yang mau melewati tanjakan tersebut mending gunakan gigi satu biar kuat naiknya, ngga tahu lagi nih kalau menggunakan kendaraan yang nggak bergigi alias matic.

Memasuki lokasi Balekambang, yang terlihat di kiri kanan hanya pepohonan besar. Kemudian ada loket tempat membayar tiket masuk lokasi wisata. Dan sekitar 200-300 meter kemudian baru terlihat pantai yang asoy, bikin mata melek. Air yang berwarna biru, pasir putih, bentangan tanaman bakau/mangrove, dan yang paling menarik perhatian adalah sebuah pantai kecil di tengah laut, yang ternyata adalah sebuah Pura. Pulau ini berbentuk seperti mengambang, mungkin karena inilah pantai ini disebut Balekambang. Kata orang sih mirip sama Tanah Lot di Bali. Untuk menuju ke pulau kecil itu dihubungkan oleh jembatan kecil untuk pejalan kaki. Dan karena Pulau ini adalah sebenarnya sebuah Pura yang merupakan tempat beribadah umat Hindu, ada larangan bagi wanita yang sedang datang bulan memasuki lokasi ini. Katanya sih kalau melanggar bakal kena musibah.

Saat air laut nggak seberapa tinggi, kita dibolehkan untuk bermain-main air pantai. Nggak jarang pula pengunjung yang mandi dan berenang.

Estimasi perjalanan dari Surabaya ke Balekambang sekitar empat jam menggunakan motor dengan kecepatan nggak lebih dari 80 km/jam. Plus beberapa kali berhenti, hehe maklum kalau kelamaan di motor pantat bisa panas juga. Namun begitu saya paling seneng kalau touring pake motor, lebih bisa menikmati perjalanan. Siapa tahu juga bisa menemukan hal unik yang nggak kita temukan saat naik kendaraan lain. Hehehe 😀

You may also like...

One comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *