Museum Pers Surakarta, Saksi Bisu Kemajuan Dunia Kewartawanan Indonesia

Museum Pers Surakarta atau disebut juga dengan Monumen Pers Nasional, merupakan sebuah museum yang menyimpan banyak koleksi yang berhubungan dengan dunia pers Indonesia. Gedung yang didirikan sejak tahun 1918 ini, juga menjadi saksi dari begitu banyak peristiwa penting yang sangat mempengaruhi kemajuan media massa dan dunia kewartawanan. Mengunjungi tempat bersejarah ini akan lebih baik jika menggunakan sewa mobil Solo 24 jam. Kita bisa memilih untuk menggunakan jasa driver ataupun tidak.

museum pers surakarta

Peta : https://goo.gl/maps/Dj3WW6bE62o

Peristiwa dan Kegiatan Yang Terjadi di Museum Pers Surakarta

Koleksi yang dimiliki oleh Museum Pers di Surakarta adalah surat kabar serta majalah yang terbit sejak sebelum masa revolusi. Terdapat juga berbagai peralatan komunikasi seperti pemancar dan telepon. Peninggalan-peninggalan para jurnalis yang hidup di berbagai jaman pun ditemui. Peninggalan tersebut berupa mesin ketik, kamera dan lain-lain. Diorama-diorama yang menggambarkan berbagai peristiwa penting juga dipamerkan. Beberapa peristiwa tersebut bahkan terjadi di gedung Monumen Pers ini. Peristiwa dan kegiatan yang terjadi di museum pers tersebut adalah:

1.Perintisan Radio Republik Yang Pertama

Monumen Pers Nasional berada di gedung yang didirikan pada tahun 1918. Seorang Pangeran Surakarta yang bernama Mangkunegara VII menjadi pemrakarsa berdirinya gedung yang diberi nama Societeit Sasana Soeka. Tujuan awal pendiriannya adalah sebagai tempat atau balai perkumpulan serta ruang pertemuan. Akhirnya pada 1933, Sarsito Mangunkusumo bersama sejumlah insinyur yang berkumpul di gedung tersebut merintis berdirinya radio republik yang pertama kali dioperasikan oleh kaum pribumi.

2.Pembentukan Persatuan Wartawan Indonesia

Peristiwa penting lainnya yang berlangsung di Museum Pers adalah pembentukan Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI. Peristiwa ini terjadi pada 9 Februari tahun 1946. Sepuluh tahun kemudian, saat perayaan pendirian PWI tersebut, beberapa wartawan ternama Indonesia menyarankan berdirinya sebuah yayasan yang menaungi Museum Pers Nasional. Museum itu sendiri baru diresmikan tahun 1978. Diorama yang menggambarkan pembentukan PWI ditempatkan di Museum Pers Surakarta. Jika ingin melihatnya, bisa digunakan yang akan menjemput dan mengantarkan hingga tempat tujuan.

3.Seminar Rutin Seputar Pers

Setelah Museum Pers resmi berdiri, telah dilakukan berbagai kegiatan yang bertujuan memajukan dunia kewartawanan di tanah air. Salah satu kegiatan tersebut adalah seminar rutin yang membahas seputar pers, komunikasi dan media. Selain itu juga diselenggarakan berbagai pameran media dengan beragam tema. Hari Kemerdekaan, Sumpah Pemuda dan Hari Pers Nasional menjadi tema-tema yang diangkat dalam pameran tersebut.

4.Kontes Fotografi dan Pameran Keliling

Pihak pengelola Museum Pers berusaha keras meningkatkan jumlah pengunjung. Salah satu usaha tersebut adalah memperkenalkan museum melalui media sosial. Pihak pengelola mengadakan kontes fotografi melalui laman Facebook. Selain kontes melalui media sosial, pameran-pameran keliling juga dilakukan ke beberapa kota. Sejumlah koleksi museum turut dipamerkan pada pameran tersebut. Kegiatan-kegiatan ini ternyata mendapat respon positif dan mampu meningkatkan jumlah pengunjung di tahun 2013.

Dengan mengunjungi Museum pers, kita dapat mengetahui banyak hal tentang sejarah perkembangan kewartawanan di Indonesia. Karena itu saat mengunjungi museum ini, kita dapat mengajak putra-putri tercinta untuk bersama-sama mempelajari sejarah. Anak-anak akan merasa nyaman jika perjalanan menuju museum menggunakan yang disediakan oleh DOcar. Kita dapat memesannya dengan mudah secara online, melalui berbagai perangkat seperti smartphone maupun tablet. Mobil yang dipesan akan segera datang dan mengantarkan kita menuju museum dengan nyaman.

Sewa mobil Solo 12 jam dapat dipesan secara online melalui . Mobil ini dapat digunakan mengunjungi Museum Pers yang pernah menjadi tempat peristiwa-peristiwa penting.

You may also like...

One comment

  1. Lokananta adalah perusahaan label rekaman pertama di Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada tanggal 29 Oktober 1956 di kota Solo, Jawa Tengah. Nama Lokananta sendiri berasal dari nama seperangkat gamelan yang berada di Suralaya, istana para dewa-dewa di Khayangan. Gamelan tersebut dipercaya dapat berbunyi sendiri tanpa harus ditabuh. Visi utama dari Lokananta ini adalah menyebarkan kebudayaan (spread culture). Hal ini ditunjukkan dengan hasil-hasil rekaman Lokananta yang kebanyakan adalah musik keroncong, ataupun rekaman gending karawitan. Sedangkan, fungsi utama Lokananta adalah sebagai Major Label pertama dan satu-satunya radio rekaman di Indonesia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *