Hal-Hal Berbau Modus yang Biasa Dilakukan Jomblo Terkait Mitos di Malam Satu Suro

Malam tahun baru Islam atau yang biasa disebut dengan malam satu Suro, bagi masyarakat Indonesia khususnya memiliki makna yang khusus. Entah darimana dan siapa yang memulainya, ada beberapa mitos yang menjadi tradisi kemudian menjadi kepercayaan yang bagi beberapa masyarakat haram untuk ditinggalkan.

Ternyata, ada loh jomblo-jomblo yang memanfaatkan mitos-mitos di malam satu Suro, untuk melancarkan modus-modus mereka. Modus seperti apa saja yang biasa dilakukan jomblo terkait mitos-mitos di malam satu Suro?

Hal-Hal Berbau Modus yang Biasa Dilakukan Jomblo Terkait Mitos-Mitos di Malam Satu Suro

modus yang biasa dilakukan jomblo

Malam Satu Suro Adalah Lebarannya Para Hantu, Arwah Leluhur Juga Biasanya Pulang ke Rumah

Sejak dulu, masyarakat Indonesia percaya kalau malam satu Suro adalah lebarannya para hantu, dimana hantu-hantu pada malam itu biasanya melakukan aktifitas. Yang mana biasanya terkait dengan penampakan-penampakan terhadap manusia. Selain itu, dipercaya juga arwah leluhur biasanya pulang ke rumah untuk menjenguk keluarganya.

Nah, di sinilah para jomblo bisa-bisanya memanfaatkan momen ini. Pendekatan sama gebetan, sambil bilang mitos kalau hantu sedang berkeliaran. Kalau si gebetan mulai merasa takut, kesempatan buat jomblo biar bisa deket-deket terus. Apalagi kalau pas nganterin pulang, di rumah lagi nggak ada orang. Keluarga si gebetan lagi ngumbah keris, pas banget kalau diceritain arwah leluhur sedang pulang ke rumah. Jadi deh si jomblo nggak dibolehin pulang dulu, minta ditemenin. Aseeek!

Baca juga: 

Malam Satu Suro Adalah Awal Dari Bulan Sial, Tidak Boleh Mengadakan Hajatan

Di dalam kepercayaan masyarakat, bulan Suro adalah bulan yang sial. Tidak diperkenankan untuk mengadakan hajatan penting seperti pindahan rumah, beli tanah/rumah/kendaraan, termasuk tidak boleh mengadakan acara pernikahan di bulan Suro. Jomblo nih, suka modus kalau ditanyain “kapan nikah?” mendekati bulan Suro, jawabannya pasti pamali, nggak boleh nikah di bulan suro biar rumah tangganya nggak sial!

“Weleh, ada ada saja toh mblo…”

Biasanya Diadakan Kirab / Pawai Menyambut Bulan Suro

Banyak dari masyarakat yang mengadakan kirab atau pawai keliling kampung dalam menyambut bulan Suro, beragam hal dan atribut digunakan untuk memeriahkan kirab tersebut. Terutama yang paling ramai adalah kirab yang diadakan oleh para abdi dalem keraton di Jogja, berbagai jenis acara dan ritual tentu menarik perhatian banyak masyarakat. Dengan banyaknya masyarakat yang berduyung-duyung melihat kirab satu Suro, kesempatan banget nih buat para jejombloan untuk mencari mangsa. Pasti banget dong disana banyak makhluk cantik berkeliaran, saatnya buat para jomblo berburu. Kalaupun nggak ada satupun sasaran yang nyantol, ya setidaknya jomblo bisa puas cuci mata. Atau bisa senggol sana senggol sini saat lagi di kerumunan manusia, bopeng-bopeng deh mblo!

You may also like...

4 comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *