Mengajarkan Anak Untuk Bersikap Hormat Kepada Orang Lain

Sikap saling menghormati antara sesama manusia, adalah sikap yang harus ditanamkan bahkan mulai dari anak-anak. Bagi anak-anak yang kurang diajari tentang sikap menghormati orang lain, biasanya cenderung kurang sopan atau bahkan terkesan kurang ajar kepada orang yang lebih dewasa. Hal ini pada mulanya biasanya akan dimaklumi, toh namanya juga anak-anak. Akan tetapi kalau anak tidak diajari sikap menghormati orang lain sejak dini, khususnya kepada orang yang lebih dewasa, dikuatirkan akan terus berlanjut sampai si anak tumbuh dewasa.

Pentingnya mengajarkan sikap menghormati orang lain kepada anak, bisa membuat anak menjadi seseorang yang tidak hanya baik di mata masyarakat, bahkan bisa dipercaya untuk menerima mandat isimewa. Seperti misalnya dipercaya menjadi seorang pemimpin.

Belakangan dengan maraknya isu-isu negatif yang beredar di masyarakat, seseorang dengan sikap yang menghormati kepentingan orang lain sangat dibutuhkan untuk menjadi penetral dari hal-hal yang bersifat panas. Sehingga persatuan dan kesatuan bangsa bisa terus terjaga dengan baik.

Barangkali diantara kalian ada yang mempunyai anak, dan ingin mengajarkan tentang sikap saling menghormati, beberapa cara di bawah ini mungkin bisa diterapkan.

Mengajarkan Anak Untuk Bersikap Hormat Kepada Orang LainMengajarkan Anak Untuk Bersikap Hormat Kepada Orang Lain

Modeling

Anak-anak paling sering menirukan hal-hal yang mereka lihat, terlebih dari orangtua yang notabene lebih banyak menghabiskan waktu dengannya. Orangtua adalah role model bagi anak, bagaimana orangtua bersikap di depan anak, maka anak akan lebih mudah menirunya.

Untuk itu, orangtua wajib menunjukkan sikap menghormati orang lain agar anak dapat menirukannya pula. Seperti misalnya saat sedang di tempat keramaian, ada ibu-ibu lanjut usia yang membawa barang belanjaan cukup berat. Tunjukkan kita mau menolong ibu tersebut membawakan barang belanjaannya ke dalam mobil atau taksi yang akan dinaikinya.

Atau hal-hal kecil seperti membukakan pintu dan mempersilakan orang masuk terlebih dahulu saat sedang di toko, dan memberikan senyuman kepada orang yang kita temui. Hal ini akan mendoktrin anak untuk selalu melakukan hal yang serupa kepada orang yang ditemuinya.

Teaching

Teaching” berarti memberi pengertian kepada anak tentang bagaimana bersikap hormat kepada orang lain, serta mengapa harus seperti itu.

Ibarat seperti menerima sebuah pisau, apabila tidak diberi pengertian apa dan mengapa pisau tersebut diciptakan, takutnya pisau tersebut bisa membahayakan orang yang memegangnya.

Demikian pula dengan anak-anak yang masih polos. Penting untuk diberi tahu bagaimana harus bersikap agar bisa menghormati kepentingan orang lain, kemudian mengapa harus hormat. Seperti misalnya menunjukkan bagaimana perasaan seorang ibu-ibu tua, setelah kita bantu membawakan barang belanjaannya. Diskusikan juga bagaimana perasaan anak setelah membantu orang lain yang membutuhkan. Dengan menunjukkan hal-hal positif yang bisa didapat dengan sikap hormat tersebut, diharapkan anak akan dengan senang hati melakukan hal-hal yang serupa.

Training

Sekarang saatnya anak untuk mencoba melakukan hal-hal baik, mintalah anak untuk biasa senyum dan menyapa orang yang ditemuinya, membiasakan berbicara yang baik, sopan dan suka menolong.

Ajarkan juga anak untuk bertanggung jawab ketika mereka melakukan kesalahan, belajar meminta maaf serta memperbaiki hal-hal yang bisa diperbaiki saat itu juga seperti mengembalikan barang yang jatuh ke tempat semula.

Dengan memberikan pengajaran tentang menghormati orang lain, mudah-mudahan anak setelah dewasa nantinya bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik dan dihormati oleh orang-orang di sekitarnya.

You may also like...

2 comments

  1. Mengajarkan anak sopan santun adalah hal yang wajib dilakukan oleh orang tua, sopan santun sangat penting untuk anak. Perilaku anak ketika sudah dewasa sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan pembelajaran yang didapatnya ketika masih kecil. Jika anak sudah diajarkan sopan santun sejak dini dan dibiasakan secara terus menerus, maka kebiasaan itu akan tetap terbawa saat ia menginjak dewasa nanti.

  2. LAKUKAN KOREKSI SECARA SOPAN DAN LEMBUT, BUKAN MARAH
    Ketika anak membuat sebuah kebodohan atau kesalahan, jaga intonasi dan suara tetap terkontrol. Tetap upayakan kontak mata dan letakkan tangan di bahunya sembari menasihati. Gestur ini merefleksikan jika Anda mengoreksi anak karena kepeduliannya. Dan, bukan karena marah.
    Kesopanan yang diperlihatkan pada anak akan menunjukkan betapa berharganya anak di mata orangtua. Dan, orangtua ingin anak belajar dari kesalahannya serta selalu mendengarkan nasihat orangtua. Kelak, anak juga akan menjadi orang dewasa yang dapat menghormati dan menghargai orang lain.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *