Maritjee Bag And Accessories : Memanfaatkan Karung Bekas Terjual Hingga Ke Berbagai Negara

Siapa yang menyangka, bahan-bahan tidak terpakai dengan nilai jual sangat rendah mampu disulap menjadi barang baru yang bernilai tinggi. Adalah Maria Goretti yang memiliki tangan ajaib serta inovasi yang hampir tidak terpikirkan oleh kebanyakan orang, memadukan antara seni dan fashion dengan bahan baku seperti bekas karung beras, karung goni bekas kemasan biji kopi, maupun kain blacu bekas tepung terigu menjadi bentuk tas maupun aksesoris yang bernilai hingga ratusan ribu Rupiah.

maritjee, tas recycle
Maria Goretti di workshopnya

“Awalnya hanya iseng, karena ibu bekerja di kantin jadi di rumah banyak sack bekas karung beras, saya bikin tas untuk dipakai sendiri,” ungkap Maria kepada ELANGG.com. Maria yang juga memiliki hobi melukis menuangkan bakat melukisnya pada tas buatannya, hal ini yang kemudian membuat seseorang asal negeri Kanguru, Australia tertarik untuk membeli sebagai hadiah untuk keponakannya.

“Sekitar tahun 2009, seseorang bernama James asal Australia yang tinggal di Inggris melihat blog saya dan tertarik membeli untuk hadiah buat keponakannya. Saat itu belum kepikiran untuk menjual, tapi dia –James- meyakinkan saya bahwa produk buatan saya akan laku dan memiliki nilai jual tinggi,” ungkap Maria.

Hal tersebut yang kemudian membuatnya berhenti bekerja dari sebuah perusahaan sepatu dan fokus untuk wirausaha di bidang ‘upcycled material’. Terlebih kemudian James pulang ke Australia dan bersedia menjadi distributor untuk tas-tas buatannya. Selain James, beberapa teman yang kebetulan tinggal di luar negeri juga tertarik untuk menjadi distributor. Sehingga terhitung Maria pernah mengirim produknya ke beberapa negara seperti Inggris, Australia, New Zealand, Virginia, Slovenia, Jepang dan beberapa Negara lain. Untuk saat ini Maria sedang menjajal pasar Eropa, ada distributor yang kebetulan ingin memasarkan di sana.

Karena konsep yang ditawarkan adalah produk upcycle, bahan yang digunakannya pun adalah bahan-bahan bekas. Seperti halnya limbah dari pabrik kulit, sisa-sisa potongan kulit tersebut lalu dimanfaatkan untuk dipadankan dengan tas buatannya. Hal tersebut yang kemudian menarik perhatian para turis internasional pada acara Bali Sprint Festival yang diikuti Maria bulan Maret lalu, mereka menyukai produk buatan Maria karena ‘story behind the product’.

tas karung goni, indonesia, usaha
Beberapa tas produk buatan Maria

“Awalnya para turis tidak begitu memperhatikan tas-tas saya, begitu saya becerita bahwa bahan baku pembuatan tas saya berasal dari karung goni dan limbah pabrik kulit, mereka langsung tertarik dan membelinya,” tutur Maria mengenang saat itu.

Untuk memenuhi permintaan pasar dalam menyuplai tas-tas buatannya, kini Maria dibantu oleh dua orang karyawan. Satu orang penjahit dan satu lagi bertugas memotong bahan, serta kadang dibantu oleh beberapa tenaga kerja borongan. Dalam sehari mereka bisa membproduksi dua buah tas dan beberapa aksesoris. Sementara untuk mendapatkan bahan-bahan goni kini Maria tidak begitu kesulitan, ada beberapa orang yang menjadi supplier tetapnya.

“Ambil karung goni nya di pedagang-pedagang, kalau di pabrik tidak bisa karena harus mengambil dalam jumlah besar,” ujarnya. Harga bahan baku kain goni pun beragam dari Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per lembarnya, untuk satu lembar karung goni bisa dibuat menjadi dua buah tas besar dan beberapa tas kecil serta aksesoris. Untuk satu buah tas besar Maria membanderol hingga Rp500 ribu, sementara untuk harga tas kecil dibanderol dengan harga Rp50 ribu. Sedangkan untuk tas dengan hand painted harganya bisa lebih dari itu, tergantung permintaan konsumen.

“Tas dengan hand painted harganya bisa lebih mahal, biasanya konsumen menuturkan maunya seperti apa, saya yang menuangkannya dalam bentuk lukisan, pengerjaannya pun lebih lama, satu buah tas bisa selesai dalam satu minggu,” terang wanita lulusan Desain Produk Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya tersebut.

Mengingat banyaknya pembeli dari luar negeri, Maria mempunyai misi ingin memperkenalkan budaya Indonesia melalui tas buatannya. Salah satu cara adalah memadukannya dengan kain-kain batik tradisional. Selain batik dia juga menggunakan kain Ulos asli Batak yang dibelinya langsung melalui teman yang tinggal di Sumatera. Ke depannya dia juga ingin mengangkat kain-kain tradisional dari daerah-daerah di Indonesia untuk dipasarkannya lebih luas ke mancanegara.

Maritjee Bag And Accessories
Owner : Maria Goretti Erit Mandiri
Alamat : Jl. Merpati No 51, Karang Pilang, Surabaya
No telp: 08563356442/08884800413
Website: www.maritjeestore.com

You may also like...

5 comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *