Mantan Atlet Difabel Asal Malang, Erik Irawan Tularkan Semangat Wirausaha Ke Sesama Difabel Dengan Berwiraswasta

Bicara soal wirausaha, siapapun dia punyak hak dan layak untuk bisa sukses meskipun memiliki kekurangan fisik. Seperti salah satunya mantan atlet yang pada tahun 2004 masuk di kontingen Jawa Timur pada Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas) XII di Palembang, yang sekarang berganti nama menjadi Paralimpiade Indonesia. Lewat kemampuan serta kemauan keras, dia sekarang sukses menjadi pengusaha cuci motor, karpet dan helm di kota asalnya, Malang bersama istrinya tercinta.

wirausaha difabel, erik irawan
Usaha cuci motor milik Erik Irawan. Foto: Radar Malang

Tidak hanya berhasil menjadi seorang wirausahawan, Erik juga bisa menularkan mental mandiri kepada rekan-rekan sesama difabel, dengan memberikan kesempatan bekerja di tempatnya.

Baca juga: Peluang Usaha Bisnis Rumah Keong

Ibunda Erik, Suherni berujar, bahwa banyak teman-teman sesama difabel yang kebanyakan tergabung dalam paguyuban difabel datang ke tempat Erik untuk bekerja. Erik sendiri tidak pernah membatasi siapa saja yang ingin bekerja padanya. Tetapi biasanya mereka tidak pernah bertahan lama bekerja di sana, biasanya bertahan antara 8 bulan sampai 3 tahun saja, tidak pernah lebih.

Seringnya anak-anak difabel yang bekerja di tempat cuci motor Erik keluar-masuk lantaran bukan karena tidak betah bekerja di sana, melainkan Team Bule Cuci Karpet dan Helm telah menjadi batu loncatan bagi mereka. Karena kemudian mereka mampu diterima bekerja di tempat lain, seperti bekerja di perusahaan atau membuka usaha sendiri.

Usaha yang dibuka dengan modal hasil menjadi juara cabang olahraga lari di Porcanas XII 2004 itu dipilih bukan hanya karena sesuai dengan kemampuan Erik, akan tetapi juga menjadi penyemangat dirinya dalam berwirausaha karena mampu melatih rekan-rekannya sesama difabel untuk lebih mandiri. Disamping itu, penghasilan dari usaha ini juga terbilang cukup lumayan untuk ukurannya.

Dalam sehari dia mampu meraih omset hingga Rp 150ribu atau Rp 4,5juta sebulan, yang dari pendapatannya itu sebagian digunakannya untuk menggaji karyawan dan biaya operasional.

Pada awalnya dulu, Erik masih bekerja sendiri dan terkadang istrinya ikut membantu mencuci motor. Semakin banyak pelanggan, kini Erik mampu menggaji dua orang karyawan. Sedangkan istrinya, Nita Rahmawati yang dinikahinya 2009 lalu kini banyak berperan sebagai pemegang administrasi, disamping mempunyai usaha sampingan penjualan minuman jus buah.

Erik dan Nita yang sama-sama difabel penyandang tunarungu dan tuna wicara saat ini sudah dikaruniai satu orang putri usia 7 tahun yang Alhamdulillah terlahir normal tanpa kekurangan fisik.

Baca juga: Maritjee Bag And Accessories : Memanfaatkan Karung Bekas Terjual Hingga Ke Berbagai Negara

Bagi pelanggan Team Bule Cuci Karpet dan Helm, tidak terlalu kesulitan dalam berkomunikasi dengan Erik dkk. Biasanya mereka berkomuikasi melalui isyarat tangan, bahasa bibir atau lewat tulisan. Atau yang mau mencoba berkomunikasi melalui bahasa isyarat Indonesia (Bisindo), di tempat cuci motor Erik ada banner yang bergambar bentuk-bentuk gerakan tangan isyarat huruf A sampai Z.

Team Bule Cuci Karpet & Helm ini berlokasi di jalan Bunga Vinolia, Malang. Buka antara jam 07.30-16.00, dan hanya libur pada hari-hari tertentu termasuk lebaran. Usaha ini sudah dirintisnya sejak 2005 lalu.

Mereka yang difabel saja mampu sukses berwirausaha, kenapa kita yang memiliki fisik normal harus berputus asa di satu atau dua kali kegagalan! Terus semangat untuk bangkit yuk! [Sumber berita]

You may also like...

One comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *