Manajemen Stress ala Bapak-Bapak

manajemen stress
Ilustrasi. image: Pixabay

Manajemen stress? Jurusan baru di universitas mana tuh?

Hehe, manajemen yang ini bukanlah sebuah nama jurusan di universitas manapun, melainkan murni adalah bagaimana mengatur diri, jasmani maupun rohani dari tekanan yang ditimbulkan oleh masalah-masalah dalam hidup. Tema ini yang akan diangkat BAPER’s TALK bersama saya, Ihwan Hariyanto dan Priyo Harjiyono minggu ini.

manajemen stress

Baca juga Manajemen Stress dari Ihwan Hariyanto & Priyo Harjiyono

Tema ini kami ambil bukan karena tanpa ada asal-usulnya, kalau beberapa waktu belakangan kalian mengetahui ada yang cukup viral. Ada seorang bapak-bapak yang akan melakukan bunuh diri dengan menggantung kaos kaki diri, yang disiarkan langsung (Live) melalui Facebook.

Agak miris membaca cerita tersebut (karena terus terang saya tidak tertarik untuk menontonnya). Antara membayangkan seseorang yang putus asa dengan  permasalahan dirinya, di sisi lain dia adalah gambaran masyarakat era saat ini, yang mana di dalam kehidupannya sudah teracuni oleh virus sosial media.

Saya tidak mengatakan saya adalah orang yang anti sosial media, tidak bisa dipungkiri juga saya termasuk salah satu dari masyarakat di era saat ini yang tidak bisa lepas dari internet dan sosial media. Tapi ya nggak semua-semua harus diunggah di sosial media juga, hehe..

Back to topic, akhirnya terinspirasi dari si bapak tersebut, kami coba mengambil pelajaran positifnya. Bahwa masalah seberat apapun di dunia ini, insha Allah pasti bisa diatasi. Bukankah Allah tidak memberikan cobaan melebihi dari kemampuan umat-Nya?

Salah satu yang bisa dilakukan seseorang agar tidak stress dan putus asa, apalagi sampai harus bunuh diri adalah manajemen stress.

Kalau ditanya apa saja sih yang bisa membuat saya menghilangkan stress dari pikiran, tentu ada beberapa hal. Berikut ini saya coba sebutkan beberapa hal untuk manajemen stress saya.

Keep Positive Thinking

Enak ya ngomong “positive thinking” di kala sedang tidak terkena masalah, hehe. Memang benar kok, saya juga biasanya agak mangkel gimana gitu ketika ada masalah dan butuh teman untuk curhat, eh yang dicurhati malah ceramah panjang lebar. Misalnya gini:

“Duh, gue gagal ujian praktek nih, alamat harus ngulang lagi semester depan. Stress gue!!”

“Lo sih, nggak belajar kali! Harusnya tuh ya, kalau mau ujian itu belajar, nyari materi di perpustakaan, latihan di rumah……… *bla bla bla

“@#!$%&@!!!”

Kan, mangkel!

Tapi ya bagaimana lagi, namanya masalah pasti akan hadir di setiap langkah hidup kita. Kalau nggak positive thinking yang ada malah putus asa dan stress berat. Yakin saja nanti ada jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi, meskipun terkadang harus melalui proses yang cukup menyakitkan. Hehe

Curhat

Nah, ini yang biasanya dilakukan banyak orang ketika menghadapi masalah. Curhat, atau bercerita tentang permasalahan kita kepada orang lain bisa menjadi obat stress juga. Dengan bercerita akan membuat hati kita yang sebelumnya tertekan menjadi lebih lega, ya walaupun teman curhat kita nggak bisa memberikan solusi secara langsung, namun cukup dengan mendengar keluhan kita, rasanya seperti pup yang ngganjel bisa keluar dan lega.

Orang yang saya curhati bisa siapa saja, tergantung permasalahan apa yang sedang saya hadapi. Terkadang istri, orangtua, sahabat atau bahkan tetangga tempat saya biasa ndayo. Karena setiap permasalahan ada tempatnya masing-masing, nggak mungkin kalau ada masalah pribadi curhatnya sama tetangga.

Bermain Dengan Keluarga

Buat saya, keluarga juga bisa menjadi obat kala sedang mengalami tekanan berat. Sekadar makan di luar, jalan-jalan ke tempat bermain atau sekadar nonton tivi bersama di rumah bisa menjadi hal yang menyenangkan kok. Kalau permasalahannya bersangkutan dengan istri di rumah, yah mainan saja sama anak-anak, mereka bagaimanapun bisa membuat hidup saya yang semula gelap menjadi terang kembali.

Tidur

Yess, yang terakhir, cara ampuh untuk meredam otak yang sedang kebul-kebul ya dengan tidur. Meskipun tidak bisa memberikan solusi secara langsung atas permasalahan kita. Dengan tidur, otak dan bodi kita mampu diistirahatkan sehingga ketika bangun, kita bisa berpikir lebih jernih untuk mencari solusi atas permasalahan yang kita hadapi.

Bagaimana dengan manajemen stress kalian gaes?

You may also like...

One comment

  1. Kalau curhat aku iyess, secara sejak zaman bujang emang suka curhat wakakakaka.
    Kalau tidur, aku cenderung susah tidur kalo lagi ada masalah hihihi.
    Emang namanya masalah itu akan selalu hadir, semoga kita bisa tetep setroong menyelesaikan masalah2 tersebut. Tetep yakin bahwa Allah ga akan kasih ujian melebihi kemampuan kita.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *