Mengapa Lulusan SD bisa Lebih Sukses Ketimbang Sarjana

Tulisan saya kali ini bukan untuk mengendor-kendorkan kalian untuk bersekolah setinggi mungkin, melainkan mari kita renungkan bersama-sama, apakah ini penyakit yang sudah menjalar kepada kita. Apakah mimpi kita mejadi orang sukses sudah sebanding dengan effort yang sudah kita lakukan. Karena ternyata banyak yang hanya lulusan SD atau SMP malah bisa lebih sukses daripada lulusan sarjana. Kalau begitu, buat apa sekolah tinggi-tinggi?

Dulu, Deddy Corbuzier pernah berkampanye, bahwa sistem kurikulum pendidikan di Indonesia kurang bisa mewadahi anak untuk menemukan bakat mereka. Anak/siswa setiap hari dicekoki dengan puluhan mata pelajaran, dimana siswa dituntut untuk menguasai semua jenis pelajaran tersebut. Kalau ada satu saja mata pelajaran yang kurang, kompensasinya adalah anak tersebut tidak dapat naik kelas/tidak lulus. Padahal minat dan bakat anak pada pelajaran itu berbeda-beda. Kecuali dia mau jadi guru SD yang harus menguasai setidaknya beberapa mata pelajaran. Ujung-ujungnya anak menjadi tertekan, takut tidak lulus, dan akhirnya mencoba untuk menghalalkan segala cara, yaitu mencontek. Mungkin ini yang menyebabkan tingkat kecurangan di pemerintah/dunia kerja menjadi tinggi, lah wong sudah diajarkan dari kecil kok.

Beberapa tokoh yang kita ketahui, mereka berhasil menjadi orang sukses meskipun tidak berhasil secara pendidikan formal. Sedangkan mereka yang sudah menjadi sarjana banyak yang menganggur, atau bekerja dengan taraf hidup yang segitu-gitu saja. Lalu apa dong alasannya, kenapa bisa begitu? Barangkali ada beberapa hal yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.

1. Mau Apa Lagi, Hanya Lulusan SD Bisanya Kerja Untuk Diri Sendiri

Pernahkah kita kepikiran tentang hal tersebut, mereka yang tidak memiliki ijasah tinggi pasti akan kalah dalam persaingan di dunia kerja. Mau melamar pekerjaan, pasti bakal ditolak, kalaupun ada kerjanya berat seperti jadi kuli dan sebagainya. Beberapa dari mereka justru lebih keras memutar otak, mengasah apa yang mampu dia kerjakan untuk bisa mencari uang. Mereka yang pernah belajar memasak akhirnya membuka usaha kuliner. Meskipun awalnya hanya sebatas jualan soto di pinggir jalan, kemudian bisa menyewa tempat, sampai akhirnya bisa mempunyai beberapa cabang.

Sedangkan bagi mereka yang mempunyai ijasah, pasti akan lebih santai. Ah, dengan gelar sarjana pasti gampang mencari pekerjaan. Banyak kok yang mau menerima sarjana untuk jadi karyawan, yah meskipun gajinya segitu-gitu aja sih.

2. Hah, Masa Sarjana Harus Dorong Gerobak?

Ya, masa lulusan S1 dengan gelar sarjana teknik harus dorong gerobak soto untuk mencari uang? Gengsi men! Beda dengan mereka yang tidak mempunyai gelar sarjana, atau hanya sebatas lulusan SD/SMP. Anything for eat! Apa yang mau digengsikan, hanya ijasah SD. Kalau mau makan ya harus bekerja. Karena tidak adanya rasa gengsi inilah yang kemudian membuat mereka yang hanya lulusan SD/SMP mau bekerja dari bawah-sebawah-bawahnya. Segala asam garam kehidupan, jatuh bangun mau mereka lakoni. Segala ilmu marketing, penjualan dan apapun yang diajarkan di fakultas ekonomi mampu mereka lahap dari pengalaman hidup.

Hal inilah yang menjadikan mereka bisa sukses, mereka tidak gengsi untuk melakukan pekerjaan ‘bawah’. Berkeringat dan berdebu mau mereka jalani. Dari pemulung sampai menjadi juragan barang bekas, dari tukang sablon sampai mempunyai factory outlet sendiri.

3. Manis Pahit Hidup, Mengajarkan Mereka Untuk Kuat

“You can read the tutorial all day, but you’ll only improve by doing!”

Sebanyak apapun buku yang kamu baca, kamu nggak akan bisa tanpa melakukan tindakan. Mereka yang tidak memiliki ijasah tinggi, dipaksa untuk memutar otak, bekerja keras dimulai dari bawah. Tidak menutup kemungkinan mereka yang sudah makan asam garam lebih memahami ilmu ekonomi daripada mereka yang belajar di fakultas ekonomi. Dan yang paling penting adalah, mereka lebih dulu ditempa oleh kerasnya hidup, sehingga ketika mereka jatuh, mereka lebih bisa untuk bangkit lagi.

Mereka yang belajar di fakultas mungkin menguasai tentang teori pemasaran, branding, pelayanan masyarakat dan sebagainya, tapi mereka belum belajar mengenai bagaimana bangkit dari keterpurukan. Dengan ilmu kerasnya dunialah yang barangkali membuat lulusan SD/SMP lebih menguasai bagaimana harus hidup.

Itulah beberapa hal yang mungkin menjadi alasan kenapa lulusan SD/SMP bisa lebih sukses ketimbang mereka yang lulus S1 atau S2. Bagi kalian yang sudah memilki gelar namun masih merasa belum bisa sukses, mungkin tulisan kali ini bisa jadi bahan renungan kita. So, up up and away!

 

*Tulisan ini ditulis ulang dengan bahasa saya sendiri, diambil dari e-book SELF MOTIVATION (strategimanajemen.net) 🙂

 

You may also like...

6 comments

  1. karena biasanya orang yang merasak kurang daya juangnya lebih tinggi daripada orang yang selalu mendapatkan kemudahan. Manusia sih biasanya begitu 🙂

  2. kadang, yang lulusan SD itu lebih banyak terjun di lapangan karena kondisi yang terpaksa harus begitu, padahal sebenarnya mereka juga ingin sekolah sampe sarjana. mau SD atau sarjana, urusan sukses itu urusan kemauan menurutku, lek sarjana tapi males ya sami mawon bodornya

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *