Kebablasan Saat Mau ke Floating Market, Lembang

Seminggu kemarin saya bersama istri dan anak-anak mudik ke Bekasi, karena lebaran tahun ini sepertinya tidak bisa mudik dikarenakan istri sedang hamil besar. Dan saat pulang ke Bekasi kemarin, kami menyempatkan untuk jalan-jalan ke Bandung, ke rumah beberapa saudara. Salah satunya adalah rumah kakak ipar, di daerah Gadobangkong, Bandung Barat.

Di Bandung kami menginap satu malam, dan salah satu saudara menyarankan untuk jalan-jalan ke Lembang. Ke Bandung kalau nggak ke Lembang kayaknya kurang afdhol. Kalau ke Tangkuban Parahu atau Kawah Putih sih kami sudah pernah, jadi ada dua tempat yang jadi pilihan saat itu, yakni Farm House atau Floating Market. Pengennya sih dua-duanya, karena kebetulan dua-duanya terletak di lokasi yang satu arah. Tapi karena waktunya yang kemepetan, akhirnya kami memilih ke Floating Market saja.

floating market
Image: Pexels.com

Kami berangkat agak siangan, sampai di sekitar alun-alun Bandung, jalanan mulai agak macet. Saya meng-gas mobil nggak terlalu kencang. Agak susah menuju Lembang dari Bandung bagi yang belum pernah, karena di papan petunjuk arah jarang terlihat ada tulisan arah Lembang. Info dari mertua sih, ikutin saja angkot yang menuju ke Ledeng. Dan bener saja, setelah sampai di sekitar daerah Cihampelas baru ada papan petunjuk menuju Lembang. Sip, sekarang tinggal mencari papan petunjuk arak ke Floating Market.

Sepanjang perjalanan tidak ada petunjuk sama sekali arah menuju Floating Market, pikiran kami saat itu, mungkin masih jauh. Nggak lama kemudian, kami melewati lokasi wisata Farm House. Nah, menurut info sih arah ke Floating Market itu melewati Farm House. Berarti sudah bener jalannya, mobil pun terus saya tancap gas.

Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, kami masih belum menemukan petunjuk arah ke Floating Market. Akhirnya kami memutuskan untuk berhenti di SPBU untuk mengisi bahan bakar mobil dan bertanya pada petugas arah ke Floating market.

Kata mas petugas SPBU, Floating Market masih terus, nanti ada papan petunjuknya. Berbekal informasi dari mas-mas tersebut, kami mantap meneruskan perjalanan kembali. Saya masih tancap gas sambil celingak-celinguk mencari petunjuk arah. Dalam hati, dari tadi jalan kenapa belum ada petunjuk sama sekali ya… Nahloh!

Dalam perjalanan, saya menemukan papan petunjuk yang tulisannya arah ke Tangkuban Parahu. Waduh, jangan-jangan kebablasan nih. Istri saya mulai panik, dia pun meminta saya untuk bertanya ke orang-orang. Mobil saya hentikan di sebuah tambal ban, dan saya pun menanyakan arah ke Floating Market.

Kalangkung….” kata si masnya.

“Tuuh kan…” kata istri saya.

Saya yang nggak seberapa ngerti bahasa Sunda mah celingak celinguk saja. Ternyata kalangkung itu artinya kelewatan. Lah, mana kata masnya kebablasannya jauh lagi. Ya sudah deh, nuhun A’, saya pun akhirnya memutar stir balik arah.

Karena takut salah arah lagi, mana papan petunjuk arah Floating Market nggak kelihatan sama sekali. Entah saya yang kurang memperhatikan atau memang belum dipasang papan petunjuknya, karena tempat wisata Floating Market ini bisa dibilang baru. Akhirnya di setiap tikungan saya bertanya pada orang, dan Alhamdulillah akhirnya ketemu juga.

Jadi, dari SPBU tempat saya mengisi bahan bakar tadi, harusnya kalau ke Floating Market, itu belok ke kanan, bukannya malah terus. Hehe, yah namanya belum pernah kesana. Coba saja kalau punya GPS di mobil, pasti  terbantu banget dan nggak sampai kebablasan.

Sampai di Floating Market tempatnya asik banget, banyak pilihan wahana buat bermain bareng keluarga. Abel paling suka naik perahu dan sepeda air di sini. Mau beli makanan atau jajan di pasar apungnya juga menarik, khusus untuk berbelanja di pasar apung, harus menggunakan koin yang bisa ditukar di tempat penukaran. Nominal koin paling kecil seharga RP 5ribu, rata-rata harga makanan di sini juga nggak terlalu mahal kok. Nggak nyesel datang ke sini.

floating market lembang

You may also like...

7 comments

    1. Floating market banyak kok, tempat rekreasi lah. Ada pasar oleh2, taman angsa, taman kelinci, miniatur sawah, sepeda air, kereta air, pasar apung dll.

      Kalau pasar apungnya di atas danau buatan, kabarnya sih itu danau dulu pernah dipakai buat syuting film Heart.

    1. Kalau jenis makanannya sih biasa aja kok, kayak jajanan khas Bandung aja. Seblak, sate kelinci, ketoprak dll. Yang bikin beda penjualnya berapung-apung di atas air, 😀

      Sok lah ke sana!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *