Kawah Putih, Ciwidey, Bandung

Ini adalah wisata saya yang kedua ke kota kembang, Bandung setelah dua tahun yang lalu ke Kawah Ratu, Tangkuban Parahu. Keadaannya hampir sama dengan waktu itu, macet! Hanya saja waktu ke Kawah Ratu saat itu macetnya berpapasan lagi liburan lebaran, bedanya kali ini macetnya karena berpapasan dengan jadwal pertandingan Persib yang alhasil hampir seluruh jalanan di kota Bandung penuh dengan suporter klub kesayangan mereka.

kawah putih, ciwidey, bandung, kawah putih ciwidey
Kawah Putih

Untuk kekompakan suporter Persib di Bandung, patut banget nih diacungin jempol. Meskipun bikin macet, para suporter yang hampir menguasai seluruh jalanan di Bandung ini sama sekali nggak bikin rusuh. Hanya saja beberapa kali saya lihat banyak anak-anak muda yang kurang memperhatikan keselamatan dirinya dengan menaiki atap bis atau angkot. Apalagi saat itu sedang turun hujan, yang besar kemungkinan bisa menyebabkan terpeleset. Kalau sampai ada korban siapa dong yang harus disalahkan?

Karena saat itu saya, istri dan si kecil Abel sedang pulkam (pulang kampung) ke Bekasi, jadinya perjalanan ke Bandung berangkat dari Bekasi. Berangkat pagi sekitar jam 09.00.

Buat yang bingung jalan ke Ciwidey, Bandung, kalau dari Jakarta/Bekasi langsung saja masuk ke tol Padalarang – lurus ke arah Cileunyi – keluar lewat pintu tol Kopo – jalan ke arah Soreang – baru nanti bakal ketemu jalan ke arah Ciwidey.

Perjalanan Bekasi-Bandung melewati tol Padalarang itu asli nggak bakal bikin ngantuk. Pemandangan di kanan-kiri tol itu badai banget. Kereeeen sumpah! Pemandangan alamnya itu bagus bingit. *Alay banget sih Om! Hehehe.

Sayangnya di dalam tol Padalarang ada larangan untuk berhenti kecuali di titik-titik rest area. Jadinya nggak bisa foto-foto di sekitar tol deh. Tapi sempet foto-foto juga sih dari dalem mobil. Lihat video di bawah ini aja deh! 😀

Kerasa macet banget itu pas mau keluar pintu tol Kopo, sampai ke Soreang. Begitu masuk ke Ciwidey jalanan sudah mulai lenggang. Karena kebetulan stadion yang dipakai untuk pertandingan Persib melawan Semen Padang saat itu deket dengan Ciwidey, satu jalan malahan. Jadi deh di jalan barengan sama Bobotoh, malah kami sempat berpapasan dengan bus para pemain Persib loh.

Menuju ke arah Kawah Putih ternyata hujan deras, ada kekhawatiran nggak bisa menikmati langsung Kawah Putih karena hujan. Tapi kekhawatiran itu hilang juga, karena waktu masuk lokasi wisata nggak hujan, hanya gerimis kecil. Sebelum masuk lokasi wisata kami berhenti dulu ke mushola yang ada di dekat pintu masuk, untuk sholat dan ke kamar mandi.

Suhu udara di sini ternyata dingin banget, lebih dingin daripada minggu lalu ke Telaga Sarangan, Magetan. Masuk ke kamar mandi, siramnya pake air es, hahaha. Dasar karena di Surabaya udaranya panas, begitu masuk di derah yang dingin kayak gini jadinya norak. 😀 Ada beberapa pedagang jajanan seperti siomay, gorengan, kacang rebus maupun bakso cuanki. Cocok banget buat dinikmati di udara sedingin ini.

Untuk masuk ke lokasi wisata Kawah Putih, ada dua pilihan. Bagi yang membawa mobil pribadi bisa membawa masuk mobilnya, tapi harus membayar sebesar Rp.150ribu untuk mobil saja, sedangkan biaya masuk per orang adalah Rp.18ribu. Kalau mau lebih irit sih mending naik angkutan khusus untuk naik ke lokasi. Biaya per orang Rp.18ribu ditambah tiket angkutan per orang Rp.15ribu. Bentuk angkutannya sih lebih mirip angkot/lyn yang tempat duduknya dimodifikasi. Nyetirnya pun ngebut banget, berasa naik wahana jadinya. Perjalanan dari pintu masuk ke Kawah Putih masih sekitar 6 kilometer lagi.

Sesampainya di atas, mobil/angkutan diparkir kemudian kita masih harus berjalan kaki lagi naik-turun anak tangga sekitar 200 meter. Karena saat itu sedang gerimis, terlihat banyak yang menyewakan payung. Terus karena di lokasi Kawah Putih asap belerang cukup banyak, ada beberapa penjual masker juga. Bagi yang nggak kuat dengan bau belerang mending beli masker, karena di lokasi Kawah Putih tidak ada penjual masker. Atau kalau mau bawa sendiri aja dari rumah.

kawah putih, ciwidey, bandung
Rame banget

Entah karena waktu itu lagi long weekend atau memang setiap minggu seperti itu, biarpun sudah jam 5 sore tapi pengunjung Kawah Putih masih banyak banget. Bentuk Kawah Putih sendiri seperti telaga/danau yang airnya bercampur dengan kandungan belerang sehingga berwarna putih. Ditambah bukit-bukit tinggi di sekitar telaga dan pepohonan yang menghijau, pemandangan di sini jadi terlihat badai banget! Gak kuat buat foto-foto! Hehehe.

kawah putih, ciwidey, bandung
Kawah Putih

Ada beberapa orang yang menawarkan jasa foto langsung jadi, lumayan murah. Untuk sekali foto plus cetak sebesar 4R hanya Rp.10ribu saja. Meskipun menggunakan printer portable, tapi hasil cetaknya bagus kok, nggak mengecewakan.

kawah putih, ciwidey, bandung
Foto berdua, anaknya biar mainan sendiri. Wkwkwk
kawah putih
Abel-nya mainan sendiri.. 😀

Kalau diperhatikan, lokasi Kawah Putih ini seperti pernah digunakan untuk lokasi syuting film. Terus buat penggemar JKT48 pasti tahu kalau salah satu video klip idola mereka juga pernah dibuat di sini, judul lagunya “Kaze Wa Fuiteiru” atau Angin Sedang Berhembus. Selain itu lokasi ini cocok banget loh buat foto pre-wedding.

kawah putih, ciwidey, bandung, jkt48
Cocok juga buat pre-wedding

Puas foto-fotonya, saatnya balik turun karena hari sudah mulai gelap. Dasar karena kejebak macet sih, jadinya datengnya kesorean. Tapi cukup terpuaskan dan nggak penasaran lagi. Karena suhu di sini dingin banget, tangan sama kaki sampe kaku. Nggak berasa kalau dipegang.

Perjalanan pulang hujan lumayan deres lagi sebentar, tapi yang paling bikin gempor itu pas kita pulang, pas banget barengan sama bubarnya suporter bola. Macet kali ini lebih menggila. Dari Ciwidey ke gerbang tol Kopo yang biasanya ditempuh cuma 1 jam, saat itu molor sampai 5 jam. Jalanan baru cukup lenggang saat masuk tol.

Oiya, tadi sempet beli buah stroberi sebungkus gede. Harganya cukup murah, cuma Rp.10ribu. Dan rasanya manis, nggak kecut banget, enak buat dimakan langsung pas di perjalanan pulang. 😀

You may also like...

2 comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *