Kapan Sebaiknya Anak Boleh Memiliki Smartphone Sendiri

kapan anak boleh memegan ponsel smartphone, when kids may have their own phone cell

Ngomongin smartphone, tablet atau gadget-gadget yang sedang marak saat ini, pasti nggak bisa terlepas dari dampak baik maupun buruk bagi penggunanya. Terlebih bagi anak-anak di bawah umur yang saat ini entah itu sadar atau tidak, kebanyakan mulai kecanduan gadget dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kebanyakan mungkin menggunakan smartphone untuk bermain game. Namun tidak menutup kemungkinan juga menggunakannya untuk hal-hal lain yang berdampak buruk seperti bermain media sosial, dapat dengan mudah mengakses informasi-infomasi yang bahkan belum layak untuk mereka ketahui, dan yang paling ditakutkan adalah dengan mudahnya mengakses situs/video yang belum layak mereka tonton. Efeknya, bahkan menjadi viral beberapa waktu lalu, anak seusia SD sudah cinta-cintaan dan memanggil ‘pacar’ nya dengan sebutan mama-papa. Pengen ketawa, tapi juga miris.

Bukan hanya itu, ancaman dari luar seperti cyber-bullying, ataupun kasus penculikan pada anak juga berpotensi besar kalau si anak sudah mengenal sosial media and addicted on it. Dapat dengan mudah berkenalan dengan orang baru dengan ‘profile picture‘ yang menggemaskan, yang padahal kita tidak tahu aslinya seperti apa. Bisa jadi si anak berkenalan dengan om-om penculik yang memasang foto cowok cakep sebagai profile picture-nya.

Lalu kapan sebaiknya anak-anak diperbolehkan untuk memiliki smartphone sendiri?

1. Anak-Anak Harus Tahu Dampak Buruk Dari Smartphone Yang Mereka Pegang

when kids may have their own cell phone, kapan anak boleh memiliki smartphone handphone ponsel gadget
Anak harus tahu dampak buruk dari smartphone via cellphonemonitoringblog.wordpress.com

Menurut psikolog anak dari Cleveland Clinic Health System, Dr Joseph Austerman bahwa sebaiknya anak-anak baru boleh dipegangi smartphone setelah mereka benar-benar mengerti dampak buruk dari alat elektronik ini. Baik itu dampak secara fisik maupun psikis.

Artinya anak bukan hanya tahu, melainkan sadar bahwa smartphone yang mereka pegang memiliki dampak positif maupun negatif yang akan mereka terima. Hal inilah yang kemudian menyadarkan mereka untuk lebih bisa me-manage penggunaan dari smartphone tersebut. Untuk itu, peran orang tua sangat besar di sini. Tidak hanya serta merta memberikan smartphone kepada anak tanpa diberi pengertian dan pengawasan. Bahkan ketika orang tua merasa anaknya sudah mengerti, bukan berarti dilepas begitu saja. Perlu adanya pengawasan apa saja yang dilakukan anak dengan smartphone-nya, jenis permainan apa saja yang dimainkannya, apakah sudah layak untuk dikonsumsinya atau belum. Bersahabatlah dengan anak, dengan begitu anak akan lebih mudah terbuka ketimbang menjadi orang tua yang hanya memberikan aturan ini dan itu.

2. Anak Umur 10 Tahun Masih Belum Mengerti Bahaya Cyber-Bullying

kapan anak boleh memiliki ponsel gadget smartphone, when kids may have their own phone cell
Anak di bawah usia 10 tahun belum mengerti tentang cyberbullying via instantfundas.com

Dr Joseph Austerman menambahkan bahwa anak di usia 10 tahun ternyata masih belum mengenal betul tentang bahaya cyberbullying. Untuk itu anak dengan usia segitu sebaiknya jangan dulu diberi kebebasan untuk memiliki smartphone sendiri. Kalaupun orang tua ingin memberi anaknya smartphone, usahakan smartphone tersebut digunakan hanya saat sedang dalam pengawasan kita. Karena dengan membiarkan anak membawa smartphone, bahkan ketika sedang di sekolahan, banyak orang tua yang tidak tahu apa saja yang dialami anak ketika berada di sekolah.

Komunikasi orang tua-anak adalah sangat penting, ketika anak merasa nyaman dengan orang tua, mereka akan lebih terbuka. Ketika anak sudah mulai terbuka, dengarkan dengan baik dan berikan solusi yang tidak hanya baik bagi anak, tapi juga memuaskan mereka. Hal ini akan lebih baik ketimbang anak curhat di sosial media yang dampak buruknya mereka tidak tahu seperti apa

3. Lakukan Perjanjian Mengenai Penggunaan Smartphone

kapan anak boleh memiliki ponsel gadget smartphone sendiri
Lakukan perjanjian dengan anak mengenai penggunaan smartphone via suntimes.com

Setelah anak sudah dirasa mengerti bagaimana menggunakan smartphone dengan baik, lakukan perjanjian mengenai penggunaannya, jam berapa saja anak boleh bermain smartphone, jenis permainan yang boleh dimainkan. Dan, berikan sanksi kalau si anak melanggar. Orang tua tidak perlu tahu apa password sosial media si anak, tapi tetap awasi dengan mengikuti status-status mereka, dengan siapa saja mereka biasa berinteraksi, namun tidak mencampuri urusan mereka secara terang-terangan. Dengan sikap kita yang memberikan perhatian namun tetap menjaga privasi mereka, anak-anak akan merasa dihargai dan menjadi tidak canggung kalau harus berkomunikasi dengan orang tua.

Menjadi orang tua yang bijak tidak harus mengekang anaknya dengan sejuta aturan keras, ataupun terlalu lembek dengan membolehkan ini dan itu tanpa memperdulikan efek jangka panjangnya. Pada dasarnya komunikasi dan pengertian adalah hal yang terpenting. Selalu mengikuti perkembangan jaman, agar kita bisa mengarahkan anak dengan lebih baik. 😀

You may also like...

14 comments

  1. sampe sekarang agha blm kami (gw n cindra) ijinin pegang hape. kalo ngeliat anak tetangga yang seumuran agha udah pada kenal gedget, kadang ngerasa kasian juga. tapi kami udah mutusin enggak mau ngenalin dia gedget dulu. kami blm siap sama efek buruknya. klo abel gmn?

    1. Abel sempat ngga bisa lepas dari HP Yan, inget nggak waktu kita ketemuan dulu si Abel pegang HP terus, agak stres waktu itu liat anak kecanduan banget sama Hp. alhamdulillah kesininya semakin dikurangi dan sekarang bisa lepas meskipun terkadang dia masih pengen maen game dan lihat video-video lucu. 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *