Kafe Kucing Kemang, Kafenya Para Pecinta Kucing

Kamu pasti sudah tahu dong ada kafe kucing Kemang? Di kawasan hiburan dan kuliner di wilayah selatan Ibu Kota Jakarta, kini sudah hadir kafe kucing dengan konsep yang mirip dengan cat cafe di Jepang yaitu Cutie Cats Cafe dan The Cat Cabin.

Dua kafe kucing kemang ini merupakan tempat yang sangat asyik di mana kamu bisa bermain dengan para kucing lucu yang tinggal di kedai tersebut sambil menyesap minuman dan menikmati berbagai makanan.

kafe kucing kemang

Kafe Kucing Kemang, Cutie Cats Cafe

Lokasi Cutie Cats Cafe berada di Jl. Kemang 1 No. 12F, Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kafe kucing pertama di Indonesia ini menempati lantai dua di The House of Pika-Pika.

Koleksi kucing peliharaan di Cutie Cats Cafe cukup banyak. Ada kucing dari ras lokal, Persia, Exotic, Maine Coon, Himalayan, Scottish Fold, sampai Bengals. Dan suasananya dibuat senyaman mungkin bagi para kucing maupun pengunjung, dengan tetap memerhatikan desain interior yang playful dan imut banget. Sehingga kamu bisa bermain dengan kucing-kucing lucu sambil menikmati aneka kue dan minuman yang tersedia.

Di Cutie Cats Cafe kamu bisa bermain-main langsung dengan para kucing tersebut. Kamu bisa mengelus bulu-bulu halus si kucing atau terlibat langsung dalam memberi makan kucing dengan makanan yang sudah disediakan oleh si empunya kafe.

Selain itu, kamu juga bisa mengisi perut dengan berbagai variasi cake, cup cake, dan biskuit yang unik dan lucu banget. Untuk cup cake dan biscuitnya sendiri dibuat seperti muka kucing yang lucu dan menggemaskan dengan berbagai varian seperti vanilla dan choco. Sedangkan untuk cake-nya terdiri dari berbagai varian rasa seperti coklat, keju wortel, dan pisang.

Kafe Kucing Kemang, The Cat Cubin

Satu lagi kafe kucing di Kemang, The Cat Cabin. Cat cafe yang satu ini memiliki desain interior dengan furnitur yang colorful serta ornamen yang serba kucing. The Cat Cabin didirikan oleh 3 orang sosok muda pecinta kucing yaitu Siti Fatimah Ayuningdyah (24 tahun), Medi Tamma Febrian Mutthaqien (25 tahun) dan Yansen Poaler (26 tahun).

Dalam menjaga kebersihan ruangan agar tetap higienis, The Cat Cabin menerapkan kebijakan yaitu setiap pengunjung yang masuk harus mencopot sepatu dan menggantinya dengan slippers yang sudah disediakan. Dan kucing-kucing di kafe ini juga sudah di potty-trained dengan baik serta pengunjung yang masuk ke dalam ruangan juga dibatasi. Hal tersebut diterapkan supaya tidak terlalu mengganggu ketenangan para kucing lucu di The Cat Cabin.

Adapun menu makanan di The Cat Cabin sendiri tampaknya terinspirasi dari kuliner Jepang seperti Rice Ball, Lasagna, Jar Cake, Tokyo Banana dan lain sebagainya. Menu-menu tadi bisa dibilang terjangkau yang memiliki tarif cukup ringan di kantong mulai dari harga Rp 30 ribu. Jangan khawatir makanan yang dipesan akan terkena bulu kucing sudah diberi penutup. Maklum kucing-kucing di sini cukup aktif. Sedangkan lokasi The Cat Cabin berada di Jl. Kemang Raya No. 31, Kemang, Jakarta.

So, jangan ngaku pecinta si meong lucu yang menggemaskan ya kalau belum ke kafe kucing kemang.

Guest writer: Aulia Chairunisa

You may also like...

3 comments

  1. jangan salah persepsi ya…cafe kucing ini jadi cafe ini bukan cafe untuk kucing alias kita bawa kucing kita kesini noooo. ini cafe juga bukan tempat yang bener-bener kita bisa makan sambil main kucing. Karena makanan disini lebih ke cake & minuman aja. Di cafe nya sengaja biar kucingnya pada ga ikutan makan makanan pelanggan. Karena kucing-kucing ini bersertifikat semua lhoooo jadi bener-bener dijaga banget. Jadi kalo kalian dateng kesini sambil makan cake usahain banget jangan sampe kucingnya nyomot!

  2. terimakasih banyak mas elang atas artikel saya mau menambahkan sedikit yang sesuai koment dari ibu / mba fitri kasih koment Kafe kucing merupakan tempat dimana pengunjung bisa ngopi sambil bermain dengan kucing yang tinggal di kedai tersebut. Cafe kucing pertama kali buka di Taiwan pada 1998, lalu menjamur di Jepang pada pertengahan 2000-an, sebelum menyebar di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat
    “Ini menjadi fenomena karena banyak pecinta kucing yang tidak dapat memelihara mereka,” ujar Michael Kurtz, pendiri Cutie Cats Cafe, seperti ditulis Koran Tempo, Jumat, 7 Maret 2015. “Biasanya karena tinggal di apartemen yang melarang hewan peliharaan.”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *