Jalan-Jalan ke Bangkalan, Madura

Istri saya punya seorang sahabat yang menikah dengan seseorang asli Bangkalan, Madura. Mereka pun kemudian tinggal dan mempunyai rumah di sana. Karena hari Minggu kemarin lagiΒ free, istri saya mengajak jalan-jalan ke Bangkalan, madura. Perjalanan Surabaya-Madura kini lebih gampang sejak dibangun jembatan penghubung ‘Suramadu’.

jembatan suramadu
Jembatan Suramadu. Foto pinjam Kaskus


Niat awalnya sih kita mau CFD-an dulu di Bungkul, terus baru bablas ke Madura. Tapi karena sesuatu hal *halah*, hehehe iya molor, jadinya bangun kesiangan. Jadi baru bisa berangkat jam 10.30. Sempet ribet juga, takut kesiangan karena istri saya kebetulan mau ada acara nanti sorenya. Syukur sih, jalanan nggak seberapa macet. Perjalanan dari rumah ke jembatan Suramadu nggak seberapa lama, cuman sekitar setengah jam lebih. Sebelum masuk ke pintu tol Suramadu, kita berhenti dulu sebentar beli es tebu ijo.Β You know-lah Surabaya kalau siang tuh panas bingits.

Masuk ke jembatan Suramadu melewati gerbang tol dulu untuk bayar tiket masuk. Biaya masuk untuk satu motor cukup murah, hanya Rp 3.000. Sementara untuk mobil pribadi Rp. 30.000. Untuk angkutan besar seperti truk ditarik sekitar Rp 45 ribu- Rp 75 ribu. Bisa dibilang lebih murah dan cepat daripada harus naik kapal penyeberangan.

Masuk ke jembatan, langit kelihatan mendung, syukur deh jadinya nggak seberapa kepanasan. Karena di atas jembatan Suramadu semua kendaraan dilarang berhenti, jadinya nggak bisa foto-fotoan narsis. Tapi begitu, ada aja yang mbandel, sebuah mobil nekat berhenti. Isinya orang-orang rame gitu, kayaknya sih satu keluarga. Mereka foto-fotoan persis di bawah tali penyangga jembatan. Berbahaya banget sebenarnya, karena laju kendaraan di atas jembatan cukup kencang, dan memang nggak disediakan area untuk berhenti.

Ya sudahlah, lanjut perjalanan melewati jembatan Suramadu kalau menggunakan motor itu cukup menegangkan, angin dari arah samping kenceng banget, selain itu karena motor jalannya di pinggir, jadinya lihat ke samping langsung pemandangan laut. Semakin ke tengah jembatan, posisi kita semakin tinggi dari permukaan laut, jadinya kalau lihat ke bawah agak serem. Terus kalau nggak konsentrasi ke depan, nyetir jadi gampang oleng, apalagi di sana motor banyak yang salip-salipan.

Setelah turun dari jembatan, memasuki wilayah pulau Madura kami disambut oleh hujan deras. Terlihat di sepanjang kiri-kanan jalan banyak para pedagang berjejer-jejer menjual segala pernak-pernik khas Madura seperti pecut (cambuk), kaos belang merah-putih, ikat kepala dan banyak aksesoris lainnya. Selain itu beberapa penjual makanan juga banyak terlihat. Setelah agak jauh pemandangan kiri-kanan mulai digantikan oleh pepohonan, tanaman-tanaman dan sawah. Hujan sebentar saja sudah reda, udara sehabis hujan dicampur kiri-kanan penuh tumbuhan membuat udara jadi suejuuk! πŸ˜€

madura

Setelah menempuh perjalanan sekitar 5-6 kilometer, adaΒ traffic light yang memecah jalan ke Bangkalan dan Sampang. Karena tujuan kami adalah ke Bangkalan, kami belok ke kiri. Ada yang khas banget dalam perjalanan menuju Bangkalan. Sepanjang perjalanan kita akan menemui banyak usaha batik tulis, dan banyak banget rumah makan yang menyajikan menu utama bebek. Dari banyak rumah makan bebek yang ada di Bangkalan, yang paling populer adalah bebek Sinjay. Saya dan istri sudah pernah makan sebelumnya, tapi waktu itu dibungkus. Pengennya sih sepulangnya nanti mau mampir makan di tempat.

Nggak jauh dari rumah makan bebek Sinjay, kami sampailah ke tempat tujuan ke rumah sahabat istri. Suasananya seger banget, rumah sahabat istri saya kebetulanΒ mewah (mepet sawah). Jadi di sebelah kiri rumah adalah sesawahan. Karena saya dan istri jarang banget main di sawah, jadilah kami nggak menyia-nyiakan kesempatan untuk main-main dan foto-fotoan. πŸ˜€

madura

madura

madura

madura

madura

madura
My wife πŸ˜€
madura
Abel….

madura

 

Puas main-main di sawah, dan ngobrol banyak. Nggak kerasa hari sudah sore. Istri saya yang sorenya ada acara, jadinya kami langsung pamitan. Sekitar pukul setengah tiga kami pulang. Tadi rencananya mau mampir ke bebek Sinjay, tapi buseeeeet. Antriannya panjang benerrr! Kalau maksa mampir takutnya istri saya nggak kekejar dateng ke acaranya. Ya sudahlah, akhirnya kami harus rela melewatkan makan bebek Madura yang fenomenal itu!

Untunglah sorenya nggak hujan, memasuki Suramadu melewati antrian yang cukup panjang untuk membayar tiket masuk. Yass, dan akhirnya kami kembali ke rumah dengan selamat. Alhamdulillah! πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

You may also like...

9 comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *