Investasi Rumah Untuk Peluang Usaha Kos-Kosan

Musim kelulusan sudah selesai, bagi mereka yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat SLTA tentunya saat ini sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan diri menentukan jalan hidup untuk target ke depannya. Ada yang kemudian memutuskan untuk bekerja, berwiraswata atau meneruskan usaha keluarganya. Namun nggak jarang pula yang memutuskan untuk terus melanjutkan pendidikan entah itu pendidikan non-formal seperti kursus menjahit, elektronika dan sebagainya. Atau melanjutkan ke jenjang perkuliahan baik itu di D1, D3 atau S1.

Bagi mereka yang memilih meneruskan kuliah, pasti kebanyakan dari mereka memilih untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi negeri terlebih dahulu, baru ketika beberapa kali mencoba tes dan gagal, pilihan berikutnya adalah kuliah di perguruan tinggi swasta. Pilihan pada perguruan tinggi non-negeri inilah yang kemudian menjadi sedikit ribet, kala ketika pilihan perguruan tinggi swasta yang terbaik menurut seseorang ada di kota lain dari tempat dia tinggal.

Sebut saja saya punya seorang teman yang tinggal di kota Nganjuk, karena beberapa kali mencoba tes masuk ke perguruan tinggi negeri dan gagal, dia memutuskan untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi swasta di kota tempat saya tinggal, yaitu Surabaya. Kenapa dia memilih Surabaya? Selain karena Surabaya adalah kota yang besar, dilihat dari segala aspek, banyak hal yang bisa ditemukan di sini, yang tidak bisa ditemukan di kota tempat asalnya. Selain itu, Surabaya memiliki beberapa universitas non-negeri yang bisa dibilang untuk kualitas pengajarannya bahkan melebihi dari kualitas pengajaran di perguruan tinggi negeri. Itulah kenapa dia kemudian memutuskan untuk kuliah di Kota ini.

Tahu nggak, apa yang paling ribet saat dia mulai pindahan dari kota Nganjuk ke Surabaya? Jawabannya adalah tempat tinggal. Pendaftaran kuliah sudah beres, segala administrasi sudah diurus, tapi dia belum menemukan tempat untuk tinggal, atau kos-kosan. Beruntung sih, meskipun bersusah payah tanya ke sana dan sini, akhirnya teman saya dapat kamar kos meskipun nggak seberapa bagus. Karena ternyata calon mahasiswa baru yang akan melanjutkan pendidikan di Surabaya bukan hanya dia saja, ada ratusan mahasiswa dari berbagai daerah. Semua berbondong bondong masuk ke perguruan tinggi di kota Surabaya. Otomatis permintaan tempat tinggal/kamar kos semakin membludak.

 

Kemudian terpikir sebuah peluang usaha yang cukup menggiurkan, kalau saja saya punya rumah di deket komplek perguruan tinggi populer di Surabaya, saya kepingin membuat kos-kosan dengan fasilitas yang cukup baik, pasti bakal banyak yang mau ngekos di rumah saya. Kebetulan nggak susah kok kalau nyari rumah dijual di Surabaya, ada banyak banget pilihan di Rumah.com yang bisa dipilih. Lumayanlah kalau punya investasi rumah, soalnya kan harga rumah/tanah terus naik, jadinya bisa banget buat tabungan di hari tua, atau untuk diwariskan ke anak-cucu kelak.

Tips Membeli Rumah Bekas

Sebelum kamu memutuskan untuk membeli rumah bekas yang kamu minati, ada baiknya kamu mengintip sebentar tips-tips yang akan saya bagikan berikut ini.

1. Pilih KPR yang Sesuai Dengan Kebutuhan

Sebelum memutuskan untuk membeli rumah, hal yang pertama kali diperhitungkan adalah masalah pendanaan. Kalau kamu mempunyai uang yang cukup untuk membeli secara tunai sih, mungkin nggak akan terlalu banyak masalah. Beda halnya kalau kamu tidak mempunyai uang sebanyak itu. Alternatif lain untuk membeli rumah selain tunai adalah dengan melalui KPR. Pilihlah bank yang menyediakan KPR yang sesuai dengan kemampuan kamu. Bagi kamu yang muslim dan takut terkena hukum riba, kamu masih bisa kok mengajukan KPR di bank syariah. Apalagi kalau bank syariah tersebut menyediakan cicilan yang flat. Artinya jumlah cicilan yang dibayarkan tiap bulan tidak berubah mengikuti kenaikan inflasi. Jadi sampai lunas sekalipun cicilan yang dibayarkan jumlahnya tetap.

Untuk KPR rumah bekas mungkin nggak akan semudah mengajukan KPR rumah baru, biasanya pihak bank juga tidak memberikan pinjaman penuh dari harga rumah tersebut. Misal rumah yang mau di KPR-kan harganya 800 juta, biasanya dari bank hanya akan memberi sekitar 650 juta. Disesuaikan dengan harga jual versi perhitungan bank. Selain itu persiapkan juga segala dokumen yang diperlukan seperti KTP, Kartu Keluarga, NPWP, slip gaji dan sebagainya. Agar transaksi bisa lancar dan cepat.

2. Pilih Lokasi yang Strategis

Lokasi strategis yang saya maksud di sini adalah disesuaikan dengan kebutuhan rumah tersebut. Misalkan kamu ingin membuat kos-kosan di daerah kampus di Yogyakarta, kamu bisa cari rumah dijual di Yogyakarta di Rumah.com. Atau kamu ingin mencari rumah yang tenang untuk istirahat, bisa mencari di daerah pedesaan yang masih jauh dari kebisingan kota. Kalau untuk usaha/toko sih saya sarankan cari rumah yang traffic-nya lumayan ramai, terlebih kalau bisa dapet rumah di pinggir jalan yang gede. Akan lebih menguntungkan kamu mengingat peluang untuk dilihat orang sangat besar.

3. Pastikan Surat-Suratnya Lengkap dan Tidak Bermasalah

Setelah menemukan lokasi rumah yang sesuai, hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah masalah surat-surat kelengkapan dari rumah tersebut. Kamu nggak mau merugi ratusan juta kan hanya karena rumah yang sudah kamu beli ternyata adalah rumah sitaan bank kan? Atau mungkin rumah tersebut tidak memiliki SHM, hanya ada kuitansi jual beli tanah petak. Kalau tanah/rumah tersebut tidak bermasalah sih nggak apa-apa, kalau ternyata kuitansi tersebut palsu/fiktif. Pasti akan sangat merugikan kamu. Ada baiknya kamu melibatkan notaris dan pejabat setempat beserta saksi untuk mengecek keaslian dokumen-dokumen rumah tersebut.

Investasi rumah adalah investasi yang cukup menggiurkan untuk saat ini, karena harga tanah semakin tahun semakin naik. Peluang usaha pun kalau mempunyai rumah dengan SHM sendiri akan lebih mudah dan murah, kita bisa memanfaatkannya untuk membuka retail, kantor ataupun kontrakan bagi mereka yang membutuhkan.

Di beberapa kota besar seperti Surabaya dan Yogyakarta misalnya, tingginya tuntutan untuk pendidikan dengan jenjang yang lebih tinggi membuat dua kota ini semakin banyak didatangi oleh calon-calon mahasiswa dari berbagai daerah. Kebutuhan untuk tempat tinggal sementara pun semakin banyak, di sinilah peluang yang bisa banget dimanfaatkan untuk membuka kost/kontrakan bagi mahasiswa-mahasiswa dari luar daerah.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *