Membangun Indonesia Lebih Maju Dengan Teknologi Smart City

Mendengar kata “Smart City“, tentu kita akan berpikir bagaimana tinggal di sebuah kota yang memiliki kemudahan di segala akses, pelayanan publik yang menyenangkan, atau kenyamanan dalam bersosialisasi dengan tanpa mengesampingkan kepentingan pribadi.

But how? Membaca deskripsi di atas sepertinya agak muluk-muluk untuk diterapkan di lingkungan kita. Banyak hal yang harus diubah, butuh effort yang cukup besar untuk mewujudkan mimpi memiliki smart city khususnya di negara kita, Indonesia. Karena smart city tidak hanya tentang kemudahan dalam berteknologi, namun juga bagaimana agar teknologi tersebut bisa bermanfaat bagi banyak orang dan ramah lingkungan.

Sekarang kita lihat data di bawah ini.

smart city indonesia, Mendengar kata "Smart City", tentu kita akan berpikir bagaimana tinggal di sebuah kota yang memiliki kemudahan di segala akses

Sebuah sekolah bisnis di Spanyol bernama The IESE Bussiness School melakukan penelitian dengan cara mengutus peneliti ke 135 kota di 55 negara, penelitian yang diberi nama Cities In Motion Index (CIMI) ini menggunakan 50 indikator untuk menentukan 20 smart city terbaik di seluruh dunia. Hasilnya tidak ada satupun kota di Indonesia yang masuk ke daftar 20 terbaik tersebut.

Ini artinya kita memiliki PR untuk bisa mewujudkan bagaimana agar bisa memiliki kota pintar untuk kemajuan di segala aspek, meskipun tidak mudah kita pasti bisa mewujudkannya.

Bicara soal smart city di Indonesia, Indonesia sebenarnya tidak jauh-jauh amat tertinggal dari negara-negara yang sudah maju. Sebut saja ibukota, Jakarta yang memfasilitasi penduduk yang ingin mengadukan keluhan seputar pelayanan publik, sarana-prasarana kota, sampah, tempat wisata, kriminalitas hingga pelayanan ijin dan lain-lain dalam satu wadah yang disebut ‘Jakarta Smart City Lounge’.

Sementara di Bandung, Pemkot kota Bandung bersama Dewan Pengembangan Bandung Kota Cerdas berkomitmen ingin menjadikan Bandung kota juara sebagai kota yang nyaman dan unggul melalui ‘Bandung Command Center’. Bahkan dikutip dari website bandung.go.id, kota Bandung masuk finalis 6 besar dunia mewakili Indonesia untuk inovasi smart city dari World Smart City Organization 2015 di Barcelona.

Hal ini tentu harus membuat kita optimis, bahwa Indonesia ke depannya bisa memiliki lebih banyak smart city dengan banyak aspek yang bisa diintegrasi untuk kenyamanan dan kemudahan dalam bermasyarakat.

Bagaimana Penerapan Smart City Bagi Masyarakat?

Barangkali ada beberapa orang yang masih kurang mengetahui, apa saja sih yang bisa diterapkan dari program smart city Indonesia pada kehidupan bermasyarakat.

Seperti halnya arti kata dari snart city yang berarti ‘kota pintar’, dengan penerapan smart city kita bisa mendapatkan banyak sekali kemudahan atau kenyamanan. Adapun beberapa penerapan smart city di beberapa aspek akan dijabarkan di bawah ini

Seperti yang telah diterapkan di beberapa kota besar di Indonesia, pemerintah kota mulai menerapkan smart city dengan menggunakan teknologi informasi yang terintegrasi hanya dengan satu kontrol. Seperti misalnya pelayanan pengaduan masyarakat tentang sarana-prasarana kota, pertanyaan tentang birokrasi pelayanan pemerintah, sampai pengaduan tentang tindak kriminal, semua bisa disampaikan langsung dengan melalui media website atau aplikasi smartphone. Hal ini tentu semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan oleh pemerintah. Dengan pelayanan yang mudah, cepat dan terawasi dengan baik, maka masyarakat juga akan mendapatkan kenyamanan

Kemudian untuk pelayanan dalam pembayaran atau mengurus surat-surat yang juga semakin dimudahkan dengan teknologi informasi. Kalau dulu untuk membayar listrik atau air, kita harus datang ke kantor pembayaran dengan antrian yang panjang dan lama. Selain membuang waktu, juga tidak nyaman. Sekarang, kita bisa bayar online dengan mudah dan cepat. Pun begitu untuk urusan pembayaran pajak kendaraan maupun perpanjangan surat ijin mengemudi (SIM), yang untuk pembayarannya bisa dilakukan di beberapa tempat yang sudah ditunjuk.

Penerapan smart city pada bidang pendidikan juga sudah mulai digalakkan, penerapan ini misalnya adalah dengan membuat sebuah web/aplikasi yang terintegrasi ke semua bidang dalam satu atap. Misalnya di salah satu universitas, dibuatkan semacam web/aplikasi portal untuk keperluan segala macam urusan administrasi. Mulai dari portal informasi seputar kampus, informasi kegiatan, kalender kampus, database mahasiswa, bahkan sampai untuk melihat penilaian kelulusan sampai administrasi pembayaran dan lain-lain dapat diakses hanya dari satu aplikasi.

Beda banget dengan jaman dulu yang untuk membayar SPP bulanan saja harus antri sepanjang masa, apalagi untuk urusan KRS yang harus meng-input manual selain ribet juga membutuhkan waktu yang lama untuk mengantri komputer.

Pun demikian dengan penerapan smart city pada bidang kesehatan, belakangan semakin banyak yang membuat web/aplikasi untuk memudahkan pasien untuk mendapat informasi kesehatan, mengetahui hasil pemeriksaan, sampai semacam reminder bagi pasien apabila waktunya kontrol kesehatan.

Banyak orang yang semakin dimudahkan dengan teknologi dalam aspek pariwisata dan hiburan, seperti dengan banyaknya bermunculan situs-situs pembanding/review dari tempat-tempat wisata atau hotel, kemudian kemudahan akses dalam pemesanan tiket dan booking hotel, sampai informasi tentang event-event yang digelar dan penjualan tiket secara online.

Ada juga yang menawarkan e-newsletter bagi mereka yang ingin berlangganan untuk mendapatkan informasi terbaru seputar promo acara, potongan tiket, atau event-event terbaru yang akan digelar. Hal ini tentu akan memudahkan dan menguntungkan bagi traveler atau seorang concert geek.

Beberapa contoh penerapan smart city pada aspek fasilitas publik, seperti yang sudah diterapkan di kota Barcelona, ada sistem teknologi pada traffic light. Dimana traffic light di sana memiliki remote yang bisa diubah menjadi mode suara. Sehingga memudahkan bagi tuna netra untuk menyeberang jalan. Selain itu terdapat sensor yang dapat mematikan traffic light jika ada keadaan darurat seperti mobil pemadam kebakaran atau ambulan yang akan lewat, kemudian traffic light akan kembali normal jika keadaan darurat sudah aman.

Dan banyak lagi contoh penerapan smart city pada kehidupan.

Lalu, Apa Kendala Terbesar Dalam Penerapan Smart City di Indonesia?

Adik saya adalah bidan di salah satu puskesmas di Surabaya, yang kebetulan saat ini di sana mulai diterapkan sistem registrasi online bagi calon pasien. Mulanya memudahkan dan prosesnya pun cepat, namun menjadi kendala ketika beberapa orang merasa kesulitan dengan sistem baru ini. Mereka mengaku kurang familiar dengan smart teknologi dan internet. Ujung-ujungnya malah jadi ribet, dan antrian pun menjadi agak berantakan. Ternyata di negara kita masih banyak orang-orang yang belum melek teknologi.

Kendala berikutnya adalah, tentang infrastruktur jaringan internet yang bisa dibilang kurang. Kecepatan dalam mengakses yang masih belum stabil, hingga layanan internet murah atau bahkan gratis di fasilitas umum. Seperti misalnya di halte atau bandara, disediakan beberapa booth dengan layar LED untuk memesan tiket online, melihat track kereta bagi yang belum tahu, membaca prakiraan cuaca hingga untuk membaca berita online yang semua layanan itu digratiskan untuk umum.

Dan kendala terbesar yang paling penting untuk diperhatikan adalah masalah keamanan, internet adalah akses yang bisa menghubungkan terminal satu dan lainnya meskipun berada di belahan dunia yang berbeda dengan sangat cepat. Termasuk salah satunya adalah mudahnya disusupi oleh hacker. Apabila sistem yang kita punya tidak diproteksi dengan benar, jangan sampai hari ini launching website baru,besok sudah diakui orang lain.

Problem-problem semacam ini mungkin masih menjadi PR, apabila ingin menciptakan sistem smart city dalam kehidupan bermasyarakat. Tapi dengan perkembangan teknologi saat ini, disertai dengan SDM-SDM baru negeri kita yang semakin mumpuni, ke depannya kita bisa mewujudkan Smart City Indonesia yang merata di segala aspek.

Belakangan Indonesia dibanjiri oleh startup-startup baru yang tidak hanya mengedepankan bisnis dan keuntungan semata, namun basic dari startup sendiri adalah how to solving public problems trough technology. Disadari atau tidak, startup-startup tersebut merupakan salah satu bentuk dari penerapan smart city. Harapannya, dengan teknologi, kehidupan bermasyarakat tidak hanya dimudahkan dan nyaman. Namun juga bisa bersaing di bidang ekonomi, sehingga mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan sendiri.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *