HUT Kemedekaan Republik Indonesia dan Pengalaman Menjadi Petugas Upacara Bendera

Selamat HUT Proklamasi Indonesia yang ke-69, hehe agak telat sih ya. Nggak apa-apa lah daripada nggak sama sekali. Ini berarti 69 tahun sudah Indonesia merdeka setelah bertahun-tahun dijajah oleh negara lain. Alhamdulillah nih, kita yang hidup di masa ini nggak harus bersusah payah mengangkat senjata untuk berperang melawan penjajah. Perjuangan pemuda-pemuda jaman dulu akhirnya membuahkan hasil manis yang kita nikmati hingga saat ini. Namun sayang juga nih kalau pejuang jaman dulu berjuang mati-matian untuk merebut kemerdekaan, dengan harapan Indonesia bisa bersatu, satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air, tapi keributan masih terjadi di mana-mana. Tawuran, perkelahian, adu jotos tidak hanya terjadi dari kalangan siswa-siswa sekolah saja, bahkan sampai ke jajaran pejabat yang notabene orang-orang dengan pendidikan tinggi, pakaian rapi, dandanan rapi tapi moral seperti preman juga. Preman aja ada yang baik hatinya, hehehe.

Jadi sok banget nih saya, maap deh kalau kesindir. 17 Agustus, hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kalau ingat hari ini pasti yang diingat adalah upacara bendera. Sayang sih sekarang sudah nggak pernah merasakan upacara bendera lagi, padahal dulu waktu sekolah paling males banget kalau hari Senin, upacara bendera, yang nggak bawa topi kena hukuman, hehe sekarang malah kangen pengen ngerasain upacara bendera lagi.

Sumber gambar : Republika.co.id

Bicara soal upacara bendera, gini-gini saya juga pernah beberapa kali menjadi petugas upacara loh. Yah walaupun tingkat sekolahan doang, tapi pernah menjadi bagian dari prosesi upacara rasanya cukup bangga untuk diceritakan saat ini. Mulai dari sekolah dasar, saya pernah menjadi bagian dari kelompok paduan suara yang menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Gugur Bunga, hanya karena suatu hari pelajaran seni suara guru saya mendengar bakat bernyanyi saya. (Kalau mau muntah duluan aja, saya sudah kok!). Akhirnya beliau menunjuk saya untuk gabung di kelompok paduan suara untuk upacara bendera. Dan alhamdulillah saya menjalankan tugas saya dengan baik. Walaupun cuman sebentar, tapi cukup bangga bisa berdiri di barisan petuga upacara.

Pengalaman kedua waktu SMP, saya pernah dua kali (ini kalau nggak salah, agak lupa juga!) jadi petugas upacara bendera. Yang pertama balik jadi kelompok paduan suara seperti waktu masih SD, yang kedua saya pernah menjadi petugas yang memegang teks UUD ’45. Memang sih, masih biasa saja. Kelompok paduan suara cuman nyanyi bareng-bareng, terus petugas pembawa teks UUD ’45 tugasnya nggak ngapa-ngapain, cuman berdiri di samping pembina upacara sambil bawa kertas gulungan saja, baru pas pembina mau baca UUD saya yang nyerahin, gitu aja sih. Tapi waktu itu memakai seragam petugas upacara rasa bangganya nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata loh. Baju putih, celana putih, memakai haduk merah putih di leher, terus memakai topi yang mirip kopyah (songkok) hitam, berasa tingkat kegantengannya naik 70%, hehehe.

Lalu waktu masuk STM, saya pernah jadi petugas yang menurut saya paling membanggakan. Bukan, bukan pemimpin upacara kok. Tapi menjadi petugas pengibar bendera merah putih. Ini nih, setelah beberapa kali menjadi petugas upacara, menjadi pengibar bendera adalah yang paling membanggakan. Entah angin apa yang akhirnya membuat saya terpilih jadi petugas pengibar bendera, taerakhir yang saya tahu sih alasannya karena saya ganteng. *Digaplok tiang bendera*. Hehehe. Beberapa hari saya berlatih, berlatih bagaimana berjalan tegap, bagaimana haluan kiri, bagaimana mengikat tali bendera, lalu menarik bendera hingga ke puncak tiang dengan diiringi lagu Indonesia Raya, kalian yang merasakan sendiri pasti bergetar dalam hati dan ingin menitikkan air mata, lebay? Kalian boleh bilang begitu, tapi itulah yang saya rasakan saat itu.

Kalau ingat bagaimana rasanya males dan bete kalau upacara bendera, harus berdiri lama, menahan capek. Tapi sekarang saat sudah nggak pernah mengalami lagi upacara bendera, jadi kangen. Hehehe, jadi senyum senyum sendiri nih. Buat kalian yang ngerasa bete dan capek saat upacara bendera, cobalah membayangkan bagaimana rasanya perjuangan orang-orang jaman penjajahan hingga kalian bisa melaksanakan upacara bendera saat ini, bayangkan jika 69 tahun yang lalu kita nggak merdeka, entah bagaimana keadaan kita saat ini.

Bagaimana dengan kalian, pernah jadi petugas upacara bendera? Atau bahkan diantara kalian ada yang jadi paskibra tingkat nasional? Empat jempol untuk kalian. Thank for reading! 🙂

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *