Ketua DPR Setuju Kalau Harga Rokok Jadi Rp 50.000 Per Bungkus

Beberapa waktu belakangan sedang gencar wacana tentang harga rokok yang diusulkan pemerintah naik menjadi Rp 50.000 per bungkus, tidak main-main harga ini naik hingga lebih dari dua kali lipat. Usulan ini kemudian diamini oleh ketua DPR, Ade Komarudin.

harga rokok jadi Rp 50.000 per bungkus
Ade Komarudin

Apalagi tujuan dinaikkannya harga rokok yang melambung hingga mencapai harga lebih dari dua kali lipat, kalau bukan untuk mengurangi kebiasaan masyarakat agar tidak merokok. Menurut Ade, rokok merupakan musuh bangsa yang sebenarnya sudah disadari semua orang, namun memang untuk menghapus rokok di masyarakat begitu saja bukanlah urusan gampang. Rokok sudah mendarah daging di masyarakat, penyebab susahnya masyarakat untuk menghilangkan rokok sebenarnya adalah dari lingkungan sendiri.

Baca Juga: Mengenal Tempat-Tempat Bersejarah di Blitar

Terkait mengenai wacana harga rokok yang akan naik menjadi Rp 50.000, pemerintah sedang mengkaji tentang penyesuaian tarif cukai rokok. Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara, tentang cukai rokok memang belum ada pendiskusian tentang itu, namun biasanya setiap tahun selalu ada penyesuaian tentang cukai rokok.

Harga rokok yang selama ini relatif rendah, dinilai menjadi penyebab masyarakat kurang mampu dan anak-anak dapat dengan mudah membeli rokok. Menurut Ade kembali, angka ini masih lebih rendah ketimbang kebijakan tentang harga rokok di Malaysia. Jadi kalau dengan cara ini bisa dinilai efektif untuk mengurangi angka perokok pada masyarakat, kenapa tidak. “Tentu kalau bisa makin hari dikurangi!” ujar Ade.

Ade menambahkan, selain bisa mengurangi angka perokok pada masyarakat, naiknya harga rokok menjadi Rp 50.000 ini juga dinilai bisa membantu anggaran pendapatan dan belanja negara pada masa mendatang.

Kalau saya yang bukan perokok sih oke oke saja menanggapi tentang wacana ini, bagaimana pendapat kalian?

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *