Hal-Hal Positif yang Bisa Didapat Dengan Menjadi Seorang Solo Traveler

Banyak orang senang berpetualang, atau pergi ke tempat-tempat baru yang menarik. Namun berapa banyak orang yang berani untuk melakukan perjalanan sendiri, atau yang biasa disebut dengan solo traveler. Seorang solo traveler adalah orang yang senang melakukan perjalanan, namun biasanya dia lebih suka melakukan perjalanan tanpa teman. Berani? Iya. Nekat? Bisa jadi. Karena untuk menjadi seorang solo traveler, banyak hal yang harus dipersiapkan. Selain keberanian dan nekat, juga harus memiliki mental yang siap apabila mendapat kendala selama di perjalanan. Apapun yang terjadi, semua harus mampu diatasi dengan sendiri.

Ada beberapa alasan ketika seseorang memutuskan untuk menjadi solo traveler, beberapa diantaranya misalnya seseorang tersebut adalah termasuk orang introvert yang mana dia lebih nyaman melakukan apa-apanya sendiri. Bukan berarti orang introvert adalah orang yang tidak mau bergaul dengan orang lain, justru mereka senang berkenalan dengan orang dan mendapat banyak hal baru dengan bertemu orang baru. Dengan menjadi seorang solo traveler, mereka bisa mendapat kepuasan dan pengalaman yang baru.

Alasan berikutnya kenapa orang memilih menjadi solo traveler adalah, biasanya orang tersebut adalah orang yang cenderung tidak sabar, dan sukanya segala sesuatu dikerjakan dengan cepat. Jadi semisal orang tersebut harus melakukan traveling dengan kelompok, dia tidak akan bisa tahan kalau ada anggotanya yang lelet. Yang ada kemudian malah dia tidak akan bisa menikmati liburannya.

Dengan beberapa alasan kenapa seseorang memutuskan untuk menjadi solo traveler, pastinya ada hal-hal positif dan negatif dari suatu perjalanan. Ada baiknya jika kita melihat beberapa hal positif, dari menjadi seorang solo traveler.

Hal-Hal Positif yang Bisa Didapat Dengan Menjadi Seorang Solo Traveler

solo traveler
Solo Traveler

Seorang Solo Traveler Adalah Orang Dengan Kepercayaan Diri yang Tinggi

Memutuskan untuk traveling sendirian, bukanlah suatu hal yang bisa diambil dengan tanpa perhitungan yang matang. Ada banyak resiko yang harus siap untuk diterima di kemudian hari. Tidak ada yang tahu hal apa saja yang akan terjadi selama di perjalanan, solo traveling selamanya tidak akan terwujud kecuali kalau orang itu percaya bahwa dirinya mampu mengatasi segala permasalahan.

Dia Adalah Seorang Konseptor Sekaligus Road Manager yang Hebat Untuk Dirinya Sendiri

Ternyata memiliki kepercayaan diri yang tinggi saja tidak cukup untuk menjadi seorang solo traveler, minimal dia memiliki pengalaman traveling, dan bisa membaca segala kemungkinan yang bisa terjadi. Seperti misalnya dia akan melakukan perjalanan ke . Meskipun sebelumnya belum pernah traveling ke sana, namun seorang solo traveler mampu membuat konsep perjalanan yang cocok bagi dirinya. Mulai dari persiapan akomodasi apa yang akan digunakan, berapa estimasi lama perjalanan, sampai hal-hal kecil seperti senjata yang perlu dibawa barangkali bertemu penjahat, semua hal sudah dikonsep dengan baik. Pun begitu saat di perjalanan, segala jenis manajemen atas dirinya mampu dipatuhi dengan baik. Seperti manajemen waktu, jam berapa harus berangkat agar tidak ketinggalan kereta atau pesawat, perlengkapan apa saja yang harus dibawa. Bahkan dia mampu me-manage keuangan selama perjalanan, sampai ke strategi yang harus dipersiapkan seandainya kehabisan duit di tengah perjalanan.

Seorang Solo Traveler Bukanlah Seorang Penyendiri, Dia Hanya Suka Melakukan Perjalanan Sendirian Dan Bertemu Dengan Orang-Orang Baru

Salah besar kalau ada yang menganggap seorang solo traveler adalah orang yang anti-sosial, dan tidak mau bergaul dengan orang lain. Justru dengan melakukan perjalanan sendirian, seorang solo traveler dituntut untuk bisa humble dan bergaul dengan orang baru. Tidak ada orang yang mampu hidup sendirian, termasuk ketika melakukan solo traveling. Bisa dipastikan selama di perjalanan dia akan membutuhkan tangan orang lain, agar perjalanan dia tetap lancar. Entah itu dia bertemu dengan teman perjalanan selama di kereta, berbaur dengan penduduk di destinasi yang dituju, tidak jarang pula seorang solo traveler diberi tumpangan oleh penduduk setempat, sampai berkenalan dan bertukar kontak dengan sesama traveler.

 

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *