Hal-Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Aqiqah

Aqiqah tak hanya sekedar perintah agama, namun di Indonesia sudah menjadi sebuah tradisi yang dilakukan dalam menyambut kelahiran bayi. Aqiqah menjadi salah satu bentuk rasa syukur atas anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa berupa momongan yang menjadi harapan setiap keluarga.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu anda tahu tentang aqiqah :

aqiqah

1. Hukum pelaksanaan aqiqah

Tidak semua bayi yang lahir ke dunia kemudian di-aqiqahi oleh orang tuanya, karena beberapa alasan seperti faktor ekonomi atau ketidaktahuan dalam hukum. Inilah sebabnya, kemudian banyak orang yang beraqiqah setelah dewasa, terutama ketika hendak menunaikan ibadah haji atau umrah.

Rasulullah menganjurkan aqiqah dilakukan untuk anak yang baru lahir bagi orang tua yang mampu. Idealnya dilakukan pada usia tujuh hari, atau 14 hari atau 21 hari. Kalau sudah dewasa tidak ada perintah Rasulullah untuk aqiqah.

Hukum aqiqah sendiri dalam ajaran agama adalah sunnah dan merupakan hak kedua orang tuanya. Setelah di-aqiqahi, diajurkan untuk memotong sebagian rambut bayi dan diberi nama yang baik.

2. Kenapa kalau anak laki-laki diaqiqahi dua ekor kambing, sedangkan perempuan hanya satu ekor kambing?

Nah, hal ini didasari oleh kondisi sosial orang Arab dan bangunan pemikiran mereka ketika itu. Dimana kehadiran anak laki-laki lebih mereka harapkan dibanding anak perempuan.

Kebahagiaan yang dirasakan ketika mendapatkan anak laki-laki melebihi ketika mendapat anak perempuan. Karenanya, aqiqah untuk anak laki-laki lebih banyak ketimbang anak perempuan.

3. Tradisi memotong rambut

Tradisi memotong rambut yang dilakukan bersamaan dengan waktu aqiqah rupanya juga telah menjadi budaya di berbagai negara di dunia salah satunya oleh muslim di Arab. Masyarakat Hindu India juga mempunyai tradisi memotong rambut bayi untuk membersihkannya dari hal-hal negatif dalam kehidupan sebelumnya.

Di Nusantara ada juga budaya potong rambut bayi, seperti budaya jawa yang mengenal tradisi potong rambut saat bayi berusia 5 hari atau yang dikenal dengan upacara selapanan.

Masyarakat Ternate, Maluku Utara juga mempunyau tradisi memotong rambut bayi yang disebut saro-saro. Upacra ini sebagai simbol untuk menyambut kehidupan baru bagi sang bayi. Kemudian biasanya akan diteruskan dengan mencukur plontos kepala bayi hingga bersih.

4. Manfaat tradisi memotong rambut

Ternyata, mencukur rambut tidak sekedar tradisi, tapi juga sangat baik bagi kesehatan. Meskipun hanya tradisi, ternyata secara medis mencukur rambut ada manfaatnya secara medis. Salah satunya adalah untuk membersihkan lemak dan zat-zat sisa dari rahim ibu yang mungkin terbawa/menempel di rambut pada proses persalinan.

Kepala plontos bayi juga memudahkan ibu untuk mengamati kalau-kalau ada sesuatu yang tak diharapkan seperti iritasi, bisul, luka dan sebagainya.

Saat ini, sangat mudah untuk mencari jasa aqiqoh. Banyak penyedia jasa seperti ini di Indonesia. Biasanya, para juga memiliki usaha tambahan seperti ini.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *