Hal-Hal yang Berubah Setelah Memiliki Dua Anak

Sebulan yang lalu, saya diberi anugerah yang sangat luar biasa. Anak kedua kami lahir sehat, dan normal tanpa ada masalah yang serius. Terlebih setelah anak pertama kami perempuan, anak yang ke-dua kami diberi seorang anak laki-laki yang nggak kalah ganteng sama bapaknya.

Saya kemudian teringat oleh ucapan seorang teman, yang mengatakan kalau cara berpikir orang akan lain ketika telah memiliki dua orang anak atau lebih. Entah dia berkata begitu mengambil dalil dari mana, atau mungkin hanya pemikiran atas pengalaman pribadinya saja. Tapi yang pasti, ada beberapa hal yang berubah ketika saya benar-benar telah memiliki dua orang anak.

memiliki dua anak
Abel dan baby Benz saat awal-awal kelahirannya

Beberapa hal yang bisa dikatakan berubah setelah saya memiliki dua anak adalah:

Perhatian yang Terpecah

Akan terasa sekali ketika kita memiliki dua orang anak, salah satunya adalah perhatian kita terhadap anak yang menjadi terpecah. Sebelum si kecil lahir, kami –saya bersama istri- lebih fokus memperhatikan anak pertama. Tetapi setelah si kecil lahir, bisa dibilang perhatian kepada kakaknya agak berkurang, terlebih ketika sedang berada di rumah. Bahkan pernah kejadian, kami saking ribetnya menyiapkan keperluan mandi buat si kecil, kakaknya sampai lupa belum mandi. So far, kami masih harus berusaha untuk tetap fokus pada keduanya.

Terkadang Ada Rasa Cemburu kakak Pada Adiknya

Anak kami yang pertama berusia belum genap lima tahun, di usianya yang segitu terkadang ada sikap yang menunjukkan kalau dia cemburu pada adiknya. Abel –anak kami yang pertama- sebenarnya sayang sama adiknya, pengennya nyiumin adiknya, tidurnya sebelahan, kalau adiknya nangis dia bantu nepukin pantatnya, atau bahkan kepengen bisa menggendong adiknya. Namun karena Abel masih usia segitu, seringkali apa yang dilakukannya justru dapat membahayakan si kecil. Dan nggak jarang kami sebagai orangtua memperingatkan atau memarahinya.

Kalimat-kalimat seperti: “Abel, adiknya jangan digituin!”, “Abel, awas jangan main di situ, nanti kena adiknya!”, dan lain-lain. Maupun sikap-sikap seperti ketika malam mau tidur, kami sibuk menyiapkan tempat tidur bayi, membersihkan dan menyelimuti si kecil, sementara Abel dibiarkan sendiri. Atau ketika kami bermain dengan si kecil, suka menciuminya dan lain-lain. Melihat sikap-sikap seperti itu, kadang Abel terlihat cemburu dengan adiknya.

Bahkan pernah suatu malam, Abel tidur minta saya untuk menemani, tiba-tiba si kecil menangis. Kebetulan mamanya masih di kamar mandi, otomatis saya langsung bangun buat gendong si kecil. Eh, pas mau bangun, tangan saya ditarik oleh Abel, dia nggak mau saya tinggal. Padahal saya sudah bilang kalau adiknya lagi menangis, mama masih di kamar mandi. Abel tetap nggak mau melepasin tangan saya. Dari sini bisa dilihat kalau Abel cemburu sama adiknya, pengen minta diperhatikan juga kayak waktu masih belum ada adiknya.

memiliki dua anak
Abel yang sayang banget sama adiknya

Belanja Perlengkapan Bayi Lagi

Biasanya anak kedua untuk kebanyakan perlengkapannya, mendapat lungsuran dari kakaknya. Tetapi untuk anak kedua kami, sebagian barangnya banyak yang nggak bisa memakai bekas dari kakaknya. Seperti misalnya baju-baju dan lain-lain, nggak mungkin memakai bekas kakaknya. Karena kakaknya perempuan, dan si kecil laki-laki. Itulah kenapa kami berbelanja banyak keperluan bayi lagi, dan pilihan berbelanja kami kebanyakan jatuh di online shop. Kenapa harus online?

  • Memudahkan dalam pencarian kategori barang yang akan dicari
  • Tidak perlu muter-muter ke beberapa toko untuk mencari produk yang sesuai
  • Bisa menentukan beberapa harga produk dari toko-toko yang berbeda, tanpa perlu muter-muter keluar rumah. Untuk keperluan membandingkan harga dari beberapa toko online, saya merekomendasikan . Sekilas informasi, adalah situs yang bisa kalian akses untuk mencari, mengecek dan membandingkan harga suatu produk dari beberapa online shop yang banyak bertebaran di dunia maya. Males banget kan kalau harus mengecek satu persatu toko online hanya untuk mencari mana yang menawarkan harga terendah. Kalau di kita jadi dimudahkan banget. Cukup ketikkan nama barang di kolom pencarian, kemudian akan muncul katalog dari beberapa online shop, tentukan mana yang ingin dibeli, terus masuk deh ke toko yang dituju. Mencari barang jadi lebih mudah dan hemat.
  • Praktis dan tidak membutuhkan banyak waktu.

Lebih Banyak Waktu yang Tersita Untuk Mengurusi Dua Anak

Memiliki dua anak, berarti harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengurusi keduanya. Anak pertama kami saat ini baru masuk ke sekolah TK, anak kedua kami masih bayi berusia satu bulan. Sejak pagi harus mengurusi rumah, mempersiapkan Abel untuk berangkat sekolah, mempersiapkan kebutuhan mandi si bayi, jemurin pakaian, kemudian baru ngurusin masalah kerjaan. Siang jemput Abel sekolah, memperhatikan makan siangnya, kadang ngajakin bermain, kadang pengen ditemenin tidur siang. Istri sibuk masak dan ngurusi si bayi. Masuk sore hari menyiapkan Abel untuk mengaji, menyiapkan keperluan mandi sore si kecil, membereskan pekerjaan. Setelah Magrib, baru mulai agak santai, sambil nonton beberapa acara di TV, sambil mengecek kembali buku-buku sekolah dan buku ngaji Abel. Kemudian malam saat semua sudah istirahat, giliran saya mencuci pakaian bayi, selimut dan lain lain. Lewat tengah malam baru bisa istirahat. Capek? Sudah pasti. Tapi mendapat anugerah dua orang anak yang lucu dan pintar, membuat saya banyak bersyukur. Melihat keluarga bahagia, adalah kebahagiaan terbesar bagi seorang super dad! Semoga kebahagiaan ini akan terus dianugerahkan kepada kami.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *