[Fiksi] Sujud

Malam itu di pinggir sofa, aku menunduk. Sedikit malu, namun sedikit cemas dan berharap.

“maaf, saya tidak bisa..”

Sekilas jawaban dari wanita yang telah diam-diam kucintai itu, membuat hatiku seperti tertusuk tombak para pejuang kemerdekaan. Itu artinya lamaranku ditolak, mimpiku untuk segera menikahinya dan membentuk sebuah keluarga kecil dengan seorang anak perempuan yang lucu sirnalah sudah. Malam ini adalah malam tersuram dalam hidupku.

Aku baru saja menerima gelar sarjana ku beberapa bulan yang lalu. Diterimanya aku di sebuah universitas negeri di Bandung, membuatku harus meninggalkan kampung halamanku untuk beberapa tahun. Mungkin orang mengira aku bukanlah anak yang berbakti. Surabaya – Bandung bukanlah jarak yang terlalu jauh untukku sekadar pulang saat liburan. Tapi ibu selalu menasihatiku,

“Sudahlah Ikmal, ndak usah sering-sering pulang, cukup lebaran saja kamu pulangnya. Ambillah semester pendek biar kamu cepat lulus. Bapakmu sudah terlalu tua untuk terus bekerja buat biaya kuliahmu!”

Beban sekaligus cambuk buatku, agar aku cepat menyelesaikan kuliahku. Itulah kenapa aku tidak mengenali Disty, anak tetanggaku yang beranjak remaja dan tumbuh menjadi gadis manis yang solihah. Selain membantu orang tuanya berjualan di toko, Disty juga mengajar mengaji di mushola setiap sore. Diam-diam aku memperhatikannya, sampai pada suatu pagi aku menerima telepon dari sebuah perusaan besar yang menyatakan bahwa aku diterima kerja di perusahaan mereka. Dengan menyebut bismillah, aku bermaksud melamar gadis manis tersebut. Tapi jawaban Disty membuatku tertunduk lebih dalam, mau tidak mau harus kuterima dengan besar hati. Walau berat untukku!

“…maaf, saya tidak bisa menolak lamaran mas Ikmal!”

Glaaaarrrr…. seperti ada petir yang menyambar. Entah mimpi atau aku salah dengar.

“Maksud dek Disty…?”

“Iya mas Ikmal, saya mau menikah dengan mas!”

“Alhamdulillaaah….” Serentak ucap syukur semua orang yang ada di ruangan ini. Saya-pun lalu bersujud, mensyukuri nikmat anugerah Allah yang begitu besar.

*Ini adalah cerita fiksi yang pernah saya tulis di blog lama yang sudah dihapus.

You may also like...

4 comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *