[Event Report] Are You In or Out? Be Desicive!

Haloo buat yang di Surabaya nih, ada acara seru men! Hari Jumat kemarin, 13 Juni 2014 pihak penyelenggara event IN OR OUT mengundang beberapa orang dari media dan blogger untuk memperkenalkan event yang mereka adakan. Dan tema event mereka adalah :

Co Creation : Are You IN OR OUT? Be Decisive
Komunitas Surabaya Berani Ambil Keputusan!
Bagi kaum muda dewasa masa kini, komunitas merupakan satu wadah pilihan untuk menyalurkan ekspresi dan hobi. Sebagai kota dengan jumlah penduduk yang besar dan beraneka ragam, Surabaya memiliki jumlah komunitas yang tidak sedikit. Sebuah proyek bernama Co-Creation : Are You IN OR OUT? Be Decisive! yang diinisiasi oleh beberapa komunitas di Surabaya membuktikan keberanian dan ketegasan mereka dalam membuat keputusan sebab ketegasan (decisiveness) merupakan spirit yang memainkan peranan penting dalam menjaga kelangsungan suatu komunitas.
Hal ini sejalan dengan kampanye ‘Be>Marlboro’, yakni kampanye yang mendorong masyarakat dewasa untuk berani mengambil keputusan dalam hidup.Sebagai turunan dari kampanye tersebut, Marlboro memiliki program IN or OUT yang selalu konsisten untuk memberikan tantangan seputar pengambilan keputusan.
Di dalam proyek ini, komunitas diajak untuk mempresentasikan proposal komunitas mereka yang berkaitan dengan tiga kota besar, yaitu Tokyo, London dan New York. Sebagai penghargaan atas ketegasan dan keberanian para anggota komunitas di Surabaya dalam mengikuti program ini, penyelenggara pun berkomitmen untuk membantu mewujudkan proposal terbaik.
Jadi gampangnya seperti ini, komunitas-komunitas di Surabaya diminta untuk membuat proposal yang berhubungan dengan ketiga kota besar, yakni Tokyo, London dan New York. Kenapa tiga kota besar tersebut yang dipilih? Karena proposal terbaik yang terpilih akan diwujudkan gratis oleh Marlboro sebagai penyelenggara acara. Misalkan kalian punya komunitas panjat tebing, lalu kalian mempresentasikan proposal berupa mimpi kalian untuk mencoba memanjat menara Big Ben di London. Lalu kalian diharuskan untuk mengikuti tantangan-tantangan yang ada di situs neversaymaybe.co.id yang setiap tantangan yang berhasil akan mendapatkan badge untuk ditukarkan dengan hadiah-hadiah yang menarik, atau terus mengumpulkan badges tersebut untuk mendapatkan hadiah yang lebih besar, yakni perjalanan tak terlupakan ke Tokyo, London atau New York.
Acara presentasi tiap-tiap komunitas di Surabaya kemarin diadakan di mall Spazio, dan kami sebagai media dan beberapa blogger yang meliput acara tersebut di-briefing dan diberi kesempatan untuk melihat keseluruhan rangkaian acara serta mewawancarai teman-teman dari beberapa komunitas yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, plus foto-fotoan juga dong! Ini nih beberapa penampakan di acara IN or OUT kemarin,
photo booth (Tasya dan Hanny dari blogger)

 

booth komunitas tatoo

 

booth komunitas otomotif

 

area venue

 

komunitas air soft gun
presentasi komunitas air soft gun

Setelah berkeliling melihat venue tempat acara berlangsung, kami dari blogger dan media lalu diberi kesempatan untuk mewawancarai orang-orang dari masing-masing perwakilan komunitas tersebut. Dan beberapa orang tersebut adalah:

1. Komunitas Air Soft Gun

Diwakili oleh Siswandi dari komunitas Air Soft Team Delta, menerangkan sejarah masuknya permainan air soft gun di Indonesia. Pertama kali dimainkan di Indonesia pada tahun 1995, namun tidak begitu populer hingga pada tahun 2000 permainan ini mulai booming. “Pada dasarnya para pecinta permainan ini adalah orang-orang yang suka adventure, mulai bermain air soft karena permainan ini adalah jenis adventure yang paling murah meriah,” tutur Siswandi. Dia juga menambahkan, disebut murah meriah karena hanya dengan mengeluarkan kocek sebesar satu juta Rupiah untuk keperluan membeli unit dan safety googles sebagai persyaratan minimun untuk memainkan permainan ini. Selain itu, sebagai pajak untuk kepemilikan unit air soft gun tersebut dikenakan biaya sebesar Rp150 ribu selama setahun. Untuk saat ini bisa dibilang sudah cukup murah dibandingkan dulu. Setiap team untuk bermain permainan ini diwajibkan didampingi oleh pihak-pihak dari TNI dan POLRI untuk pengarahan dan keamanan. Sementara event yang merka ikuti pun beragam, seperti event tahunan nasional yang melombakan team-team dari seluruh komunitas air soft gun di Indonesia.

2. Komunitas Otomotif D2 RENOVATIO

Komunitas yang satu ini terbentuk secara iseng dari beberapa anggotanya di sekitar tahun 2005, bermula dari kesamaan minat dan kegemaran di bidang otomotif mulai dari driving hingga modification. Bernama D2 RENOVATIO yang berarti Drag and Drift, sementara Renovatio sendiri berarti kelahiran kembali. Nama tersebut mereka resmikan pada tahun 2012 pada saat bersama-sama melakukan touring di Bali. Beranggotakan 25 orang dan masih membuka lebar kesempatan bagi siapa saja untuk bergabung bersama mereka, syaratnya hanya satu, cinta otomotif. Tidak ada anggaran atau iuran khusus untuk menjadi anggota dari komunitas ini, bahkan mereka memiliki usaha bersama untuk mengisi uang kas untuk keperluan touring atau kegiatan yang lain. “Tidak ada iuran khusus di komunitas kami, paling setiap akan mengadakan touring kami akan  urunan (patungan) untuk keperluan biayanya,” terang Ardian Andana sebagai perwakilan dari D2 RENOVATIO. “selain urunan, pemasukan anggaran kami juga berasal dari usaha bersama yang kita lakukan seperti usaha cutting sticker yang untuk pengerjaannya kami lakukan rame-rame, dan hasil dari usaha tersebut juga bisa kami gunakan untuk mengisi uang kas, lalu kalau ada salah satu dari temen yang ingin menjual kendaraan juga kami bantu untuk memasarkannya, jadinya kan lebih cepat laku, keuntungan penjualannya juga bisa jadi pemasukan bagi komunitas kami,” lanjutnya.

3. STAC (Surabaya Tattoo Artist Community)

Ber-basecamp di DeBOS Tattoo jalan Jarak Surabaya, komunitas ini merupakan wadah bagi para pecinta seni melukis tubuh di Surabaya. Dibentuk sejak tahun 2007, sebagai wadah, komunikasi para pecinta tattoo maupun untuk memperkenalkan kepada masyarakat umum tentang seni tattoo. Sebagaimana yang orang ketahui, bahwa orang-orang dengan tattoo di tubuhnya terkesan negatif, hal inilah yang ingin diubah oleh STAC bahwa tattoo ini adalah seni, tidak ada hubungannya dengan kejahatan ataupun perilaku negatif lainnya. Bahkan penelitian terbaru menyebutkan bahwa 99,99% tidak ada penyakit yang timbul akibat dari tattoo, seperti issue yang beredar bahwa seseorang bisa tertular virus HIV akibat dari pemakaian jarum tattoo itu sampai saat ini belum terbukti. STAC diwakili oleh Jimmy Toge sebagai salah satu pendiri komunitas ini menyebutkan bahwa telah banyak event yang telah mereka ikuti, baik itu event lokal maupun nasional.

Dan akhirnya sesi wawancara pun diakhiri karena mereka kemudian melanjutkan kembali kegiatan di dalam acara IN or OUT tersebut. Terima kasih untuk panitia IN or OUT yang memberikan kesempatan kepada kami selaku blogger untuk meliput acara tersebut. That was a very expensive experience for us, semoga akan ada banyak kesempatan seperti ini ke depannya. ahaseek! Tidak mau ketinggalan, saya juga pengen narsis dong. ini adalah foto-foto saya bareng Hanny dari Warung Blogger sebelum akhirnya kami berpamitan. Thanks for reading guys, bye!

 

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *