Dirgahayu Kota Surabaya ke-722, Aku Arek Suroboyo!

Semalam, hashtag #Surabaya722 bertebaran di sosial media. Mulai dari Facebook, Twitter, Path, Instagram dan lain-lain hampir semua warga Surabaya meramaikan sosial media dengan hashtag tersebut. Kenapa? Karena Surabaya berulang tahun yang ke-722 bos! 🙂

Saya yang memang asli banget produk dari kota pahlawan ini juga pasti senantiasa ikut merasakan kemeriahan ulang tahun Surabaya. Weits, ngomong-ngomong soal produk Surabaya, di KTP saya untuk tempat lahir memang ditulis Sidoarjo. Tapi sebenarnya saya hanya numpang lahir di rumah sakit yang waktu itu kebetulan berada di Sidoarjo, karena kakek-nenek saya waktu itu akhirnya pindah rumah ke daerah Waru. Jadi bisa dibilang dari bayi sampai saya punya bayi, sampai bayi saya gede saya tinggal di Surabaya. Malah istri saya yang asli Jawa Barat saya ungsikan juga KTP-nya jadi ikut KTP Surabaya, hehehe!

Banyak kenangan di kota ini, dari yang selalu teringat, kadang-kadang ingat, sampai yang males buat diingat semua terangkum dalam memori di kepala saya. Semoga apa saja yang pernah membuat saya jatuh bangun bisa menjadikan saya pibadi yang sealu berpikiran bijak dan dewasa, dan waras!

Ngomong-ngomong soal Surabaya lagi nih, ada satu ikon yang selalu menjadi identitasnya arek-arek Suroboyo yaitu patung Sura dan Buaya yang dulu dibilang sebagai asal muasal nama kota Surabaya.

surabaya722, surabaya, aku arek suroboyo
Potret keluarga di depan patung Sura dan Buaya

Letaknya persis di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS), saya pernah nulis tentang KBS juga di blog ini. Kalau nggak mau masuk ke lokasi kebun binatang-nya sih boleh boleh saja, mampir aja ke depan patung Sura dan Buaya terus foto-foto di sana. Banyak kok yang foto-fotoan di sana, BANYAK. Mau foto sendiri atau pake jasa tukang foto plus langsung cetak juga bisa. Rata-rata tukang foto di depan KBS sudah memakai kamera DSLR, meskipun hasil jepretannya standart banget sih. Biaya foto plus langsung cetak cukup murah kok, untuk ukuran foto 4R hanya sekita RP 20ribu saja. Itupun kita masih diperbolehkan meng-copy hasil jepretan di kamera masnya ke flashdisk atau handphone kita. Asyik toh!

You may also like...

One comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *