Cek Struk Pembelian, Sebelum Meninggalkan Super/Mini Market!

Buat yang sering, atau siapa saja yang berencana akan berbelanja di super/mini market dengan list belanjaan yang banyak. Pengalaman yang saya alami barusan mungkin bisa banget jadi pelajaran berharga.

Jangan berharap kali ini saya akan menulis bagaimana tutorial berbelanja di super/mini market agar dapat diskon yang gede, nggak-saya bukan menulis hal itu. Akan tetaki tetapi, hal yang akan saya share kali ini diharapkan bisa menghindarkan kita dari kerugian akibat  some human mistake.

pengalaman berbelanja, kasir nakal, kasir curang

Jadi gini guysor girls, semalam saya membeli sesuatu di salah satu supermarket di Surabaya yang cukup mempunyai nama. Maaf, saya nggak bisa menyebutkan that supermarket yang saya kunjungi semalam. Ini demi kredibilitas dan nama baik mereka yang mungkin saja ‘dirusak’ oleh satu atau dua oknum karyawan mereka.

Selesai berbelanja, saya pun kemudian mengantri ke kasir. Ada seorang ibu-ibu di depan saya yang berbelanja cukup banyak, bla-bla-bla, kemudian kelarlah urusan bayar membayar beliau.

Saat giliran saya membayar belanjaan di kasir, si ibu-ibu tadi balik ke kasir lagi. Beliau menanyakan satu item yang masuk ke struk belanjaan, tapi beliau tidak merasa membawa itu barang. Karena memang barang tersebut tidak ada dalam daftar belanjaan. Sebuah minyak goreng dengan harga sekitar 40 ribuan sekian.

Saat si ibu bertanya “mbak ini apa kok harganya empat puluh ribu?” Si mbak langsung menjawab, “oh maaf ibu, ada kekeliruan, akan saya ganti uang tunai!”

JREENG!!!

Aseli, saya bukan orang yang gampang mencurigai orang lain. Semaling-malingnya orang, kalau tidak ada bukti yang kuat, saya tidak akan berani menyebut orang itu maling.

Akan tetaki tetapi, nggak ada salahnya kalau kita membaca situasi ini dan mengambil pelajaran agar tidak mengalami kerugian kalau nantinya kita yang di posisi ibu tersebut.

Saya tidak mau menuduh si mbak kasir tersebut, tapi kok dari gelagatnya ada sesuatu yang mencurigakan.

Pertama adalah reaksi si mbak yang spontan langsung menjawab kalau ada kekeliruan di struk tersebut.

Gini deh, kalau kita menjadi seorang petugas kasir, kemudian ada orang yang sudah beberapa menit lalu selesai membayar ujug-ujug balik lagi menanyakan salah satu item yang ada di struk belanjaan, saya sangat yakin kalau kita nggak akan langsung bilang kita keliru. Kita cek dulu satu-satu belanjaan si customer, kita pastikan kalau kita memang salah saat meng-input daftar belanjaan, baru kita minta maaf dan membenarkan yang keliru.

Kalau setiap customer yang komplain langsung kita benarkan, kita yang rugi kalau ternyata customer tersebut ‘nakal’. Tapi si mbak kasir tersebut langsung spontan menyebut kalau dia keliru.

Ini mencurigakan, lagipula masa iya si mbak hapal banget sama daftar belanjaan si ibu, sampai ada yang salah dia langsung tahu kalau item tersebut tidak masuk ke kantong belanjaan beliau. Padahal belanjaan si ibu cukup banyak dan sudah pergi beberapa menit yang lalu.

Hal kedua yang mencurigakan adalah si mbak yang panik, dan memberikan alasan yang nggak jelas. Si mbak kasir berkata, “maaf bu, itu belanjaan orang yang tadi,” sambil menunjuk ke pintu.

Kemudian, item yang keliru tadi letaknya ada di tengah dari list struk belanjaan si ibu. Perkiraan saya, kalau memang si mbak salah meng-input belanjaan orang yang sebelumnya, kira-kira item tersebut akan ada di urutan paling atas dari list struk belanjaan si ibu. Terus kok barangnya, the minyak goreng tadi kok nggak ada di meja kasir. Apa sudah kebawa sama orang yang sebelumnya tapi si mbak lupa meng-input di struk belanjaan.

Buat saya ini aneh, masa sih petugas kasir yang sudah berseragam (saya anggap mbak tersebut karyawan lama, karena tidak ada indikasi sama sekali kalau si mbak tersebut karyawan baru) bisa melakukan kesalahan yang cukup fatal seperti itu. Tapi yah, namanya manusia, bisa saja melakukan kesalahan.

Dari beberapa investigasi di atas, saya jadi menyimpulkan beberapa kemungkinan:

  1. Si mbak kasir tersebut ‘nakal’. Kemungkinan pertama, si mbak tersebut memang niat memasukkan fake item ke list belanjaan orang, yang duitnya nanti diambil untuk dimakan sendiri (atau sama kroni-kroni yang lain).
  2. Si mbak kasir tersebut melimpahkan kesalahannya, ke belanjaan orang lain. Maksudnya memang benar kalau item tersebut milik orang yang sebelumnya. Si mbak lupa meng-input kemudian memasukkan ke belanjaan orang setelahnya, agar tidak mengalami kerugian. Karena yang saya tahu dari beberapa teman yang bekerja di some kind of that market, bahwa mereka akan dikenai klaim jika ada barang hilang saat stock opname. Ini kemungkinana yang ke-dua.
  3. Si mbak tersebut jujur, hanya kesalah pahaman. Kemungkinan yang ke-tiga adalah, si mbak kasir tersebut memang jujur, dan ini memang murni kesalah pahaman.

 

Apakah Saya Mencurigai Pihak Perusahaan Supermarket Tersebut?

My answer is BIG NO!

Saya sangat yakin dari pihak perusaan tidak akan mengeluarkan peraturan yang megharuskan karyawannya berbuat curang. Karena perusahaan tersebut sudah mempunyai nama dan kredibilitas, cabangnya ada di seluruh Indonesia, dan mereka sudah berdiri cukup lama tanpa pernah ada berita atau issue yang menyebutkan perusahaan tersebut adalah penipu.

Ini hanya soal oknum, atau murni kesalah pahaman saja.

Setidaknya, dari peristiwa ini, kita ambil positifnya saja lah. Tidak perlu harus men-judge yang tidak-tidak, apalagi sampai koar-koar dan merasa dirinya yang paling suci.

Apa yang sudah dilakukan ibu tadi, layak buat kita tiru. Mengecek kembali daftar belanjaan sebelum meninggalkan lokasi. Hal ini untuk mengantisipasi apabila ada kekeliruan seperti kejadian di atas, juga untuk ricek apakah ada belanjaan yang belum kebeli. Jadi biar nggak bolak-balik dan ribet.

Jikalau toh ternyata ada kekeliruan seperti kejadian di atas, tetaplah berkepala dingin, katakan dengan baik kepada kasir yang bertugas. Selesaikan masalah dengan sangat baik dan secara kekeluargaan. Memberikan teguran kepada petugas kasir agar tidak mengulangi kesalahan yang sama juga boleh, asal jangan pernah ‘berteriak maling’ selama tidak ada bukti kuat bahwa dia sengaja melakukan hal itu. Terlepas dari apakah petugas kasir tersebut memang sengaja melakukan kecurangan atau tidak, biarlah itu menjadi urusan dia dan Tuhannya. Bukan ranah kita untuk mengurusi hal itu.

Semoga bermanfaat!

You may also like...

4 comments

  1. Kalau kataku sih kesimpulannya antara nomer 1 atau 2.
    Makasih ya… kayanya memang kudu dicek deh. Dan kudu meski banyak belanjaannya. Duduk sejenak dan lihat nama barangnya.
    Akhir-akhir ini sering lihat belanjaan sih.

    Tapi kadang pas beli tuh aku hitung dalam hati (kalau belanjaannya dikit) jadi pas bayar harganya masih disekitar yg kuhitung jarang curiga.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *