BAPER's TALK

BAPER’s TALK: Q&A Random Things About Family

Selamat datang di BAPER’s TALK (yang harusnya tayang minggu lalu!) 😀

baper's talk

Coba kalian lihat postingan BAPER’s TALK milik IHWAN HARIYANTO dan PRIYO HARJIYONO, mereka sudah posting dari minggu kemarin, tapi saya baru bisa nulis hari ini. Sok sibuk banget sih iya, tapi Ihwan dan Priyo sudah mengijinkan saya untuk telat kok. Hehe

Alasan kenapa saya telat nulis adalah, karena minggu kemarin saya mendapat musibah. Laptop yang biasa saya gunakan untuk ngeblog dan sebagainya harus rawat inap, awalnya engsel laptop macet kemudian pangkon engsel tersebut pecah. Setelah dibongkar, awalnya sih masih bisa menyala, tapi kemudian karena engsel yang tadi dibenerin belum bener banget, akhirnya macet dan mengenai kabel-kabel tipis di LCD nya, jriiaaatt… kemudian keluar api kecil. LCD laptop saya mampus sodara-sodara.

Untuk sementara, saat ini saya masih menggunakan laptop tersebut, tapi tanpa layar.

“Kok bisa? Bagaimana caranya menyalakan latop tanpa layar?”

Bisa, saya beli kabel converter HDMI to VGA, kemudian saya sambungkan ke LED komputer lama saya yang tidak terpakai, dan VOILA! Jadilah laptop saya kembali bisa digunakan, tapi tidak bisa mobile, hanya bisa diam di meja kerja. Wkekek

Ya sudah, BAPER’s TALK kami kali ini, kami akan menjawab beberapa pertanyaan dari teman-teman hal-hal random tentang keluarga. Enjoy!

1. Kalau lagi marahan siapa yang biasanya minta maaf duluan?

Mungkin pertanyaannya bisa diganti, “Siapa yang paling sering marah?” Hehehe. Selisih usia saya dan istri itu 8 tahun, kami berdua bisa dibilang sama-sama keras kepala. Hampir tiap hari ada saja yang membuat kami ribut, tiada hari tanpa konflik deh.

Tapi herannya, meskipun hampir tiap hari marahan, tapi kok metang-meteng ae! Hahaha, metang-meteng artinya bolak-balik hamil. Ini saja istri lagi hamil anak yang ke-3.

Jadi kesimpulannya, efek marahan pada pasangan suami-istri itu bisa mengakibatkkan hamil. Begitu bukan?

Secara resmi, kami memang jarang sekali mengucapkan maaf. Tapi, sikap kepada pasanganlah yang menunjukkan kalau kami sudah bisa saling memaafkan.

Hari ini istri marah, bret bret bret… Nggak lama kemudian ketika keadaan mulai mencair, salah satu pasti ada yang ngajakin ngobrol duluan. Setelah ngobrolnya nyambung, di situlah tandanya kami berdua sudah baikan. 😀

 2. Siapa yang paling dekat dengan saya? Anak maksudnya!

Setiap hari anak-anak sama saya, sementara istri saya ngantor. Maklum saya kan pengangguran, hehehe.

Tapi kalau ditanya siapa yang paling dekat sama saya, yaitu Abel, anak pertama. Usianya sekarang hampir enam tahun, kemanapun saya pergi, dia pasti minta ikut. Mungkin karena dari dulu, saya yang selalu baikin dia.

Emaknya sering memarahi dia, terus kalau minta duit buat jajan, selalu dibatasi. Beda dengan saya yang meskipun juga sering marahin dia, tapi kalau dia suka minta jajan atau apa, saya lebih gampang ngasihnya. Nggak tegaan kalau sama anak soalnya. Tapi bukan memanjakan dia, tetep dari saya ada batasan-batasan. Tapi mungkin lebih longgar ketimbang emaknya.

Sedangkan baby Benz, anak saya yang ke-2, karena usianya baru 9 bulan, dan masih dalam masa menyusui, dia lebih dekat sama emaknya.

3. Siapa yang paling sering kena omel pasangan karena berantakan?

Nominasinya siapa nih, orangtua apa anak ikut juga?

Kalau dari istri dan saya, dua-duanya agak suka berantakan. Hehe, tapi yang lebih sering enak omel, ya saya!

Kami berdua suka kerapian sih, jadi saya bukan tipe orang yang pulang ke rumah, taruh tas di lantai, taruh kaus kaki di meja, taruh hati di tetangga, eh. Tetep naruh barang-barang di tempatnya. Ya, sesekali aja sih naruh sembarangan. Tapi jangan dibayangin tempat saya yang rapih banget gitu ya enggak. Banyak berantakannya juga. Gimana ya, bingung!!! 😀

Kalau dari anak-anak sih, Abel tuh. karena sudah gede, jadi suka berantakin mainan dan nggak mau beresin lagi. Jadinya sering diomelin emaknya.

4. Siapa anggota keluarga yg paling gampang bikin kita meleleh kalo sedang marah?

Saya jarang marah, kalaupun marah nggak akan lebih dari dua jam. Baik sama istri maupun sama anak-anak. Mereka motivasi hidup saya, jadi bisa dibilang masing-masing bisa membuat saya meleleh.

Ngomong apa sih, nggak tau deh. Intinya saya kalau marah saat itu juga, nggak pernah marah lama, melihat mereka bahagia itu yang paling penting.

5. Uang gaji suami sebaiknya dipegang istri atau suami?

Pastinya istri sih, karena laki-laki itu boros!

Udah gitu aja!

6. Apa etis punya tabungan rahasia? (Seberapa jujur tentang hal finansial ke pasangan)

Nggak etis sih, tapi nggak bisa dipungkiri, selipan itu pasti ada. Maksudnya duit yang diselipin di celah-celah tanpa suara, hahaha.

Jujur soal finansial itu wajib hukumnya bagi suami-istri, tapi seyogyanya, sesemarangnya, seklatennya, sesolonya, sesesesesenya…. istri jangan terlalu kepo soal simpanan suaminya. Diterima saja berapapun yang diberi suami, disyukuri dan digunakan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan keluarga. Toh, suami yang baik nggak akan menelantarkan keluarganya, kecuali kalau memang si suami lagi minim pendapatan.

Jadi misalkan suami mendapat rejeki sebanyak 10 juta, insa Allah nggak mungkin lah istrinya diberi uang belanja sejuta, yang 9 juta dipakai buat foya-foya. Yang ada malah kebalikannya, 9 juta buat uang belanja, yang sejuta masuk ke selipan.

Yang sebaiknya istri jangan kepo itu maksudnya adalah, kalau diberi uang belanja 9 juta, mbok ya nggak usah nanya “mas nyimpen duit berapa?” sambil buka-buka dompet suaminya. Begitu nemu duit sejuta langsung diambil, “Udah, mas nggak usah nyimpen duit! Kalau mau makan di rumah saja!” Hahaha..

Istri saya apa seperti itu? Nggak kok! 😀

7. Kenapa lelaki lebih senang belanjain anak ketimbang istri?

Seperti di poin nomer 2, karena suami nggak tegaan sama anak!

8. Bagaimana jika pasangan kita terlalu asyik ikutan di grup reuni sekolah sampai acara kopdar berlangsung tiada hari tanpa kenal waktu? Bisa-bisa tercipta CLBK *Jiaah

Ini pertanyaannya gimana yah?

Kalau di kehidupan nyata keluarga saya, baik istri ataupun saya nggak ada yang seperti itu.

Tapi kalau bicara ‘JIKA’, ya pastinya diingetin lah. Segimana caranya lah agar pasangan nggak melupakan posisinya dia sebagai istri dan ibu. Yang paling utama tetap keluarga!

Ini yang bikin pertanyaan lagi curhat kayaknya. D

9. Gimana mengatur dana buat jajan sama jalan-jalan?

Jujur susah! Pakai skala prioritas pastinya, kalau keutuhan primer sudah ter-handle, maka untuk kebutuhan jajan dan jalan-jalan menyesuaikan budget yang ada. Intinya jangan sampai memaksakan untuk hal-hal di luar kebutuhan primer, seperti kepingin beli HP canggih sampai harus hutang/nyicil yang kemudian memberatkan keuangan keluarga. JANGAN!

10. Bagaimana sikap dan perasaan suami kalau istrinya ngefans aktor di TV misalnya aktor Korea, Jepang, India dll?

Ngefans aktor/aktris buat saya fine-fine saja kok, toh saya juga ngefans sama Girls Generation #Loh.

Saat ini istri saya lagi seneng sama sinetron Rahasia dan Cinta, kalau dulu suka Kesempurnaan Cinta.

Intinya selama dalam batasan yang wajar saya sih oke!

11. Ada kepikiran nggak buat nambah istri lagi?

Oke, skip! Ini pertanyaan saya sendiri yang buat! 😀

Sudah yah, terima kasih sudah menyempatkan buat membaca, sampai jumpa di BAPER’s Talk Edisi berikutnya!

2 comments on “BAPER’s TALK: Q&A Random Things About Family

  1. Hihihi sama ternyata, kami juga sering ribut-ribut kecil.
    Kayaknya hampir semua bapak itu lebih sabar dan sayang sama anak-anaknya, Aim itu juga dekat ama aku karena aku ga tegaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *