BAPER’s TALK: Menjaga Anak Terhadap Konten-Konten Negatif di Internet

Hai, selamat datang di BAPER’s TALK.

baper's talk

Baca Juga BAPER’s TALK versi Ihwan Hariyanto dan Priyo Harjiyono

Di edisi BAPER’s TALK kali ini, kami sepakat untuk menulis tentang anak-anak yang sekarang banyak bermain dengan gadget (terutamaĀ smartphone dan internet), dimana di dalamnya tidak bisa dipungkiri pasti ada banyak konten-konten yang bisa dibilang belum cocok untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

Hal ini tercetus gegara beberapa waktu lalu membaca status salah satu teman di Facebook tentang MV (music video) Awkarin terbaru, dimana di video itu beliau menggunakan pakaian yang super seksi. Nah loh, buat bapak-bapak yang penasaran monggo dicari sendiri videonya di tempat biasa. šŸ˜€

Jujur, saat itupun saya penasaran seseksi apa sih cewek yang demen banget bikin sensasi di jagad maya ini. Kok ya banyak banget yang mengkritik tentang video beliau. Singkatnya, saya pun kemudian membuka video tersebut.

Di mata lelaki, video tersebut pasti menarik. Nggak muna lah,, tapiiiii di mata seorang bapak, saya jadiĀ ngelus dada (dada saya sendiri!!), agak jengkel gitu sama beliau. Okelah, buat yang nggak setuju dan bilang saya muna, monggo saja. Ini yang di pikiran saya cuman gimana kalau anak-anak saya menonton video beliau, kemudian meniru-niru, apalagi anak saya yang kedua cowok, masih bayi lagi. Kalau meniru beliau kan gawat, GAWATTTT!Ā #eh

Anak pertama saya, Abel, dia termasuk anak yang seneng nonton video-video di Youtube. Pernah sekali kami kelolosan, dia menonton kartun dengan tokoh karakternya Elsa, Anna, Spiderman dan tokoh kartun lain, tapi ceritanya agak kedewasa-dewasaan gitu. Nah loh, buat para orangtua harus lebih waspada lagi nih kalau anak-anaknya nonton kartun di internet, karena ada loh cerita-cerita dewasa berkedok karakter kartun anak-anak.

Coba kalian masukkanĀ keywordElsa Hulk Spiderman” di Youtube, ada banyak cerita-cerita yang kurang pantas buat dikonsumsi anak-anak.

Nah, sejak kelolosan itulah akhirnya kami (saya dan istri) lebih intens lagi mengawasi Abel kalau sedang memegang gadget.

Bagaimana Mengantisipasi Anak Agar Tidak Mengkonsumsi Konten Negatif dari Internet?

anak konten negatif, awkarin

Selalu Awasi Anak Saat Memegang Gadget

Banyak teman-teman Abel yang dilepas memegang gadget tanpa pengawasan orangtua, sekilas Abel terlihat kasihan. Hanya dia yang tidak memegang gadget sendiri, sementara teman-teman yang lain sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Abel hanya ngeliatin saja.

Tapi di mata kami, justru kami kasihan melihat anak-anak lain yang sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Itu anak dilepas untuk bermainĀ game, nonton video-video, bahkan kalau orangtua mereka membelikan gadget khusus untuk anak-anaknya lengkap dengan budget untuk paket internetnya. Duh, miris membayangkan bagaimana kalau si anak tidak bisa memfilter konten-konten negatif dari internet kemudian mengganggu kejiwaan si anak.

Sampai saat ini, Abel sangat kami batasi dalam memegang gadget. Abel tidak kami belikan gadget (hape) khusus buat dia, tapi bukan berarti tidak boleh sama sekali memegang hape. Sesekali kami membolehkan dia memegang hape saya atau istri, selama itu masih bisa kami awasi. Kalau toh dia lagi ngambek dan minta hape tapi kami nggak bisa mengawasi, paling kami matikan data internetnya, dengan begitu dia hanya bisa mengakses video-video yang sudah tersimpan saja. Biasanya sih dia ngambek karena tidak bisa mengakses youtube, tapi biarlah daripada dibebaskan malah nonton yang nggak bener.

Orangtua Tidak Boleh Gaptek

Abel anak kami masih berusia lima tahun, dia cukup pintar dalam mengoperasikanĀ smartphone. Tapi anak mana sih yang sekarang tidak bisa mengoperasikan gadget, bahkan yang sering terjadi anak malah lebih tahu bagaimana menggunakan fitur-fitur dalamĀ smartphone ketimbang orangtuanya. Inilah yang menuntut kami sebagai orangtua agar tidak boleh kudet atau gaptek, terutama terhadap gadget yang sering digunakan oleh anak-anak. Kalau orangtua lebih gaptek dari anak, ini gawat!!!!

Karena bagaimanapun, di dalam sebuah smartphone, banyak banget hal yang bisa dilakukan. Ibarat sebuah pisau yang tajam, kalau digunakan untuk kebaikan hasilnya akan menjadi manfaat. Kalau digunakan untuk hal buruk, ya bisa saja. Seperti misalnya aplikasi hidden files, hidden apps, dan lain-lain yang digunakan untuk menyembunyikan file atau aplikasi. Kalau aplikasi ini digunakan untuk menyembunyikan foto atau video-video berbau negatif kan kalau orangtuanya gaptek, pasti dianggap anaknya aman-aman saja. Dan masih banyak lagi fitur atau aplikasi lain yang bisa digunakan untuk hal-hal buruk. Di sinilah orangtua harus benar-benar jeli dan mengerti tentang perkembangan teknologi yang ada.

Kalau di rumah, saya yang lebih banyak belajar tentang perkembangan teknologi. Istri sih nggak gaptek-gaptek amat, tapi kalau berhubungan masalah yang teknis banget biasanya minta tolong ke saya. Apalagi harus memperhatikan fitur-fitur dan aplikasiĀ smartphone yang banyak dan rumit.

Batasi Anak Dalam Bermain Gadget

Banyak loh anak-anak seusia Abel yang setiap saat selalu fokus ke gadget yang mereka bawa, mungkin karena gadget tersebut sudah di-klaim miliknya, jadi dia merasa bebas memakai gadget tersebut kapanpun dia mau. Sayang banget kalau pertumbuhan anak jadi terganggu karena orangtua membebaskan anak bermain gadget kapanpun dia mau. Kalau Abel memang sengaja tidak kami berikan gadget sebagai miliknya, karena memang pertama di belum waktunya untuk memiliki gadget sendiri, di lain sisi kami sebagai orangtua juga tidak mau kalau Abel kemudian menjadiĀ addict terhadap gadget. Biasanya sih dalam sehari Abel bermain gadget paling lama satu jam (kalau bisa malah tidak sama sekali), daripada dibiarkan bermain gadget biasanya kami mengalihkan dengan kesibukan yang lain. Dan tetap, bermain gadget-nya di luar waktu belajar.

Biar bagaimanapun, anak jaman sekarang tidak bisa dilepas sama sekali dari gadget dan internet. Asalkan perangkat-perangkat tersebut dimanfaatkan dengan baik, maka akan menghasilkan hal yang baik pula. Saya dan istri sebagai orangtua juga pasti nggak luput dari kelalaian, tapi satu yang pasti, kebaikan anak adalah hal yang paling utama bagi kami. Semoga tulisan saya kali ini bisa bermanfaat! šŸ™‚

You may also like...

3 comments

  1. Internet emang bagai pisau bermata dua, sebagai orang tua kita musti melindungi anak-anak dari pengaruh negatifnya. Ini PR besar bagi kami karena Aiman juga suka main game di hape, pencegahannya dengan non aktif internet saat dipakai ngegame.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *